Bata Lepas Bisnis Produsen Sepatu, Ini Alasannya

Achmad Fauzi

Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:12 WIB
Bata Lepas Bisnis Produsen Sepatu, Ini Alasannya
Toko Sepatu Bata. [ist].
baca 10 detik
  • Sepatu Bata lepas status produsen, alihkan produksi ke pemasok lokal.

  • Perseroan hapus KBLI industri alas kaki, fokus pada ritel dan efisiensi.

  • Strategi ini bertujuan pulihkan profitabilitas dan capai pertumbuhan berkelanjutan 2027.

Suara.com - PT Sepatu Bata Tbk. (BATA) melepas bisnis menjadi produsen alas kaki. Bahkan, perseroan telah menghentikan produksi alas kaki pada 4 Mei 2024.

Director & Corporate Secretary BATA, Hatta Tutuko, menjelaskan saat ini perseroan telah melakukan transisi produksi kepada pemasok lokal di Indonesia.

Dia mengklaim, pengalihan produksi ini telah meningkatkan fleksibilitas rantai pasok Perseroan serta berkontribusi positif terhadap efisiensi biaya.

Toko sepatu Bata [Instagram/BataIndonesia]
Toko sepatu Bata [Instagram/BataIndonesia]

"Mengingat tidak adanya rencana untuk melanjutkan kembali kegiatan produksi di Perseroan, Direksi memandang perlu untuk menyesuaikan Anggaran Dasar Perseroan dengan model operasional yang berlaku saat ini. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan telah menghapus kode KBLI No. 15201, yang berkaitan dengan industri alas kaki untuk keperluan sehari-hari," ujarnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/10/2025).

Adapun, Hatta mengungkapkan strategi perseroan agar untuk bisnis tetap berkembang. Pertama, melakukan optimalisasi ritel, dalam hal ini fokus utama diarahkan pada renovasi toko guna meningkatkan pengalaman pelanggan dan menarik lebih banyak pengunjung di seluruh lokasi.

Kedua, peningkatan marjin, ketiga efisiensi operasional, kelima pertumbuhan digital, dan terakhir monetisasi aset.

"Tujuan Perseroan adalah untuk meningkatkan penjualan pada toko yang sama (same-store sales) serta menjaga stabilitas arus kas hingga akhir tahun 2027. Perseroan meyakini bahwa strategi yang dijalankan akan mampu memulihkan profitabilitas serta mencapai pertumbuhan dalam jangka panjang yang berkelanjutan," kata dia.

Hatta menambahkan, setelah menghapus unit produsen sepatu, perseroan akan memperoleh produknya dari berbagai pemasok lokal, bukan terbatas pada satu atau dua pihak. Hal ini, agar menjaga daya saing harga, memastikan kualitas produk, serta menjamin keberlanjutan dan stabilitas rantai pasok.

"Untuk menjamin standar kualitas yang konsisten, Perseroan menugaskan tim Quality Assurance (QA) untuk melakukan pengawasan dan memastikan bahwa seluruh produk yang diterima telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Perusahaan Induk Pailit, Kini Dana Pensiun Sepatu Bata Resmi Dibubarkan OJK

Setelah Perusahaan Induk Pailit, Kini Dana Pensiun Sepatu Bata Resmi Dibubarkan OJK

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 15:44 WIB

Emiten Afiliasi Haji Isam PGUN Buka Suara Soal Lahan Sawit

Emiten Afiliasi Haji Isam PGUN Buka Suara Soal Lahan Sawit

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 19:29 WIB

3 Alasan Pabrik Sepatu BATA Setop Produksi Sepatu, Benarkah Terancam Pailit?

3 Alasan Pabrik Sepatu BATA Setop Produksi Sepatu, Benarkah Terancam Pailit?

Bisnis | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 16:51 WIB

Terkini

Cara Mengetahui WA Disadap dan Langkah Mengatasinya di Android serta iPhone

Cara Mengetahui WA Disadap dan Langkah Mengatasinya di Android serta iPhone

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:48 WIB

Ketika Rumah Kehilangan Rasa Aman: Jangan Tutupi Kekerasan Demi Nama Baik Keluarga

Ketika Rumah Kehilangan Rasa Aman: Jangan Tutupi Kekerasan Demi Nama Baik Keluarga

Opini | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

Anies Masuk 3 Besar Survei IPO Pilpres 2029, NasDem: Pemilu Masih Jauh

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses

Memupuk Keberanian untuk Menggali Potensi dan Meraih Mimpi dalam Lawan Minder, Raih Sukses

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Rumah di Tamansari Jakbar Ludes Terbakar, Warga Panik Dengar Suara Ledakan

Rumah di Tamansari Jakbar Ludes Terbakar, Warga Panik Dengar Suara Ledakan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Apakah Tamanu Oil Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Apakah Tamanu Oil Bisa Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini Faktanya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:27 WIB

BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Tembus 65.800 Pengunjung

BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, Tembus 65.800 Pengunjung

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Apakah Viva Skin Food Bisa untuk Kaki Pecah-Pecah? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Viva Skin Food Bisa untuk Kaki Pecah-Pecah? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:24 WIB

×