Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.715

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.612, Dipengaruhi Sanksi AS ke Rusia dan Sentimen Utang Domestik

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:42 WIB
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.612, Dipengaruhi Sanksi AS ke Rusia dan Sentimen Utang Domestik
Ilustrasi petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah melemah tipis ke level Rp16.612 per dolar AS pada Rabu (29/10/2025).

  • Pelemahan Rupiah dipicu faktor global, termasuk sanksi baru AS terhadap Rusia dan gejolak pasar minyak.

  • Faktor domestik turut berpengaruh, di antaranya strategi pemerintah mengelola utang negara yang mencapai Rp9.138 triliun

Suara.com - Nilai tukar Rupiah dibuka melemah pada pagi hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah di pasar spot pagi Rabu (29/10/2025), dibuka di level Rp 16.612 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Hal ini membuat Rupiah terkoreksi dibanding penutupan pada Selasa (28/10/2025) yang berada di level Rp 16.608 per Dolar AS.

Rupanya, kondisi ini tidak hanya dialami Rupiah tapi juga pada mata uang asia bergerak bervariasi terhadap Dolar.

Di mana, Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,08 persen.

Selanjutnya, ada Won Korea Selatan yang tertekan 0,06 persen dan Dolar Singapura yang tergelincir 0,04 persen. Disusul, Yuan China yang turun 0,02 persen.

Berikutnya, Pesso Filipina yang terlihat melemah tipis 0,003 persen terhadap the greenback di pagi ini.

Ilustrasi uang ringgit Malaysia. (Pexels.com/Polina Tankilevitch)
Ilustrasi uang ringgit Malaysia. (Pexels.com/Polina Tankilevitch)

Sementara itu, Ringgit Malaysia dan Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,14 persen.

Diikuti, Yen Jepang yang naik 0,12 persen dan Dolar Hongkong menguat tipis 0,003 persen.

Dalam hal ini, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan Rupiah dipengaruhi faktor global dan internal.

Salah satunya, Trump memberlakukan sanksi terkait Ukraina terhadap Rusia untuk pertama kalinya dalam masa jabatan keduanya, yang menargetkan perusahaan minyak Lukoil dan Rosneft.

Menyusul sanksi tersebut, produsen minyak terbesar kedua Rusia, Lukoil, mengatakan, pada hari Senin bahwa mereka akan menjual aset internasionalnya.

"Ini adalah tindakan paling berpengaruh sejauh ini yang dilakukan oleh perusahaan Rusia setelah sanksi Barat atas perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022," jelasnya.

Lalu di sektor domestik ada sentimen pemerintah melalui menkeu memaparkan strategi utama pemerintah untuk mengelola rasio utang yang mencapai sekitar Rp 9.000 triliun.

Strategi tersebut berfokus pada efisiensi belanja anggaran dan peningkatan pertumbuhan ekonomi untuk menekan defisit dan menaikkan rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (tax-to-GDP ratio).

Total utang pemerintah pusat per akhir Juni 2025 adalah Rp 9.138,05 triliun, yang terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 7.980,87 triliun dan pinjaman senilai Rp 1.157,18 triliun.

Angka ini merupakan rasio sebesar 39,86 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Masih Loyo Lawan Dolar Amerika Serikat di Sore Ini

Rupiah Masih Loyo Lawan Dolar Amerika Serikat di Sore Ini

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 16:19 WIB

Rupiah Masih Meriang Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.617

Rupiah Masih Meriang Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.617

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 09:34 WIB

IHSG Tetap Perkasa di Tengah Anjloknya Rupiah, Ini Pendorongnya

IHSG Tetap Perkasa di Tengah Anjloknya Rupiah, Ini Pendorongnya

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 16:53 WIB

Bank Indonesia Dikabarkan Jual Cadangan Emas Batangan 11 Ton, Buat Apa?

Bank Indonesia Dikabarkan Jual Cadangan Emas Batangan 11 Ton, Buat Apa?

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 15:47 WIB

Rupiah Ditutup Ambruk Hari Ini Terhadap Dolar

Rupiah Ditutup Ambruk Hari Ini Terhadap Dolar

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 15:46 WIB

Rupiah Dibuka Demam Lawan Dolar Pada Perdagangan Hari Ini, Sentuh Level Rp 16.591

Rupiah Dibuka Demam Lawan Dolar Pada Perdagangan Hari Ini, Sentuh Level Rp 16.591

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 10:04 WIB

Terkini

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:34 WIB

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:31 WIB

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:21 WIB

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:15 WIB

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:51 WIB

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:47 WIB

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:46 WIB

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI

Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:53 WIB

Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama

Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:41 WIB