Rupiah Terkoreksi Lawan Dolar Amerika, Ini Faktornya

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 22 Oktober 2025 | 09:44 WIB
Rupiah Terkoreksi Lawan Dolar Amerika, Ini Faktornya
Ilustrasi petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah melemah ke Rp 16.615 per Dolar AS di tengah penguatan mata uang Asia.

  • Tekanan datang dari isu penutupan pemerintah AS dan wacana revisi aturan DHE SDA.

  • Sentimen positif muncul dari rencana BLT Kesra dan perundingan dagang AS–China

Suara.com - Nilai tukar Rupiah dibuka melemah pada pagi ini, Rabu 22 Oktober 2025.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.20 WIB, Rupiah spot ada di level Rp 16.615 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Mata uang garuda melemah, 0,16 persen dari penutupan sebelumnya Rp 16.587 per Dolar AS. Sedangkan beberapa mata uang asia menguat melawan Dolar.

Di mana, Baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,13 persen.

Selanjutnya ada Yen Jepang yang terkerek 0,12 persen dan Won Korea Selatan yang terangkat 0,06 persen.

Disusul, Dolar Singapura yang menanjak 0,05 persen. Berikutnya ada Ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,02 persen dan Yuan China yang naik 0,008 persen.

Lalu ada Dolar Hongkong yang menguat tipis 0,005 persen.

Donald Trump [Instagram/realDonaldTrump]
Donald Trump [Instagram/realDonaldTrump]

Pengamat forex Ibrahim Assuaibi, menjelaskan penguatan Rupiah didorong dari sikap Presiden AS Donald Trump yang menyuarakan keraguannya atas perang dagang yang berkepanjangan dengan China, sekaligus menyatakan bahwa perundingan mendatang dengan Beijing tetap berjalan sesuai rencana.

Sementara dari dalam negeri disebabkan oleh pemerintah mengumumkan tambahan anggaran untuk program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp 30 triliun yang akan diberikan kepada 35 juta keluarga pada Oktober sampai Desember 2025.

baca juga

Sementara itu, Pengamat Forex Ibrahim Assuaibi, menjelaskan pelemahan Rupiah disebabkan tekanan eksternal dan internal.

Salah satunya adalah pelaku pasar terus mencermati perkembangan seputar penutupan pemerintah federal AS yang sedang berlangsung.

Penutupan pemerintah telah memasuki hari ke-21 tanpa tanda-tanda akan berakhir, setelah para senator gagal untuk ke-11 kalinya menyelesaikan kebuntuan dalam pemungutan suara pada hari Senin.

Penutupan pemerintah AS kini menjadi jeda pendanaan terpanjang ketiga dalam sejarah modern.

Sedangkan, dari sentimen lokal yakni pernyataan Presiden Prabowo Subianto disebut berpeluang merevisi aturan mengenai penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam atau DHE SDA 100 persen di dalam negeri.

Sebelumnya pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8/2025.

Beleid itu mengatur bahwa eksportir wajib menempatkan DHE SDA yang mereka peroleh 100 persen selama 12 bulan di dalam negeri.

Namun demikian, belakangan Presiden Prabowo kerap mengevaluasi penerapan DHE SDA di beberap rapat terbatas (ratas).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Dua Hari Anjlok, Akhirnya IHSG Menghijau Didorong Penguatan Rupiah

Setelah Dua Hari Anjlok, Akhirnya IHSG Menghijau Didorong Penguatan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 17:04 WIB

Mulai Bangkit, Rupiah Makin Perkasa Lawan Dolar Amerika Serikat

Mulai Bangkit, Rupiah Makin Perkasa Lawan Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 13:26 WIB

Isi Revisi RUU P2SK Baru: Pejabat BI Tidak Bisa Diberhentikan, Kecuali Gara-gara Ini

Isi Revisi RUU P2SK Baru: Pejabat BI Tidak Bisa Diberhentikan, Kecuali Gara-gara Ini

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 09:22 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Berkat Inflasi yang Terkendali

Nilai Tukar Rupiah Menguat Berkat Inflasi yang Terkendali

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:30 WIB

Inflasi dan Neraca Perdagangan Dorong Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS Hari Ini

Inflasi dan Neraca Perdagangan Dorong Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:15 WIB

Rupiah Anjlok Rp 16.800, Menko Airlangga Akui Belum Bertemu Gubernur BI! Ada Apa?

Rupiah Anjlok Rp 16.800, Menko Airlangga Akui Belum Bertemu Gubernur BI! Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 10:19 WIB

Terkini

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction

Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:25 WIB

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:21 WIB

×