Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Pasar Obligasi Masih Berpotensi Menguat, Ini 4 Faktor Pemicunya

Liberty Jemadu | Suara.com

Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:11 WIB
Pasar Obligasi Masih Berpotensi Menguat, Ini 4 Faktor Pemicunya
Analis memperkirakan pasar obligasi Indonesia masih memiliki potensi penguatan. Foto: Ilustrasi obligasi. (Pexels)
  • Pemotongan suku bunga oleh BI masih berpotensi dilakukan pada kuartal IV-2025, sejalan dengan ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral AS The Fed.
  • Inflasi yang tetap terjaga membuat imbal hasil riil SBN10 tahun secara relatif tetap menarik.
  • Diproyeksikan masih ada ruang satu kali lagi pemangkasan BI-Rate sampai akhir tahun 2025.

Suara.com - Potensi penguatan di pasar obligasi masih ada meskipun telah mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025, demikian dikatakan Director & Chief Investment Officer Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Ezra Nazula.

Ia menerangkan, potensi penguatan itu salah satunya disebabkan oleh optimisme kebijakan moneter yang longgar, dibarengi ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) dan The Fed.

“Kami melihat pasar obligasi masih memiliki potensi penguatan, atau dengan kata lain- walaupun sudah mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun ini- imbal hasil SBN10 tahun masih berpotensi turun,” ujar Ezra dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Ezra menjelaskan beberapa faktor pemicu penguatan pasar obligasi, pertama, pemotongan suku bunga oleh BI masih berpotensi dilakukan pada kuartal IV-2025, sejalan dengan ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral AS The Fed.

Kedua, masih tingginya likuiditas perbankan yang dikombinasikan dengan penyerapan likuiditas BI yang rendah (imbal hasil dan jumlah penerbitan SRBI yang semakin turun, fasilitas deposito di BI yang rendah), serta pasokan obligasi di pasar yang terjaga.

Ketiga, Inflasi yang tetap terjaga membuat imbal hasil riil SBN10 tahun secara relatif tetap menarik.

Kemudian, ke empat, ia menjelaskan spread antara imbal hasil tenor pendek 5 tahun dengan tenor menengah 10 tahun juga masih cukup melebar apabila dibandingkan dengan rata-rata spread 1 tahun terakhir.

“Sehingga, kami melihat masih ada potensi spread akan menyempit dengan kurva bullish flatten,” ujar Ezra.

Terkait The Fed, IA memproyeksikan pemangkasan Fed Funds Rate (FFR) akan tetap data-dependent yaitu bergantung terhadap perkembangan data inflasi dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, untuk BI, ia memproyeksikan masih ada ruang satu kali lagi pemangkasan BI-Rate sampai akhir tahun 2025.

Menurutnya, pemangkasan BI Rate sepanjang tahun ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan, seiring dengan transmisinya ke penurunan suku bunga deposito dan kredit belum maksimal, karena terhambat oleh likuiditas pasar yang masih ketat.

“Pertimbangan itulah yang membuat BI merasa pemangkasan lanjutan masih dibutuhkan,” ujar Ezra.

Ia berharap bauran kebijakan pemangkasan BI Rate dan injeksi likuiditas pemerintah dapat mempercepat penurunan suku bunga kredit dan deposito, yang pada akhirnya dapat meningkatkan aktivitas ekonomi.

Terkait dampak stimulus fiskal yang telah dikeluarkan pemerintah, Ezra melihat sektor tenaga kerja mulai menunjukkan sinyal stabilisasi, yang mana tingkat PHK bulanan mereda dari puncaknya pada 2024 hingga awal 2025.

Selain itu, katanya lagi, jumlah peserta aktif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tenaga Kerja (TK) menunjukkan pertumbuhan dua bulan berturut-turut, yang memberikan harapan kebijakan pro pertumbuhan mulai berdampak ke ekonomi, walaupun masih sangat lambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akui Bunga Kredit Perbankan Lambat Turun, BI Minta Tolong ke Pemerintah dan Pengusaha

Akui Bunga Kredit Perbankan Lambat Turun, BI Minta Tolong ke Pemerintah dan Pengusaha

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 18:29 WIB

Di Tengah Badai Global, Pasar Obligasi Pemerintah dan Korporasi Masih jadi Buruan

Di Tengah Badai Global, Pasar Obligasi Pemerintah dan Korporasi Masih jadi Buruan

Bisnis | Rabu, 10 September 2025 | 18:13 WIB

Bos Danantara Ungkap Ideal Return Investasi di RI: Minimal 10%

Bos Danantara Ungkap Ideal Return Investasi di RI: Minimal 10%

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 13:21 WIB

BPKH Naikkan Distribusi Nilai Manfaat Jemaah Haji Tunggu Jadi Rp4,4 Triliun pada Tahun 2025

BPKH Naikkan Distribusi Nilai Manfaat Jemaah Haji Tunggu Jadi Rp4,4 Triliun pada Tahun 2025

Bisnis | Rabu, 25 September 2024 | 13:57 WIB

Sukuk Tabungan Seri ST009 Hampir Habis, Moduit: Imbal Hasil Lebih Menarik

Sukuk Tabungan Seri ST009 Hampir Habis, Moduit: Imbal Hasil Lebih Menarik

Bisnis | Kamis, 17 November 2022 | 13:38 WIB

Terkini

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB