Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Sama dengan Indonesia, Malaysia Kantongi Tarif 19 Persen dari Amerika Serikat

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 27 Oktober 2025 | 11:36 WIB
Sama dengan Indonesia, Malaysia Kantongi Tarif 19 Persen dari Amerika Serikat
Ilustrasi Bendera Malaysia (Shutterstock).
  • Malaysia-AS sepakat turunkan tarif impor jadi 19%.

  • Ekspor utama Malaysia (sawit, karet) masuk pos pembebasan tarif.

  • Hubungan bilateral naik jadi Kemitraan Strategis Komprehensif.

Suara.com - Hubungan dagang antara Malaysia dan Amerika Serikat (AS) baru saja mencatat sebuah terobosan penting yang disambut baik oleh pelaku industri di kawasan Asia Tenggara.

Malaysia berhasil memperjuangkan pengurangan tarif impor ke AS dari nilai sebelumnya yang mencapai 25 persen, kini menjadi 19 persen, sebagaimana diatur dalam Kesepakatan Tarif Resiprokal yang baru saja ditandatangani.

Pengumuman menggembirakan ini disampaikan oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Tengku Zafrul Abdul Aziz, pada Minggu.

“Saya dengan senang mengumumkan bahwa Malaysia telah menandatangani Kesepakatan Tarif Resiprokal dengan AS pada siang ini,” kata Tengku Zafrul, dikutip dari Sputnik via Antara.

Dengan adanya keringanan tarif dan komitmen komersial baru ini, pengurangan tarif menjadi 19 persen segera berlaku.

Lebih dari itu, Tengku Zafrul menambahkan bahwa AS juga menunjukkan komitmen untuk membebaskan sebanyak 1.711 pos tarif dari pungutan 19 persen tersebut.

Pengecualian ini mencakup sejumlah ekspor utama Malaysia yang bernilai strategis tinggi.

"Hal itu mencakup ekspor utama Malaysia seperti minyak sawit, produk karet, produk kayu, komponen penerbangan, dan produk farmasi yang seluruhnya berkontribusi hingga 12 persen dari ekspor kita ke AS,” jelas Tengku Zafrul Aziz.

Dengan penurunan tarif dan pembebasan pos tertentu, Malaysia memiliki tarif yang sama dengan Indonesia yang sebelumnya berunding dengan AS.

Dalam perkembangan terkait yang menunjukkan eratnya ikatan kedua negara, AS dan Malaysia menyepakati peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Kesepakatan ini dicapai menyusul pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Malaysia menyatakan bahwa status baru tingkat hubungan bilateral ini adalah bukti nyata dari kuat dan eratnya kerja sama yang telah terjalin di berbagai sektor strategis.

Sektor-sektor yang diperkuat tersebut mencakup perdagangan dan investasi, teknologi maju, pertahanan dan keamanan, ketahanan energi, perdamaian dan stabilitas kawasan, serta kerja sama kemanusiaan.

Peningkatan status hubungan ini tidak hanya berdampak pada angka perdagangan, namun juga pada koordinasi kebijakan di tingkat regional dan global, menempatkan Malaysia sebagai mitra strategis penting bagi AS di Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Tarif Manggung Raisa? Diva Pop Indonesia Ceraikan Hamish Daud

Berapa Tarif Manggung Raisa? Diva Pop Indonesia Ceraikan Hamish Daud

Lifestyle | Senin, 27 Oktober 2025 | 11:11 WIB

Rupiah Dibuka Stagnan Pada Awal Pekan Ini

Rupiah Dibuka Stagnan Pada Awal Pekan Ini

Bisnis | Senin, 27 Oktober 2025 | 10:08 WIB

Bak Kapten Tim! Pernyataan Berkelas Jay Idzes Usai Sassuolo Dikalahkan AS Roma

Bak Kapten Tim! Pernyataan Berkelas Jay Idzes Usai Sassuolo Dikalahkan AS Roma

Bola | Senin, 27 Oktober 2025 | 09:03 WIB

Terkini

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:09 WIB

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:58 WIB

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:57 WIB

MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:54 WIB