Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Biaya Hidup Naik Saat Ramadan, Siasat Atur Keuangan Biar Nggak Boncos

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 11:55 WIB
Biaya Hidup Naik Saat Ramadan, Siasat Atur Keuangan Biar Nggak Boncos
Kenaikan biaya hidup sekitar 20 persen selama Ramadan disebabkan meningkatnya harga pangan dan biaya sosial Lebaran. [Suara.com/Aldie]
  • Kenaikan biaya hidup sekitar 20 persen selama Ramadan disebabkan meningkatnya harga pangan dan biaya sosial Lebaran.
  • Financial planner menyarankan pemisahan anggaran rutin bulanan dan anggaran khusus Ramadan untuk mengontrol pengeluaran.
  • Strategi penting mencakup tidak tergoda belanja dini menggunakan paylater dan menyisihkan sebagian dana Tunjangan Hari Raya (THR).

Suara.com - Memasuki bulan ramadan seluruh kebutuhan pasti meningkat. Mulai dari konsumsi hingga belanja yang tidak terkontrol selama bulan suci bagi umat Islam ini.

Padahal, pada momen yang dinanti ini harusnya semua umat muslim menahan segala nafsu baik makan maupun belanja.

Imbasnya, pengeluaran akan membengkak, bahkan bisa membuat boncos tabungan. Maka dari itu, perlu siasat agar kebutuhan di ramadan terpenuhi, tapi keuangan bisa terkontrol.

Banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk menyusun strategi keuangan agar isi dompet tidak terkuras banyak. Masyarakat bisa memulai dengan susun pos-pos pengeluaran wajib selama ramadan.

Apa Saja Beban Biaya yang Naik

Financial Planner, Aidil Akbar, mengatakan pada momen ramadan ini ada kenaikan biaya hidup sebesar 20 persen. Kenaikan ini imbas dari harga-harga pangan juga meningkat.

"Selanjutnya, biaya buka bersama, ini biaya yang nggak kalah boros. Saya lihat buka bersama ini kan sebagai ajang silahturahmi," katanya.

Kemudian, Aidil melanjutkan, biaya belanja lebaran juga satu beban pos selama ramadan. Menurutnya, beban pos satu merupakan salah satu biaya sosial mulai dari pakaian baru hingga kue-kue hadapi hari raya Lebaran

"Lalu, Biaya Oleh-oleh Lebaran, biasanya untuk anak-anak, keponakan seperti salam tempel. Ini perlu disesuaikan, jangan dipukul rata Rp 50 Ribu atau Rp 100 Ribuan. Dan bisa ajarkan mereka untuk bisa menabung," bebernya.

Terakhir, pengeluaranya yang pasti dikeluarkan yaitu Mudik. Pulang ke kampung halaman merupakan tradisi masyarakat untuk berlebaran. Sehingga, pastinya masyarakat menyisihkan dananya untuk bela-belain berlebaran di rumah masa kecilnya, bersama keluarga tercinta.

Kenaikan biaya hidup sekitar 20 persen selama Ramadan disebabkan meningkatnya harga pangan dan biaya sosial Lebaran. [Suara.com/Aldie]
Kenaikan biaya hidup sekitar 20 persen selama Ramadan disebabkan meningkatnya harga pangan dan biaya sosial Lebaran. [Suara.com/Aldie]

Siasat Kelola Keuangan

Agar semua kebutuhan wajib itu terpenuhi, masyarakat pentingnya menyusun anggaran rutin bulanan dan anggaran saat ramadan. Financial Planner, Mike Rini, mengingatkan siasat Pertama yaitu memang pemisahan anggaran rutin bulanan dan ramadan itu sangat vital.

Sebab, kesalahan paling umum adalah mencampur kedua sumber dana tersebut.

"Karena secara hitung-hitungan pengeluaran hari raya itu, karena sifatnya juga besar, Nah itu akan sulit kita sumber dana ini dari gaji, nah makanya kita menggunakan dana Tunjangan Hari Raya (THR) itu. Nah kalau dari pengalaman saya, biasanya saya pisahkan nih. Untuk pengeluaran rutin bulanan, ya saya menggunakan, ya udah seperti biasanya aja berjalan kayak biasanya," kata Mike.

Kedua, Mike juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak tergoda berbelanja lebih dulu hanya karena merasa akan menerima THR. Apalagi, kebiasaan menggunakan paylater untuk jajan atau buka bersama dengan asumsi nanti akan dilunasi dari THR.

Ketiga, Ia merekomendasikan agar THR tidak dihabiskan. Sebenarnya, sah-sah saja THR itu digunakan sepenuhnya, karena memang untuk hari raya. akan tetapi alangkah baiknya bila THR ini disisihkan untuk menabung.

"Terakhir, anggaran mudik sama kalau kita melakukan perjalanan. Tapi, besar kecilnya anggaran akan tergantung jarak, lama tinggal, serta jumlah anggota keluarga yang ikut," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mudik Gratis Kemenhub 2026 Segera Dibuka, Catat Tanggal dan Link-nya!

Mudik Gratis Kemenhub 2026 Segera Dibuka, Catat Tanggal dan Link-nya!

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:43 WIB

4 Resep Kue Kering tanpa Telur, Cocok untuk Suguhan Lebaran

4 Resep Kue Kering tanpa Telur, Cocok untuk Suguhan Lebaran

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:37 WIB

Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!

Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:24 WIB

Apakah Kerja 2 Bulan Dapat THR? Simak Penjelasan dan Perhitungannya

Apakah Kerja 2 Bulan Dapat THR? Simak Penjelasan dan Perhitungannya

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:10 WIB

Beda Gamis Bini Orang dan Kebanggaan Mertua, Jadi Tren Fesyen Lebaran 2026

Beda Gamis Bini Orang dan Kebanggaan Mertua, Jadi Tren Fesyen Lebaran 2026

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:35 WIB

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB

Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi

Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:51 WIB

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:49 WIB

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:29 WIB

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:10 WIB

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:09 WIB

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 09:55 WIB

Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar

Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 09:33 WIB

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:30 WIB