Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Awali Pekan ini, Harga Emas Antam Jatuh Jadi Rp 2.278.000 per Gram

Achmad Fauzi

Senin, 03 November 2025 | 09:29 WIB
Awali Pekan ini, Harga Emas Antam Jatuh Jadi Rp 2.278.000 per Gram
Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
baca 10 detik
  • Harga emas Antam jatuh Rp 12.000 menjadi Rp 2.278.000.

  • Harga Buyback emas Antam juga anjlok Rp 12.000 hari ini.

  • Kesepakatan AS–China menekan harga emas dunia akibat sentimen risiko.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 3 November 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.278.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas antam itu jatuh sebesar Rp 12.000 dibandingkan hari Minggu, 2 November 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.143.000 per gram.

Pekerja menunjukkan perhiasan emas di Kantor Pusat Galeri 24 Pegadaian, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja menunjukkan perhiasan emas di Kantor Pusat Galeri 24 Pegadaian, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Harga buyback itu juga anjlok Rp 12.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.189.000
  • Emas 1 Gram Rp 2.278.000
  • Emas 2 gram Rp 4.486.000
  • Emas 3 gram Rp 6.697.000
  • Emas 5 gram Rp 11.125.000
  • Emas 10 gram Rp 22.220.000
  • Emas 25 gram Rp 55.464.000
  • Emas 50 gram Rp 110.935.000
  • Emas 100 gram Rp 221.864.000
  • Emas 250 gram Rp 554.440.000
  • Emas 500 gram Rp 1.108.740.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.216.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Lagi Tren Penurunan

Harga emas dunia kembali melanjutkan tren penurunan pada awal perdagangan Asia, Senin (3/11/2025).

Mengutip FXStreet, logam mulia ini merosot mendekati level USD 1.965 per troy ounce, tertekan oleh sentimen positif hubungan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang mendorong minat investor pada aset berisiko.

baca juga

Pelemahan emas terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat untuk menahan diri dari eskalasi perang dagang pekan lalu.

Trump memutuskan menurunkan tarif impor dari 57 persen menjadi 47 persen, sebagai imbalan atas langkah China menangguhkan kontrol ekspor logam tanah jarang dan meningkatkan pembelian kedelai dari AS.

Kesepakatan ini dianggap sebagai sinyal meredanya ketegangan ekonomi dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia, sehingga mengurangi kebutuhan investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Perkembangan positif seputar kesepakatan perdagangan AS–China dapat mengurangi permintaan aset safe haven dan melemahkan harga emas.

Selain faktor geopolitik, tekanan terhadap harga emas juga datang dari komentar agresif pejabat Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS tersebut baru saja memangkas suku bunga acuan menjadi kisaran 3,75 persen - 4,0 persen pada pertemuan Oktober lalu, namun memberi sinyal bahwa penurunan lanjutan belum tentu terjadi.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menyampaikan bahwa keputusan untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember “bukanlah sesuatu yang pasti.” Saat ini, pasar memperkirakan kemungkinan sebesar 63 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga lagi sebesar 25 basis poin (bps) pada akhir tahun, dan total pemangkasan suku bunga bisa mencapai 82 bps hingga 2026.

Sementara itu, pelaku pasar tengah menantikan rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM AS bulan Oktober yang dijadwalkan keluar hari ini. Data tersebut diperkirakan akan memberikan sinyal penting terkait arah ekonomi Negeri Paman Sam.

Apabila hasilnya lebih lemah dari perkiraan, dolar AS berpotensi melemah, yang dapat memberikan sedikit dorongan bagi harga emas dalam jangka pendek. Namun untuk saat ini, penguatan selera risiko dan optimisme global masih menjadi faktor utama yang menekan logam mulia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Kompak Stagnan, Tapi Antam Masih Belum Tersedia

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Kompak Stagnan, Tapi Antam Masih Belum Tersedia

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 07:31 WIB

Harga Emas Dunia Stagnan Awal Pekan, Waspada Tekanan Jual di Tengah Rally Saham

Harga Emas Dunia Stagnan Awal Pekan, Waspada Tekanan Jual di Tengah Rally Saham

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 06:48 WIB

Harga Emas Dunia Diramal Bertahan di Atas US$ 4.000, Emas Lokal Bakal Terdampak?

Harga Emas Dunia Diramal Bertahan di Atas US$ 4.000, Emas Lokal Bakal Terdampak?

Bisnis | Minggu, 02 November 2025 | 14:20 WIB

Terkini

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB