BMKG Ingatkan Ancaman Krisis Pangan Akibat Iklim Ekstrem, Petani Diminta Tinggalkan Titi Mongso

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Rabu, 24 September 2025 | 10:35 WIB
BMKG Ingatkan Ancaman Krisis Pangan Akibat Iklim Ekstrem, Petani Diminta Tinggalkan Titi Mongso
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. [Suara.com]
baca 10 detik
  • 2024 pecahkan rekor suhu terpanas, baik secara global maupun di Indonesia.
  • BMKG dan FAO peringatkan risiko krisis pangan global pada tahun 2050.
  • Program Sekolah Lapang Iklim (SLI) digalakkan untuk melatih petani hadapi perubahan.

Suara.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengonfirmasi ancaman krisis pangan global semakin nyata setelah data menunjukkan tahun 2024 menjadi tahun terpanas dalam sejarah pengamatan, baik di tingkat global maupun nasional.

Suhu rata-rata global pada 2024 tercatat mencapai 1,55 °C di atas level pra-industri (1850–1900), sebuah angka yang secara resmi melampaui ambang batas aman 1,5°C yang disepakati dalam Perjanjian Paris 2015. Di Indonesia, situasinya tidak berbeda.

"Di Indonesia, tahun 2024 juga tercatat sebagai tahun terpanas sejak pengamatan tahun 1981, dengan suhu rata-rata 27,5 °C dan anomali 0,8 °C terhadap normal 1991—2020," ungkap Dwikorita dalam pernyataannya, Rabu (24/9/2025).

Dwikorita menegaskan bahwa kondisi bumi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Peningkatan intensitas bencana dan krisis air telah berdampak luas, terutama pada sektor pertanian

Food and Agriculture Organization (FAO) bahkan memprediksi dunia akan menghadapi ancaman krisis pangan serius pada tahun 2050 jika kenaikan suhu tidak dapat dikendalikan.

"Kondisi ini dipicu kombinasi pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca serta anomali iklim regional. Situasi ini menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian yang sangat rentan terhadap iklim," ujarnya.

Adaptasi menjadi Kunci

Sebagai respons, BMKG mengintensifkan program Sekolah Lapang Iklim (SLI) di berbagai daerah untuk membantu petani beradaptasi.

baca juga

Melalui program ini, petani dilatih untuk memahami prediksi iklim, menyesuaikan pola tanam, memilih varietas tanaman yang tahan banting, hingga menerapkan teknik panen air hujan.

Keterampilan ini menjadi krusial karena metode penanggalan tanam tradisional Jawa, atau titi mongso, kini tidak lagi relevan.

"Karena perubahan iklim, saat ini titi mongso menjadi tidak relevan. Padahal petani di Indonesia terbiasa dengan titi mongso," katanya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menyambut baik program ini.

Ia menekankan bahwa pertanian adalah tulang punggung ekonomi wilayahnya, sekaligus sektor yang paling terdampak oleh perubahan iklim.

"Dengan SLI, petani belajar langsung menerapkan informasi iklim ke usaha tani, sehingga lebih siap menghadapi kekeringan maupun hujan ekstrem,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Siap Berkontribusi Nyata Lawan Perubahan Iklim, Begini Caranya!

Indonesia Siap Berkontribusi Nyata Lawan Perubahan Iklim, Begini Caranya!

News | Selasa, 23 September 2025 | 09:50 WIB

BI : Perubahan Iklim Picu 40 Persen Dunia Alami Kerugian Ekonomi

BI : Perubahan Iklim Picu 40 Persen Dunia Alami Kerugian Ekonomi

Bisnis | Senin, 11 Agustus 2025 | 08:53 WIB

Peta Jalan Baru Indonesia Lawan Perubahan Iklim Hampir Siap, Seperti Apa Targetnya?

Peta Jalan Baru Indonesia Lawan Perubahan Iklim Hampir Siap, Seperti Apa Targetnya?

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 15:00 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×