Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jumat Sore

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 16:41 WIB
Nilai Tukar Rupiah Menguat Jumat Sore
Nil Foto: Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Nilai tukar menguat, 0,16 persen dari penutupan sebelumnya Rp 16.629 per dolar AS.
  • Penguatan nilai tukar rupiah ini terjadi berbarengan dengan menguatnya mata uang negara lain di Asia.
  • Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2025 tumbuh lebih tinggi turut membuat rupiah perkasa.

Suara.com - Nilai tukar rupiah menguat pada penutupan perdagangan hari ini Jumat (24/10/2025). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 15.10 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.602 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mata uang garuda menguat, 0,16 persen dari penutupan sebelumnya Rp 16.629 per dolar AS. Sedangkan Kurs Jisdor BI menempatkan rupiah berada di level Rp16.645.

Penguatan nilai tukar rupiah ini terjadi berbarengan dengan menguatnya mata uang negara lain di Asia. Misalnya rupee India yang menguat 0,11 persen, won Korea Selatan yang menghijau 0,06 persen, ringgit Malaysia naik 0,07 persen, yen Jepang menguat 0,18 persen dan dolar Singapura menguat 0,09 persen.

Selain itu, baht Thailand juga menguat 0,02 persen, dolar Hongkong menguat 0,02 persen dan yuan China juga perkasa 0,07 persen pada petang ini.

Namun beberapa mata uang Asia lainnya bergerak ke arah berlawanan. Contohnya peso Filipina terkoreksi 0,04 persen dan dolar Taiwan terdepresiasi 0,03 persen.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah menguat disebabkan faktor internal dan eksternal.

Di eksternal disebabkan oleh Presiden Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan minggu depan. Hal ini memicu harapan akan mencairnya hubungan perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia.

"Para pedagang juga bersikap hati-hati menjelang penundaan rilis indeks harga konsumen (IHK) AS untuk bulan September, sebuah indikator kunci untuk prospek kebijakan Federal Reserve," katanya.

Sedangkan di internal, Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2025 tumbuh lebih tinggi turut membuat rupiah perkasa.

Dalam laporan BI disebutkan pertumbuhan M2 pada September 2025 sebesar 8,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Agustus 2025 sebesar 7,6 persen (yoy) sehingga tercatat Rp9.771,3 triliun.

"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,7 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,2 persen (yoy). Kemudian perkembangan M2 pada September 2025 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat ," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Dibuka Menguat Tipis Lawan Dolar Amerika Serikat

Rupiah Dibuka Menguat Tipis Lawan Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 09:29 WIB

Rupiah Melemah pada Kamis Petang

Rupiah Melemah pada Kamis Petang

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:30 WIB

Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar AS, Sudah Sentuh Level Rp 16.638

Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar AS, Sudah Sentuh Level Rp 16.638

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:24 WIB

Rupiah Terkoreksi Lawan Dolar Amerika, Ini Faktornya

Rupiah Terkoreksi Lawan Dolar Amerika, Ini Faktornya

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 09:44 WIB

Rupiah Makin Gagah Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.571

Rupiah Makin Gagah Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.571

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:49 WIB

Terkini

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB