Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.315,311
LQ45 627,116
Srikehati 305,365
JII 382,284
USD/IDR 17.910

Pasar Obligasi Masih Berpotensi Menguat, Ini 4 Faktor Pemicunya

Liberty Jemadu

Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:11 WIB
Pasar Obligasi Masih Berpotensi Menguat, Ini 4 Faktor Pemicunya
Analis memperkirakan pasar obligasi Indonesia masih memiliki potensi penguatan. Foto: Ilustrasi obligasi. (Pexels)
baca 10 detik
  • Pemotongan suku bunga oleh BI masih berpotensi dilakukan pada kuartal IV-2025, sejalan dengan ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral AS The Fed.
  • Inflasi yang tetap terjaga membuat imbal hasil riil SBN10 tahun secara relatif tetap menarik.
  • Diproyeksikan masih ada ruang satu kali lagi pemangkasan BI-Rate sampai akhir tahun 2025.

Suara.com - Potensi penguatan di pasar obligasi masih ada meskipun telah mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2025, demikian dikatakan Director & Chief Investment Officer Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Ezra Nazula.

Ia menerangkan, potensi penguatan itu salah satunya disebabkan oleh optimisme kebijakan moneter yang longgar, dibarengi ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) dan The Fed.

“Kami melihat pasar obligasi masih memiliki potensi penguatan, atau dengan kata lain- walaupun sudah mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun ini- imbal hasil SBN10 tahun masih berpotensi turun,” ujar Ezra dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Ezra menjelaskan beberapa faktor pemicu penguatan pasar obligasi, pertama, pemotongan suku bunga oleh BI masih berpotensi dilakukan pada kuartal IV-2025, sejalan dengan ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral AS The Fed.

Kedua, masih tingginya likuiditas perbankan yang dikombinasikan dengan penyerapan likuiditas BI yang rendah (imbal hasil dan jumlah penerbitan SRBI yang semakin turun, fasilitas deposito di BI yang rendah), serta pasokan obligasi di pasar yang terjaga.

Ketiga, Inflasi yang tetap terjaga membuat imbal hasil riil SBN10 tahun secara relatif tetap menarik.

Kemudian, ke empat, ia menjelaskan spread antara imbal hasil tenor pendek 5 tahun dengan tenor menengah 10 tahun juga masih cukup melebar apabila dibandingkan dengan rata-rata spread 1 tahun terakhir.

“Sehingga, kami melihat masih ada potensi spread akan menyempit dengan kurva bullish flatten,” ujar Ezra.

Terkait The Fed, IA memproyeksikan pemangkasan Fed Funds Rate (FFR) akan tetap data-dependent yaitu bergantung terhadap perkembangan data inflasi dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

baca juga

Sementara itu, untuk BI, ia memproyeksikan masih ada ruang satu kali lagi pemangkasan BI-Rate sampai akhir tahun 2025.

Menurutnya, pemangkasan BI Rate sepanjang tahun ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan, seiring dengan transmisinya ke penurunan suku bunga deposito dan kredit belum maksimal, karena terhambat oleh likuiditas pasar yang masih ketat.

“Pertimbangan itulah yang membuat BI merasa pemangkasan lanjutan masih dibutuhkan,” ujar Ezra.

Ia berharap bauran kebijakan pemangkasan BI Rate dan injeksi likuiditas pemerintah dapat mempercepat penurunan suku bunga kredit dan deposito, yang pada akhirnya dapat meningkatkan aktivitas ekonomi.

Terkait dampak stimulus fiskal yang telah dikeluarkan pemerintah, Ezra melihat sektor tenaga kerja mulai menunjukkan sinyal stabilisasi, yang mana tingkat PHK bulanan mereda dari puncaknya pada 2024 hingga awal 2025.

Selain itu, katanya lagi, jumlah peserta aktif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tenaga Kerja (TK) menunjukkan pertumbuhan dua bulan berturut-turut, yang memberikan harapan kebijakan pro pertumbuhan mulai berdampak ke ekonomi, walaupun masih sangat lambat.

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan berbagai stimulus fiskal, di antaranya pengalihan dana Rp200 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) di BI ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta program stimulus 8+4+5.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akui Bunga Kredit Perbankan Lambat Turun, BI Minta Tolong ke Pemerintah dan Pengusaha

Akui Bunga Kredit Perbankan Lambat Turun, BI Minta Tolong ke Pemerintah dan Pengusaha

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 18:29 WIB

Di Tengah Badai Global, Pasar Obligasi Pemerintah dan Korporasi Masih jadi Buruan

Di Tengah Badai Global, Pasar Obligasi Pemerintah dan Korporasi Masih jadi Buruan

Bisnis | Rabu, 10 September 2025 | 18:13 WIB

Bos Danantara Ungkap Ideal Return Investasi di RI: Minimal 10%

Bos Danantara Ungkap Ideal Return Investasi di RI: Minimal 10%

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 13:21 WIB

BPKH Naikkan Distribusi Nilai Manfaat Jemaah Haji Tunggu Jadi Rp4,4 Triliun pada Tahun 2025

BPKH Naikkan Distribusi Nilai Manfaat Jemaah Haji Tunggu Jadi Rp4,4 Triliun pada Tahun 2025

Bisnis | Rabu, 25 September 2024 | 13:57 WIB

Sukuk Tabungan Seri ST009 Hampir Habis, Moduit: Imbal Hasil Lebih Menarik

Sukuk Tabungan Seri ST009 Hampir Habis, Moduit: Imbal Hasil Lebih Menarik

Bisnis | Kamis, 17 November 2022 | 13:38 WIB

Terkini

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

×