Pupuk Indonesia Groundbreaking Pabrik Soda Ash Pertama, Siap Hemat Devisa Rp1,25 Triliun Per Tahun

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 03 November 2025 | 09:03 WIB
Pupuk Indonesia Groundbreaking Pabrik Soda Ash Pertama, Siap Hemat Devisa Rp1,25 Triliun Per Tahun
PT Pupuk Indonesia melakukan groundbreaking (pemasangan tiang pancang pertama) yang digelar di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat (31/10/2025). Foto ist
baca 10 detik
  • Pupuk Indonesia melalui anak usahanya PT Pupuk Kaltim dan PT Rekayasa Industri (Rekind) resmi memulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia.
  • Dimulainya pembangunan ditandai dengan acara groundbreaking yang digelar di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat (31/10/2025).
  • Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan proyek ini bukan sekadar pembangunan pabrik, melainkan penanda babak baru dalam perjalanan panjang industri kimia strategis nasional.

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mengukir sejarah baru dalam industri petrokimia nasional. Melalui anak perusahaannya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan PT Rekayasa Industri (Rekind), BUMN ini resmi memulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia.

Dimulainya pembangunan ditandai dengan acara groundbreaking (pemasangan tiang pancang pertama) yang digelar di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat (31/10/2025).

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan proyek ini bukan sekadar pembangunan pabrik, melainkan penanda babak baru dalam perjalanan panjang industri kimia strategis nasional.

“Pagi ini kita menyaksikan sebuah tonggak sejarah dari industri nasional, yaitu groundbreaking pabrik soda ash pertama di Indonesia. Ini sekaligus menjadi komitmen nyata Pupuk Indonesia Group dalam memperkuat hilirisasi dan kemandirian industri nasional, sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujar Rahmad.

Pabrik ini dirancang untuk menjawab tantangan gizi dan kemandirian industri. Selama ini, Indonesia masih sangat bergantung pada impor soda ash yang merupakan bahan baku penting untuk sektor kaca, deterjen, makanan, pulp and paper, hingga keramik.

Saat beroperasi penuh, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi 300.000 metrik ton per tahun. Kapasitas tersebut diperkirakan mampu memenuhi sekitar 30% kebutuhan nasional.

Manfaat ekonomi yang dihasilkan sangat besar, diproyeksikan dapat menghemat devisa hingga Rp1 triliun per tahun dari substitusi impor soda ash, ditambah penghematan sekitar Rp250 miliar per tahun dari substitusi impor amonium klorida (produk sampingan). Total potensi penghematan devisa mencapai Rp1,25 triliun per tahun.

“Mudah-mudahan mimpi besar bangsa Indonesia untuk lebih mandiri dan memiliki ketahanan industri yang semakin kuat dengan mengurangi impor bisa kita capai,” imbuh Rahmad.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menambahkan bahwa proyek ini menjadi percontohan ideal penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dan ekonomi sirkular.

baca juga

Pabrik ini akan memanfaatkan emisi karbon dioksida (CO) hasil samping dari fasilitas produksi amonia yang sudah ada sebagai bahan baku utama. Dengan memanfaatkan CO sekitar 174.000 ton per tahun, proyek ini secara langsung mendukung agenda Net Zero Emission (NZE) 2060. Emisi yang tadinya limbah, diolah menjadi produk bernilai tambah.

Bhimo Aryanto, Senior Director of Business Performance & Assets Optimization Danantara Asset Management, turut mendukung, menyebut proyek ini sebagai investasi masa depan bangsa.

"Kami ingin pabrik ini menjadi benchmark baru bagi industri kimia hijau Indonesia,” kata Bhimo.

Selain itu, pembangunan pabrik diharapkan memberikan dampak ekonomi berantai, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, pelibatan UMKM, hingga pemanfaatan produk sampingan (amonium klorida) sebagai bahan baku pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahmad Pribadi Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi hingga Akhir 2025

Rahmad Pribadi Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi hingga Akhir 2025

Bisnis | Minggu, 02 November 2025 | 22:31 WIB

Sosok Rahmad Pribadi: Dari Harvard Hingga Kini Bos Pupuk Indonesia

Sosok Rahmad Pribadi: Dari Harvard Hingga Kini Bos Pupuk Indonesia

Bisnis | Sabtu, 01 November 2025 | 16:19 WIB

Pemerintah Pusat Siap Jadi 'Bankir' Pemda dan BUMN Jika Kekurangan Duit

Pemerintah Pusat Siap Jadi 'Bankir' Pemda dan BUMN Jika Kekurangan Duit

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2025 | 08:29 WIB

Terkini

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:14 WIB

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:13 WIB

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:11 WIB

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:09 WIB

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:07 WIB

PPP Memanas! Taj Yasin Dicopot dari Sekjen dan Agus dari Waketum, Mardiono Beberkan Pemicunya

PPP Memanas! Taj Yasin Dicopot dari Sekjen dan Agus dari Waketum, Mardiono Beberkan Pemicunya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:06 WIB

Kisah Rahman Sopir Bengkel Asal Kalimantan Ketiban Rezeki Miliarder Yamaha 2026

Kisah Rahman Sopir Bengkel Asal Kalimantan Ketiban Rezeki Miliarder Yamaha 2026

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 11:05 WIB

6 Rekomendasi Mobil Bekas 4 Silinder Terbaik di Bawah Rp100 Juta, Lebih Bertenaga

6 Rekomendasi Mobil Bekas 4 Silinder Terbaik di Bawah Rp100 Juta, Lebih Bertenaga

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 11:03 WIB

Tropis vs Ruangan AC: Pilih Pelembap Kulit yang Tepat Sesuai Aktivitas Harianmu

Tropis vs Ruangan AC: Pilih Pelembap Kulit yang Tepat Sesuai Aktivitas Harianmu

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:00 WIB

Kinerja Operasional Positif, PHE Bukukan Produksi Migas 945.000 Barel Setara Minyak per Hari

Kinerja Operasional Positif, PHE Bukukan Produksi Migas 945.000 Barel Setara Minyak per Hari

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:00 WIB

×