Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Liberty Jemadu

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:07 WIB
Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menekankan akselerasi manufaktur dan pertanian untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia berkelanjutan. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU]
baca 10 detik
  • Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menekankan akselerasi manufaktur dan pertanian untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia berkelanjutan.
  • Peningkatan pertumbuhan sektor pertanian menjadi 4% berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melampaui 5,5 persen.
  • Perlu upaya pemerataan pembangunan di Sumatra dan Kalimantan karena kontribusi PDRB kedua wilayah tersebut cenderung menurun.

Suara.com - Industri manufaktur dan pertanian adalah penyumbang terbesar PDB Indonesia dan karenanya perlu diakselerasi agar pertumbuhan ekonomi menjadi resilien dan berkelanjutan, demikian disampaikan Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro.

"Kalau ditanya apa strateginya agar Indonesia tumbuh secara resilien dan berkelanjutan atau sustainable, ya memang harus menumbuhkan sektor-sektor yang memiliki kontribusi besar buat perekonomian Indonesia," katanya, yang akrab disapa Asmo di Jakarta, Rabu malam.

Ia mencatat bahwa dalam tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan industri manufaktur serta pertanian, kehutanan, dan perikanan masih tertinggal, masing-masing sebesar 4,8 persen dan 2,4 persen.

Menurutnya, sektor pertanian perlu beranjak dari rata-rata pertumbuhan yang masih 2,4 persen tersebut, terlebih pemerintah memiliki program prioritas yang berkaitan langsung dengan sektor ini seperti ketahanan pangan.

Asmo memperkirakan apabila sektor pertanian mampu tumbuh hingga 4 persen, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi menjadi lebih resilien dan dapat menembus level di atas 5,5 persen.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi karena kontribusinya yang besar terhadap PDB, Asmo memandang bahwa percepatan sektor manufaktur dan pertanian juga berperan penting dalam menyelesaikan permasalahan penyerapan tenaga kerja.

Ia juga mengingatkan saat ini mayoritas tenaga kerja di sektor pertanian masih berada di sektor informal. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pertanian berpotensi menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal.

Selain itu, percepatan sektor ini juga dinilai dapat meningkatkan pasokan devisa. Pasalnya, komoditas dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki orientasi ekspor yang kuat, seperti kopi, kakao, kelapa, cengkeh, dan pala, yang selama ini menjadi andalan Indonesia di pasar global.

Lebih lanjut, Asmo turut menyoroti ketimpangan kontribusi wilayah terhadap perekonomian nasional. Dalam kurun 40 tahun terakhir, yakni periode 1984 hingga 2024, kontribusi produk domestik regional bruto (PDRB) Sumatra dan Kalimantan terhadap total nasional cenderung menurun.

baca juga

Padahal, kedua wilayah tersebut merupakan daerah penghasil komoditas utama. Sebaliknya, kontribusi Pulau Jawa justru terus meningkat.

Kondisi ini, menurut Asmo, menunjukkan perlunya upaya yang lebih serius untuk mendorong pembangunan di Sumatra dan Kalimantan agar distribusi pertumbuhan ekonomi menjadi lebih merata.

Mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026, Asmo menilai tantangan utamanya yakni menjaga momentum pada kuartal II dan kuartal III, khususnya kuartal III yang biasanya minim sentimen musiman.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan kuartal IV 2025. Hal ini didorong oleh faktor musiman Ramadhan dan Lebaran, efek low base effect akibat perlambatan pada periode sebelumnya, serta akselerasi belanja pemerintah.

"Jadi, tiga poin ini yang mestinya kemungkinan besar pertumbuhan di kuartal I ini paling tidak, kalau tidak flat dengan kuartal IV 2025, mungkin akan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal IV 2025 yang lalu," kata Asmo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Tukar Uang Baru di Bank Mandiri untuk Lebaran 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya

Cara Tukar Uang Baru di Bank Mandiri untuk Lebaran 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:54 WIB

Mudik Gratis Bank Mandiri 2026 Kapan Dibuka? Ini Jadwal, Rute, dan Cara Daftarnya

Mudik Gratis Bank Mandiri 2026 Kapan Dibuka? Ini Jadwal, Rute, dan Cara Daftarnya

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:02 WIB

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 07:18 WIB

Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%

Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:55 WIB

APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam

APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 20:10 WIB

Terkini

Kejutkan Penggemar, Kwak Si Yang dan Yoo Jiae Ex-Lovelyz Umumkan Menikah

Kejutkan Penggemar, Kwak Si Yang dan Yoo Jiae Ex-Lovelyz Umumkan Menikah

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 16:00 WIB

Mengapa Kapal Laut yang Terbuat dari Besi Tidak Tenggelam di Laut? Ini Rahasianya

Mengapa Kapal Laut yang Terbuat dari Besi Tidak Tenggelam di Laut? Ini Rahasianya

Tekno | Jum'at, 04 September 2026 | 15:57 WIB

Komnas HAM Minta Operasional SPPG di Lokasi Keracunan MBG Dihentikan!

Komnas HAM Minta Operasional SPPG di Lokasi Keracunan MBG Dihentikan!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 15:57 WIB

Bolehkah Mencairkan Bunga Es di Kulkas Pakai Air Panas? Begini Cara yang Cepat dan Aman

Bolehkah Mencairkan Bunga Es di Kulkas Pakai Air Panas? Begini Cara yang Cepat dan Aman

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 15:50 WIB

Buka Hati Lagi Usai Sendirian, Nadzira Shafa Akui Sudah Ada Pria yang Masuk ke Hidupnya

Buka Hati Lagi Usai Sendirian, Nadzira Shafa Akui Sudah Ada Pria yang Masuk ke Hidupnya

Entertainment | Jum'at, 04 September 2026 | 15:47 WIB

Ini Arti Sebenarnya Jika Anda Mimpi Menikah Menurut Islam

Ini Arti Sebenarnya Jika Anda Mimpi Menikah Menurut Islam

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 15:45 WIB

Apakah Bunga Es di Freezer Boleh Dimakan? Awas, Pikir 2 Kali Sebelum Tergoda Mengonsumsinya

Apakah Bunga Es di Freezer Boleh Dimakan? Awas, Pikir 2 Kali Sebelum Tergoda Mengonsumsinya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 15:43 WIB

Sampurna Mati Tragis, Pakar UGM Sebut Kematian Satwa Karhutla Cuma Sebagian Kecil Realita

Sampurna Mati Tragis, Pakar UGM Sebut Kematian Satwa Karhutla Cuma Sebagian Kecil Realita

News | Jum'at, 04 September 2026 | 15:41 WIB

Aksi Atlet Indonesia di Asian Games 2026 Bakal Tayang Lengkap, Ada 8 Channel Sekaligus

Aksi Atlet Indonesia di Asian Games 2026 Bakal Tayang Lengkap, Ada 8 Channel Sekaligus

Sport | Jum'at, 04 September 2026 | 15:40 WIB

Negara Rugi Rp8,7 Miliar! Polda Banten Bongkar Korupsi Kredit Bermodus Dokumen Fiktif

Negara Rugi Rp8,7 Miliar! Polda Banten Bongkar Korupsi Kredit Bermodus Dokumen Fiktif

News | Jum'at, 04 September 2026 | 15:38 WIB

×