Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Menko Zulhas Akui Minta Bantuan TNI Berantas Tengkulak Ditingkat Petani

Achmad Fauzi

Rabu, 29 Oktober 2025 | 15:04 WIB
Menko Zulhas Akui Minta Bantuan TNI Berantas Tengkulak Ditingkat Petani
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Tengkulak masih jadi momok petani, sebabkan disparitas harga gabah.

  • Presiden tetapkan harga gabah di petani Rp 6.500 per kilogram.

  • Zulhas akan minta bantuan TNI untuk menindak tegas para tengkulak.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui memang pengepul atau tengkulak masih jadi momok bagi petani. Bahkan, kehadiran tengkulak justru yang membuat adanya disparitas harga gabah di tingkat petani.

Menurut Zulhas, Presiden telah menetapkan harga gabah di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Harga itu tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pendagaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri Serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.

Namun, Ia menyebut gempuran tengkulak tetap menghampiri petani, sehingga harga tersebut tidak bisa diterima petani. Maka dari itu, Zulhas akan meminta bantuan aparat TNI untuk menindak tengkulak tersebut.

Ilustrasi petani padi. [Freepik]
Ilustrasi petani padi. [Freepik]

"Petani makmur saya minta inpres lagi, sama Presiden. Kalau dulu harganya Rp 6.000- Rp 5.000, gabah dinaikkan menjadi Rp 6.500," ujarnya di Menara Bank Mega, Jakarta yang dikutip, Rabu (29/10/2025).

"Rp 6.500 nggak bisa berjalan, nggak gampang juga, karena tengkulak di daerah luar biasa juga, maka ini kita minta bantuan TNI memang," sambung Zulhas.

Kendati demikian, belakangan ia menjamin, harga gabah ditingkat petani sudah sesuai dengan Inpres tersebut yakni sebesar Rp 6.500 per kg.

Bahkan, bilang Zulhas, ada jaminan dari pemerintah, jika memang petani tidak mendapatkan harga Rp 6.500 per kg, maka akan diganti rugi.

Mantan Menteri Perdagangan ini melanjutkan, sebelum pemerintah mengatur, harga gabah ditingkat petani itu ugal-ugalan di tangan tengkulak.

baca juga

"Kemudian harga. Harga Rp 5.500 gabah 1 kilo. Petani terima Rp 4.000. Tengkulaknya luar biasa. Di daerah-daerah itu. Nah terus kalau begitu petani bagaimana semangat? Gak untung. Ya kalau gak untung gimana? Kurang. Ya kasih beras 20 kilo. Kurang lagi. Kasih bantuan 300 ribu. Itu oke," ucapnya.

Berawal dari masalah itu, alhasil pemerintah mencari jalan keluar dengan mengatur pembelian harga gabah di tingkat petan.

"Tapi kita inginkan rakyat kita produktif kan. Pemberdayaan intinya. Jadi secara singkat setelah kita pelajari itu maka kita perlu aturan-aturan yang baru," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Klaim Petani Bisa Cuan Gara-gara Program BBM E10

Pemerintah Klaim Petani Bisa Cuan Gara-gara Program BBM E10

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:01 WIB

Pemerintah Siapkan Lahan 1 Juta Ha Kebun Tebu untuk Implementasi BBM Campur Etanol

Pemerintah Siapkan Lahan 1 Juta Ha Kebun Tebu untuk Implementasi BBM Campur Etanol

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:11 WIB

Bisikan Maut Bahlil ke Prabowo, Zulhas Sempat Akan Jabat Menko Perekonomian

Bisikan Maut Bahlil ke Prabowo, Zulhas Sempat Akan Jabat Menko Perekonomian

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:02 WIB

Terkini

Adendum AMDAL Baru Jadi Jalan Keluar Polemik Tambang DPM

Adendum AMDAL Baru Jadi Jalan Keluar Polemik Tambang DPM

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:34 WIB

Industri Kripto Makin Tumbuh, OJK Perkuat Regulasi Keuangan Digital

Industri Kripto Makin Tumbuh, OJK Perkuat Regulasi Keuangan Digital

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:30 WIB

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Berpeluang Tekan Angka Perokok, Benarkah?

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Berpeluang Tekan Angka Perokok, Benarkah?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:27 WIB

Asing Kabur Bawa Duit 5 Miliar Dolar, Investor Ritel Jadi Pahlawan IHSG

Asing Kabur Bawa Duit 5 Miliar Dolar, Investor Ritel Jadi Pahlawan IHSG

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 06:51 WIB

Pertamina Marine Engineering Cetak Laba Bersih Rp 13,32 Miliar

Pertamina Marine Engineering Cetak Laba Bersih Rp 13,32 Miliar

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 06:42 WIB

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

×