Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Bangkit ke Rp16.716, Namun Ancaman Fiskal dan Geopolitik Bayangi Pasar

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 14 November 2025 | 10:02 WIB
Rupiah Bangkit ke Rp16.716, Namun Ancaman Fiskal dan Geopolitik Bayangi Pasar
Ilustrasi Rupiah menguat. [Suara.com]
  • Rupiah dibuka menguat tipis 0,07% ke Rp16.716 per dolar AS, mengikuti penguatan beberapa mata uang Asia lainnya.

  • Pergerakan Rupiah dipengaruhi faktor global, termasuk perbedaan pandangan pejabat The Fed soal suku bunga dan meningkatnya ketegangan Rusia–NATO.

  • Dari dalam negeri, sentimen tertekan oleh target defisit APBN 2026 yang lebih tinggi dari batas aman, memicu kekhawatiran fiskal

Suara.com - Nilai tukar Rupiah dibuka menguat pada hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah di pasar Jumat (14/11/2025) dibuka di level Rp 16.716 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Alhasil, Rupiah akhirnya bangkit 0,07 persen dibanding penutupan pada Kamis yang berada di level Rp 16.728 per Dolar AS.

Hal ini membuat mata uang Indonesia kembali sembuh perlahan di akhir pekan.

Beberapa mata uang Asia lainnya juga bergerak fluktuatif. Salah satunya, Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,41 persen, disusul Peso Filipina yang naik 0,20 persen, Rupiah menguat 0,07 persen, Baht Thailand menguat 0,07 persen.

Diikuti Yuan China menguat 0,01 persen, Dolar Hong Kong menguat 0,006 persen.

Sedangkan beberapa mata uang Asia lainnya melemah terhadap Dolar AS pagi ini.

Dolar Taiwan melemah 0,24 persen, Ringgit Malaysia melemah 0,10 persen, dan Yen Jepang melemah 0,006 persen.

Sementara itu, indeks Dolar yang mencerminkan nilai tukar Dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,18, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 99,15.

Dalam hal ini, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan Rupiah ini disebabkan oleh dua faktor yakni dari global maupun domestik.

Salah satunya sektor global disebabkan oleh para pembuat kebijakan Fed terbagi pendapat mengenai penurunan suku bunga di tengah kekhawatiran inflasi.

Sebab, Gubernur Fed Stephen Miran menggambarkan kebijakan moneter AS terlalu ketat, terutama karena ia yakin meredanya inflasi perumahan akan meredakan tekanan harga.

Sementara itu, Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, pada hari Rabu mengatakan bahwa ia lebih suka mempertahankan suku bunga tetap seperti saat ini sampai ada "bukti jelas" bahwa inflasi kembali ke target 2 persen Fed.

Selain itu, Moskow menyadari bahwa negara-negara Barat anggota NATO sedang mempersiapkan persenjataan untuk kemungkinan konfrontasi langsung dengan Rusia.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Moskow juga sepenuhnya siap menghadapi kemungkinan konflik semacam itu.

Peskov mengatakan, dia sependapat dengan Presiden Serbia Aleksandar Vucic, yang memperingatkan bahwa militerisasi Eropa yang pesat membuat perang langsung antara Rusia dan NATO semakin tak terelakkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Dibuka Stagnan Pada Awal Pekan Ini

Rupiah Dibuka Stagnan Pada Awal Pekan Ini

Bisnis | Senin, 27 Oktober 2025 | 10:08 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jumat Sore

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jumat Sore

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 16:41 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis Lawan Dolar Amerika Serikat

Rupiah Dibuka Menguat Tipis Lawan Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 09:29 WIB

Rupiah Melemah pada Kamis Petang

Rupiah Melemah pada Kamis Petang

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:30 WIB

Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar AS, Sudah Sentuh Level Rp 16.638

Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar AS, Sudah Sentuh Level Rp 16.638

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:24 WIB

Rupiah Terkoreksi Lawan Dolar Amerika, Ini Faktornya

Rupiah Terkoreksi Lawan Dolar Amerika, Ini Faktornya

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 09:44 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB