Terbit Era Jokowi, Status PSN PIK 2 Milik Aguan Dicoret Prabowo

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 13 Oktober 2025 | 13:48 WIB
Terbit Era Jokowi, Status PSN PIK 2 Milik Aguan Dicoret Prabowo
Proyek PSN PIK 2 milik Aguan resmi dicoret pemerintahan Presiden Prabowo. Foto ist.
baca 10 detik
  • Proyek PSN PIK 2 milik Aguan resmi dicoret pemerintahan Presiden Prabowo.
  • Hal tersebut tertuang dalam Permenko Nomor 16 Tahun 2025 yang baru ditetapkan pada 24 September 2025.
  • Proyek yang sebelumnya digadang-gadang sebagai destinasi pariwisata berbasis hijau dengan nilai investasi fantastis, kini tak lagi menyandang status strategis.

Suara.com - Proyek pengembangan megah Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2) Tropical Coastland milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan resmi dicoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Penghapusan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 yang baru ditetapkan pada 24 September 2025. Proyek yang sebelumnya digadang-gadang sebagai destinasi pariwisata berbasis hijau dengan nilai investasi fantastis, kini tak lagi menyandang status strategis.

Proyek PIK 2 Tropical Coastland sebelumnya disahkan sebagai PSN pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia baru masuk dalam daftar PSN sektor pariwisata pada 9 Oktober 2024.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada Maret 2024 pernah menjelaskan, proyek seluas 1.756 hektare di Banten ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan dan berfokus pada konsep hijau, termasuk mengakomodasi Kawasan Wisata Mangrove.

"Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp65 triliun ini diharapkan dapat menyerap sekitar 6.235 tenaga kerja langsung dan 13.550 tenaga kerja sebagai efek pengganda," kata Airlangga saat itu.

Menariknya, meskipun status PSN biasanya membantu memuluskan perizinan, proyek PIK 2 Tropical Coastland memang dibiayai sepenuhnya dengan dana non-APBN atau tanpa menggunakan uang negara.

Dalam beleid Permenko No. 16/2025, proyek yang sebelumnya berada di nomor urut 226 itu kini hanya tercantum keterangan: "Dihapus."

Meskipun alasan detail penghapusan belum diungkap secara resmi oleh pemerintah, keputusan mencoret proyek Rp65 triliun ini menimbulkan spekulasi. Hal ini mengindikasikan adanya peninjauan ulang yang ketat terhadap daftar PSN di bawah Kabinet Merah Putih, fokus pada proyek-proyek yang benar-benar dianggap esensial dan strategis sesuai prioritas pembangunan yang baru.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Kepuasan Tinggi, Profesor LIPI Soroti Geng Solo dan Menteri 'Nilai Merah' di Kabinet Prabowo

Survei Kepuasan Tinggi, Profesor LIPI Soroti Geng Solo dan Menteri 'Nilai Merah' di Kabinet Prabowo

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 12:21 WIB

Beberkan Alasan Prabowo Copot Kepala Bapanas, Istana: Penugasan di Tempat Lain

Beberkan Alasan Prabowo Copot Kepala Bapanas, Istana: Penugasan di Tempat Lain

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 11:24 WIB

Prabowo Kumpulkan Kabinet: Bahas DHE dan Stabilitas Keuangan, Kebijakan Baru Segera Diumumkan?

Prabowo Kumpulkan Kabinet: Bahas DHE dan Stabilitas Keuangan, Kebijakan Baru Segera Diumumkan?

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 10:12 WIB

Terkini

Pefindo Beri Peringkat idAAA ke BTN

Pefindo Beri Peringkat idAAA ke BTN

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:12 WIB

5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan

5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan

Sumsel | Selasa, 08 September 2026 | 19:10 WIB

Mahkota Perjuangan: Menelusuri Makna di Balik Gaya Rambut Cornrow

Mahkota Perjuangan: Menelusuri Makna di Balik Gaya Rambut Cornrow

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 19:10 WIB

Viral JPO Dewi Sartika, Pramono Anung Tagih Tanggung Jawab Pengembang

Viral JPO Dewi Sartika, Pramono Anung Tagih Tanggung Jawab Pengembang

News | Selasa, 08 September 2026 | 19:06 WIB

Implementasi B50 Banyak Kendalanya

Implementasi B50 Banyak Kendalanya

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:02 WIB

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Menko Zulhas Akui MBG Gagal: Anggaran Besar, Dua Tahun Berjalan, Banyak Masalah!

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

Review Novel Last Minute in Manhattan: Romansa Manis Berlatar di California

Review Novel Last Minute in Manhattan: Romansa Manis Berlatar di California

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

Harga Motor Honda September 2026: Dari Skutik Lincah hingga Motor Sport Gagah

Harga Motor Honda September 2026: Dari Skutik Lincah hingga Motor Sport Gagah

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 19:00 WIB

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

6 Fakta Hilangnya Speedboat Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 18:55 WIB

Ida Nurlaela Kritik Pemerintah Soal Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes: Itu Uang Rakyat

Ida Nurlaela Kritik Pemerintah Soal Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes: Itu Uang Rakyat

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:52 WIB

×