Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Meski Ada Menkeu Purbaya, Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI Tetap Gelap

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 08 Oktober 2025 | 11:43 WIB
Meski Ada Menkeu Purbaya, Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI Tetap Gelap
Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 4,8% pada 2025. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Sejumlah institusi internasional justru kompak merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 dan 2026, menempatkannya di bawah angka krusial 5%.
  • Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 4,8% pada 2025.
  • Bank Dunia memperkirakan perlambatan global akan terus memberikan dampak negatif. 

Suara.com - Optimisme tinggi yang dibawa oleh Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Purbaya Yudhi Sadewa, yang berani menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8%, tampaknya belum sepenuhnya disambut baik oleh lembaga-lembaga keuangan global.

Sejumlah institusi internasional justru kompak merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 dan 2026, menempatkannya di bawah angka krusial 5%.

Dalam laporan teranyar Bank Dunia (World Bank) misalnya, lembaga ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 4,8% pada 2025. Angka ini, meskipun sedikit naik dari proyeksi sebelumnya (4,7%), tetap jauh di bawah target ambisius pemerintah yang mematok pertumbuhan di level 5,3%.

Proyeksi tersebut termuat dalam laporan terbaru East Asia and the Pacific Economic Update edisi Oktober 2025. Bank Dunia memperkirakan perlambatan global akan terus memberikan dampak negatif signifikan bagi negara-negara Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia.

Bank Dunia menekankan bahwa masalah utama Indonesia bukanlah pada besarnya defisit anggaran yang diperkirakan masih berada dalam batas aman melainkan pada efisiensi dan prioritas belanja pemerintah.

Menurut laporan tersebut, fokus perbaikan ekonomi seharusnya diarahkan pada pengelolaan pengeluaran yang lebih cerdas. "Di Indonesia, permasalahannya lebih pada arah pengeluaran pemerintah daripada besarnya defisit," tulis laporan itu.

Saat ini, fokus belanja pemerintah masih didominasi oleh subsidi untuk sektor pangan, transportasi, dan energi, serta investasi yang diarahkan untuk mendorong permintaan agregat. Bank Dunia menilai, pengelolaan pengeluaran yang lebih baik dan terarah dapat menciptakan dampak positif jangka panjang, sekaligus menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian eksternal.

Untuk benar-benar mencapai potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, Bank Dunia menyarankan agar pemerintah fokus pada reformasi struktural. Langkah-langkah seperti mengatasi hambatan non-tarif, deregulasi, dan penyederhanaan perizinan berusaha dinilai dapat meningkatkan potensi pertumbuhan dan membuka lapangan kerja yang produktif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Sidak Bea Cukai Soetta Jelang iPhone 17 Rilis, Temukan Puluhan HP Ilegal

Purbaya Sidak Bea Cukai Soetta Jelang iPhone 17 Rilis, Temukan Puluhan HP Ilegal

Tekno | Rabu, 08 Oktober 2025 | 11:10 WIB

Kritik Bank Dunia ke BUMN: Jago Dominasi Tapi Produktivitasnya Kalah Sama Swasta!

Kritik Bank Dunia ke BUMN: Jago Dominasi Tapi Produktivitasnya Kalah Sama Swasta!

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 11:06 WIB

Menkeu Purbaya Potong Anggaran Daerah: Shock Therapy untuk Pemda Lamban

Menkeu Purbaya Potong Anggaran Daerah: Shock Therapy untuk Pemda Lamban

Your Say | Rabu, 08 Oktober 2025 | 10:14 WIB

Terkini

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:27 WIB

Pelemahan Rupiah Bisa Picu PHK Massal, Menaker Buka Suara

Pelemahan Rupiah Bisa Picu PHK Massal, Menaker Buka Suara

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:23 WIB

Masuk Sandbox OJK, Amanode Siap Dorong Akses Likuiditas Berbasis Aset Kripto

Masuk Sandbox OJK, Amanode Siap Dorong Akses Likuiditas Berbasis Aset Kripto

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:21 WIB

Tak Kuat Tekanan Aksi Jual Asing Buat IHSG Ambruk, Balik ke Level 6.130

Tak Kuat Tekanan Aksi Jual Asing Buat IHSG Ambruk, Balik ke Level 6.130

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:09 WIB

Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI

Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:58 WIB

10 Raksasa Sawit Diduga Manipulasi Ekspor, Nama-nama Konglomerat Ini Diincar Kejagung?

10 Raksasa Sawit Diduga Manipulasi Ekspor, Nama-nama Konglomerat Ini Diincar Kejagung?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:51 WIB

Purbaya Bantah Luhut, Tugas Bea Cukai Tak Diganti BUMN Ekspor PT DSI!

Purbaya Bantah Luhut, Tugas Bea Cukai Tak Diganti BUMN Ekspor PT DSI!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:14 WIB

Anjlok! Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800! Isu Domestik Sudah Tak Terbendung

Anjlok! Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800! Isu Domestik Sudah Tak Terbendung

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:09 WIB

Program Vokasi Nasional Rp 2,12 T Resmi Diumumkan, Jaring Lulusan SMK dan Karyawan PHK

Program Vokasi Nasional Rp 2,12 T Resmi Diumumkan, Jaring Lulusan SMK dan Karyawan PHK

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:46 WIB

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Aturan Ekspor Lewat Danantara Sumberdaya Indonesia Masih Abu-abu: Ternyata Tak Segampang Itu!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB