Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Liberty Jemadu | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:07 WIB
Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menekankan akselerasi manufaktur dan pertanian untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia berkelanjutan. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU]
  • Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menekankan akselerasi manufaktur dan pertanian untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia berkelanjutan.
  • Peningkatan pertumbuhan sektor pertanian menjadi 4% berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melampaui 5,5 persen.
  • Perlu upaya pemerataan pembangunan di Sumatra dan Kalimantan karena kontribusi PDRB kedua wilayah tersebut cenderung menurun.

Suara.com - Industri manufaktur dan pertanian adalah penyumbang terbesar PDB Indonesia dan karenanya perlu diakselerasi agar pertumbuhan ekonomi menjadi resilien dan berkelanjutan, demikian disampaikan Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro.

"Kalau ditanya apa strateginya agar Indonesia tumbuh secara resilien dan berkelanjutan atau sustainable, ya memang harus menumbuhkan sektor-sektor yang memiliki kontribusi besar buat perekonomian Indonesia," katanya, yang akrab disapa Asmo di Jakarta, Rabu malam.

Ia mencatat bahwa dalam tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan industri manufaktur serta pertanian, kehutanan, dan perikanan masih tertinggal, masing-masing sebesar 4,8 persen dan 2,4 persen.

Menurutnya, sektor pertanian perlu beranjak dari rata-rata pertumbuhan yang masih 2,4 persen tersebut, terlebih pemerintah memiliki program prioritas yang berkaitan langsung dengan sektor ini seperti ketahanan pangan.

Asmo memperkirakan apabila sektor pertanian mampu tumbuh hingga 4 persen, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi menjadi lebih resilien dan dapat menembus level di atas 5,5 persen.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi karena kontribusinya yang besar terhadap PDB, Asmo memandang bahwa percepatan sektor manufaktur dan pertanian juga berperan penting dalam menyelesaikan permasalahan penyerapan tenaga kerja.

Ia juga mengingatkan saat ini mayoritas tenaga kerja di sektor pertanian masih berada di sektor informal. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pertanian berpotensi menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal.

Selain itu, percepatan sektor ini juga dinilai dapat meningkatkan pasokan devisa. Pasalnya, komoditas dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki orientasi ekspor yang kuat, seperti kopi, kakao, kelapa, cengkeh, dan pala, yang selama ini menjadi andalan Indonesia di pasar global.

Lebih lanjut, Asmo turut menyoroti ketimpangan kontribusi wilayah terhadap perekonomian nasional. Dalam kurun 40 tahun terakhir, yakni periode 1984 hingga 2024, kontribusi produk domestik regional bruto (PDRB) Sumatra dan Kalimantan terhadap total nasional cenderung menurun.

Padahal, kedua wilayah tersebut merupakan daerah penghasil komoditas utama. Sebaliknya, kontribusi Pulau Jawa justru terus meningkat.

Kondisi ini, menurut Asmo, menunjukkan perlunya upaya yang lebih serius untuk mendorong pembangunan di Sumatra dan Kalimantan agar distribusi pertumbuhan ekonomi menjadi lebih merata.

Mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026, Asmo menilai tantangan utamanya yakni menjaga momentum pada kuartal II dan kuartal III, khususnya kuartal III yang biasanya minim sentimen musiman.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan kuartal IV 2025. Hal ini didorong oleh faktor musiman Ramadhan dan Lebaran, efek low base effect akibat perlambatan pada periode sebelumnya, serta akselerasi belanja pemerintah.

"Jadi, tiga poin ini yang mestinya kemungkinan besar pertumbuhan di kuartal I ini paling tidak, kalau tidak flat dengan kuartal IV 2025, mungkin akan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal IV 2025 yang lalu," kata Asmo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Tukar Uang Baru di Bank Mandiri untuk Lebaran 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya

Cara Tukar Uang Baru di Bank Mandiri untuk Lebaran 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:54 WIB

Mudik Gratis Bank Mandiri 2026 Kapan Dibuka? Ini Jadwal, Rute, dan Cara Daftarnya

Mudik Gratis Bank Mandiri 2026 Kapan Dibuka? Ini Jadwal, Rute, dan Cara Daftarnya

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:02 WIB

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 07:18 WIB

Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%

Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:55 WIB

APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam

APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 20:10 WIB

Terkini

Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor

Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:29 WIB

Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK

Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:25 WIB

Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!

Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:04 WIB

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:51 WIB

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:45 WIB

Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap

Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:40 WIB

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:15 WIB

IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok

IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:03 WIB

Menilik Labirin Penarikan Dana Trading: Mengapa Transfer Internasional Tak Pernah Instan?

Menilik Labirin Penarikan Dana Trading: Mengapa Transfer Internasional Tak Pernah Instan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:01 WIB

Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini

Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 12:40 WIB