Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ancaman Tarif AS Kian Nyata! BI Waspada, Aliran Modal Asing dari Emerging Market Terus Berfluktuasi

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 27 Oktober 2025 | 09:58 WIB
Ancaman Tarif AS Kian Nyata! BI Waspada, Aliran Modal Asing dari Emerging Market Terus Berfluktuasi
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif yang agresif dari Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang memicu gejolak. Foto Antara.
  • Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif yang agresif dari Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang memicu gejolak.
  • Menurut Perry, arus modal asing masih menunjukkan fluktuasi yang tinggi.
  • Perry menekankan bahwa perkembangan global ini menuntut kewaspadaan tinggi dan penguatan respons kebijakan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) kembali menyoroti kondisi perekonomian global yang masih bergerak dalam tren melambat dan penuh ketidakpastian.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif yang agresif dari Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang memicu gejolak, terutama pada pasar keuangan negara-negara berkembang (emerging market).

Menurut Perry, arus modal asing masih menunjukkan fluktuasi yang tinggi. Hal ini dipicu oleh kebijakan AS yang kembali menerapkan tarif tambahan pada sektor farmasi, mebel, dan otomotif sejak 1 Oktober 2025. Yang terbaru dan paling mengkhawatirkan adalah rencana AS mengenakan tarif tambahan fantastis sebesar 100% terhadap produk asal Tiongkok.

"Aliran modal ke emerging market (EM) masih berfluktuasi seiring dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Senin (27/10/2025).

Perry menekankan bahwa perkembangan global ini menuntut kewaspadaan tinggi dan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak rambatan ketidakpastian terhadap perekonomian domestik Indonesia.

Perry merinci kondisi ekonomi di berbagai kawasan seperti Amerika Serikat yang mencatat pertumbuhan ekonomi masih lemah, mendorong berlanjutnya penurunan kondisi ketenagakerjaan.

Sementara, Jepang, Eropa, dan India belum menunjukkan kekuatan, sebagian besar dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga, meskipun stimulus fiskal dan moneter telah dilakukan.

Sedangkan Tiongkok pada triwulan III 2025 tercatat meningkat, didorong oleh efektifnya stimulus fiskal yang digulirkan pemerintahnya.

Meski demikian, perkembangan ini sedikit mengangkat prakiraan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 menjadi 3,1%, sedikit di atas prakiraan sebelumnya 3,0%.

Di tengah pelemahan ekonomi AS, Perry juga menyinggung potensi perubahan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Probabilitas penurunan kembali Fed Funds Rate (FFR) dinilai semakin besar sejalan dengan kondisi ketenagakerjaan AS yang lemah.

Sejalan dengan ekspektasi penurunan FFR, yield US Treasury jangka pendek kembali menurun dan indeks mata uang dolar AS (DXY) cenderung melemah. Kondisi ini memberikan sedikit ruang gerak bagi otoritas moneter Indonesia dalam merumuskan kebijakan di tengah ketidakpastian global yang didominasi oleh perang dagang dan perlambatan pertumbuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Sebut Asing Bawa Kabur Dananya Rp 940 Miliar pada Pekan Ini

BI Sebut Asing Bawa Kabur Dananya Rp 940 Miliar pada Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 19:13 WIB

BI Ungkap Bahayanya 'Government Shutdown' AS ke Ekonomi RI

BI Ungkap Bahayanya 'Government Shutdown' AS ke Ekonomi RI

Bisnis | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 19:02 WIB

Bank Indonesia Rayu Apple Adopsi Pembayaran QRIS Tap

Bank Indonesia Rayu Apple Adopsi Pembayaran QRIS Tap

Bisnis | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 18:38 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB