Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Singgung Situasi Global, SBY: Uang Lebih Banyak Digunakan untuk Kekuatan Militer, Bukan Lingkungan

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 06 Oktober 2025 | 15:31 WIB
Singgung Situasi Global, SBY: Uang Lebih Banyak Digunakan untuk Kekuatan Militer, Bukan Lingkungan
Mantan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY pada agenda "Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2025 yang diselenggarakan ICEF dan IESR di Jakarta, Senin (6/10/2025). [Suara.com/Yaumal]
  • SBY menilai negara-negara saat ini lebih memprioritaskan anggaran untuk militer daripada penanganan perubahan iklim.

  • Menurut SBY, kohesi dan kerja sama antar pemimpin global, seperti di forum G20, telah melemah dibandingkan masa lalu.

  • Ketegangan geopolitik dan berkurangnya kerja sama internasional membuat upaya mengatasi perubahan iklim dan isu global lainnya menjadi lebih sulit.

Suara.com - Mantan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memberikan pandangannya terkait situasi global dalam upaya menahan laju perubahan iklim atau climate change.

SBY menyebut bahwa saat ini kebanyakan negara memilih menghabiskan uang untuk memperkuat militer dibanding dengan menangani isu lingkungan.

Awalnya SBY menyinggung situasi pemimpin dunia dalam sejumlah forum internasional seperti PBB hingga G20.

Pengalamannya selama 10 tahun menjabat sebagai presiden, negara-negara yang terhimpun dalam forum internasional itu selalu kompak. Namun, menurutnya situasi saat ini telah berubah.

"Sekarang kohesi itu sudah tidak seperti dulu. Kehangatan. Kadang-kadang bercanda di antara pemimpin G20 Ada Bush, ada Obama, ada Putin, ada Mujinto, Xi Jinping, Ada David Cameron, dan sebagainya. Sekarang, no more. Never again," kata SBY pada agenda "Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2025 yang diselenggarakan ICEF dan IESR di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Berkaca dari situasi saat ini, membuat upaya untuk menekan laju perubahan iklim akan menjadi sulit. Karena melemahnya sistem kerja sama internasional antar negara.

"Situasi dunia, situasi global tidak terlalu cerah untuk mengimplementasikan agenda besar kita ini, menyelamatkan bumi, mengurangi kemiskinan, dan ketimpangan sejagat. Kemudian membuat masyarakat dunia makin sejahtera dalam keadilan yang kita dambakan bersama," jelas dia.

Dia menyoroti situasi negara-negara di berbagai wilayah seperti di Eropa hingga Timur Tengah.

Menurutnya, situasi yang ada dalam kondisi high tension atau ketegangan yang tinggi yang bisa memicu konflik yang tinggi.

"Not really good. Uang secara global lebih banyak sekarang diarahkan membangun kekuatan militer, untuk tujuan pengamanan geopolitik, dan seterusnya," ucap SBY.

"Bukan lagi untuk menangani isu lingkungan, mengurangi communicable diseases around the globe, untuk menyukseskan pembangunan bangsa-bangsa berdasarkan sustainable development concept, Tetapi ke situ (milier)," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian Lingkungan Hidup Rampungkan Instrumen Sekolah Dorong Program Adiwiyata

Kementerian Lingkungan Hidup Rampungkan Instrumen Sekolah Dorong Program Adiwiyata

News | Kamis, 25 September 2025 | 14:55 WIB

BMKG Ingatkan Ancaman Krisis Pangan Akibat Iklim Ekstrem, Petani Diminta Tinggalkan Titi Mongso

BMKG Ingatkan Ancaman Krisis Pangan Akibat Iklim Ekstrem, Petani Diminta Tinggalkan Titi Mongso

News | Rabu, 24 September 2025 | 10:35 WIB

Indonesia Siap Berkontribusi Nyata Lawan Perubahan Iklim, Begini Caranya!

Indonesia Siap Berkontribusi Nyata Lawan Perubahan Iklim, Begini Caranya!

News | Selasa, 23 September 2025 | 09:50 WIB

Ketua DPD RI Tegaskan Perjuangan Ekologis Sebagai Martabat Bangsa di Hari Keadilan Ekologis Sedunia

Ketua DPD RI Tegaskan Perjuangan Ekologis Sebagai Martabat Bangsa di Hari Keadilan Ekologis Sedunia

News | Minggu, 21 September 2025 | 12:33 WIB

Mahasiswa Green Leadership Academy Tanam Semangat Baru di Tabung Harmoni Hijau

Mahasiswa Green Leadership Academy Tanam Semangat Baru di Tabung Harmoni Hijau

News | Sabtu, 20 September 2025 | 21:07 WIB

Serukan Green Policy Lawan Krisis Ekologi, Rocky Gerung: Sejarah Selalu Berpihak ke Kaum Muda

Serukan Green Policy Lawan Krisis Ekologi, Rocky Gerung: Sejarah Selalu Berpihak ke Kaum Muda

News | Jum'at, 19 September 2025 | 13:55 WIB

Terkini

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 22:44 WIB

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB