Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Kementerian ESDM Alokasikan Anggaran Rp 4,35 Triliun untuk PLN

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 11 November 2025 | 19:23 WIB
Kementerian ESDM Alokasikan Anggaran Rp 4,35 Triliun untuk PLN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Selasa (11/11/2025) mengatakan anggaran kementerian sebesar Rp 4,35 triliun dialokasikan untuk membiayai sejumlah program listrik PLN. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap anggaran kementerian sebesar Rp 4,35 triliun dialokasikan untuk membiayai sejumlah program listrik PLN.
  • Dana Rp 4,35 triliun itu ditujukan membiayai sejumlah program di antaranya program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik bagi masyarakat yang tidak mampu.
  • Anggaran diberikan karena infrastruktur dan sumber daya PLN yang paling mendukung untuk menggunakannya. 

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap anggaran kementerian sebesar Rp 4,35 triliun dialokasikan untuk membiayai sejumlah program listrik PLN.

Bahlil menjelaskan alokasi anggaran itu bersumber dari anggaran tambahan (DIPA Perubahan) atas Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp6,28 triliun.

"Kami menyampaikan bahwa dari total Rp6,28 triliun, ada sekitar Rp4,35 triliun yang itu menjadi penugasan ke PLN," kata Bahlil saat rapat kerja bersama Anggota Komisi XII DPR RI di di kompleks parlemen, Jakarta pada Selasa (11/11/2025).

Bahlil menjelaskan anggaran diberikan karena infrastruktur dan sumber daya PLN yang paling mendukung untuk menggunakannya. Selain itu anggaran tambahan tersebut baru diterima Kementerian ESDM pada Agustus lalu.

"Penugasan ini kami berikan kepada ke PLN, karena kami anggap bahwa waktunya pendek, dan mereka yang mempunyai infrastruktur," kata Bahlil.

Saat ini proses tender dari alokasi anggaran itu telah berjalan pada September-Oktober.

Adapun dana sebesar Rp 4,35 triliun itu ditujukan untuk membiayai sejumlah program listrik di antaranya program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi masyarakat yang tidak mampu.

Sebelumnya Bahlil di rapat yang sama menerangkan realisasi anggaran Kementerian ESDM hingga 10 November 2025 baru mencapai 31,12 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 14,1 triliun.

Dia menjelaskan bahwa anggaran yang diterima Kementerian ESDM, terbagi dua tahap, pertama APBN Induk sebesar Rp6,98 triliun, dan kedua anggaran tambahan (DIPA Perubahan) atas Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

baca juga

"Dalam APBN Induk, pagu yang kami miliki sebesar Rp 8,4 triliun. Namun karena hasil efisiensi, kami mengembalikan Rp 696,88 miliar ke kas negara. Sehingga total pagu menjadi Rp 7,84 triliun," kata Bahlil.

Untuk anggara yang berasal dari APBN induk, realisasinya telah mencapai 65 persen. Bahlil pun optimis hingga akhir Desember nanti realisasinya akan mencapai 94 persen.

Lebih lanjut, pada Agustus, Kementerian ESDM mendapatkan anggaran tambahan sebesar Rp6,28 triliun. Anggaran itu untuk membiayai beberapa program strategis, seperti listrik desa dan listrik gratis, pembangunan pipa gas, hingga jaringan gas rumah tangga (jargas).

Karena anggarannya baru diberikan pada Agustus, proses tender baru berjalan pada September-Oktober.

"Nah sekarang baru penyerapannya kurang lebih sekitar 2,48 persen di bulan November," kata Bahlil.

Secara keseluruhan, realisasi anggaran Kementerian ESDM dari pagu anggaran induk dan tambahan baru mencapai 31,12 persen hingga November 2025.

"Kemudian kalau kita realisasi rata-rata, antara gabungan DIPA Induk dan DIPA Perubahan per bulan November sekarang sudah mencapai 31,12 persen," kata Bahlil.

"Dan di-prognosa kita rencanakan untuk di 2025 Desember itu bisa mencapai 92 persen. Kemudian kita ada pengembalian anggaran ke negara karena hasil efisiensi, kemudian pemblokiran juga, kita ada blokir, dan efisiensi kurang lebih sekitar 1,557 triliun," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Realisasi Anggaran Kementerian ESDM Baru 31 Persen, Ini Penjelasan Bahlil ke DPR

Realisasi Anggaran Kementerian ESDM Baru 31 Persen, Ini Penjelasan Bahlil ke DPR

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 18:11 WIB

Pendapatan Negara Seret, Bahlil Pertimbangkan Segera Buka Lagi Freeport

Pendapatan Negara Seret, Bahlil Pertimbangkan Segera Buka Lagi Freeport

Bisnis | Senin, 10 November 2025 | 20:14 WIB

Dorong Pertumbuhan Industri, PLN Teken PJBTL 1.800 MVA di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Dorong Pertumbuhan Industri, PLN Teken PJBTL 1.800 MVA di Jawa Barat dan Jawa Tengah

News | Rabu, 05 November 2025 | 17:53 WIB

PLN Perkuat Transformasi SDM di Forum HAPUA WG5 ke-13 untuk Dukung Transisi Energi Berkelanjutan

PLN Perkuat Transformasi SDM di Forum HAPUA WG5 ke-13 untuk Dukung Transisi Energi Berkelanjutan

News | Rabu, 05 November 2025 | 13:11 WIB

PLN Resmikan Dua SPKLU Center Pertama di Jakarta untuk Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN Resmikan Dua SPKLU Center Pertama di Jakarta untuk Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Selasa, 04 November 2025 | 20:05 WIB

Terkini

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:04 WIB

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:15 WIB

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:09 WIB

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:54 WIB

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:47 WIB

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:12 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:07 WIB

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:01 WIB

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54 WIB

×