Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Cara Mudah Beli Obligasi Pemerintah, Pilihan Investasi Aman untuk Pemula

Nur Khotimah | Suara.com

Rabu, 12 November 2025 | 18:00 WIB
Cara Mudah Beli Obligasi Pemerintah, Pilihan Investasi Aman untuk Pemula
Cara Mudah Beli Obligasi Pemerintah (freepik)

Suara.com - Obligasi pemerintah merupakan salah satu instrumen yang makin dilirik untuk dijadikan investasi.

Namun, banyak orang terutama masyarakat awam yang baru terjun ke dunia investasi yang masih bingung dan bertanya-tanya tentang cara membeli obligasi pemerintah dengan aman dan praktis.

Sebelum membahas tentang cara mudah membeli obligasi pemerintah, tentunya kita harus tahu dulu apa itu obligasi pemerintah.

Obligasi Pemerintah: Surat Utang?

Ilustrasi obligasi. (Pexels)
Ilustrasi obligasi. (Pexels)

Obligasi pemerintah merupakan surat utang yang diterbitkan oleh negara untuk membiayai kebutuhan APBN atau proyek pembangunan.

Orang yang membeli obligasi ini bisa dikatakan secara tidak langsung "meminjamkan" uang ke pemerintah. Nantinya uang ini akan dikembalikan beserta bunganya.

Berbeda dengan saham yang cenderung fluktuatif alias naik turun, obligasi pemerintah memiliki karakteristik yang lebih stabil. Keuntungan utama yang ditawarkan adalah imbal hasil yang tetap dan jatuh tempo yang jelas.

Obligasi pemerintah cocok untuk kamu yang ingin investasi tetapi tetap ingin tidur nyenyak tanpa harus khawatir pasar yang naik turun.

Obligasi pemerintah ini semakin menjadi primadona di kalangan investor ritel, terutama bagi mereka yang ingin investasi aman dengan imbal hasil tetap.

Produk investasi yang dijamin oleh negara seperti ini bisa menjadi solusi yang cerdas di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi. Selain risikonya yang tergolong rendah, cara membeli obligasi pemerintah juga lumayan mudah.

Kamu bahkan bisa melakukannya melalui aplikasi finansial. Saat ini, kamu hanya perlu akses internet dan e-wallet untuk bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan negara melalui instrumen ini.

Cara Mudah Beli Obligasi Pemerintah

Berikut akan dijabarkan langkah-langkah membeli obligasi pemerintah dengan praktis dan aman.

1. Pilih jenis obligasi dan tujuan investasi

Sebelum membeli, kamu harus memastikan terlebih dahulu apa tujuan berinvestasi, entah untuk dana pensiun, pendidikan anak, atau hanya ingin menyimpan uang dengan aman. Menentukan tujuan ini bisa membantu kamu untuk memilih jenis obligasi yang tepat.

2. Pilih mitra distribusi yang resmi

Pemerintah telah bekerja sama dengan beberapa mitra distribusi untuk menjual obligasi ritel seperti bank, sekuritas, dan platform fintech. Kamu harus memastikan telah memilih mitra resmi yang terdaftar di Kementerian Keuangan supaya transaksi aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Sulianto Indria Putra, Gen Z Punya Ratusan Miliar hingga Naik Jet Pribadi Berkat Kripto

Profil Sulianto Indria Putra, Gen Z Punya Ratusan Miliar hingga Naik Jet Pribadi Berkat Kripto

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 13:00 WIB

Wamen Investasi dan Hilirisasi Klaim Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Indonesia

Wamen Investasi dan Hilirisasi Klaim Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Indonesia

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 12:42 WIB

Danai Proyek Peternakan Ayam Rp 20 Triliun, Danantara Mau Lapor ke DPR

Danai Proyek Peternakan Ayam Rp 20 Triliun, Danantara Mau Lapor ke DPR

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 12:27 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:36 WIB

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:29 WIB

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:27 WIB

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB