Nilai Tukar Rupiah Menguat Jumat Sore

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 16:41 WIB
Nilai Tukar Rupiah Menguat Jumat Sore
Nil Foto: Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar menguat, 0,16 persen dari penutupan sebelumnya Rp 16.629 per dolar AS.
  • Penguatan nilai tukar rupiah ini terjadi berbarengan dengan menguatnya mata uang negara lain di Asia.
  • Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2025 tumbuh lebih tinggi turut membuat rupiah perkasa.

Suara.com - Nilai tukar rupiah menguat pada penutupan perdagangan hari ini Jumat (24/10/2025). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 15.10 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.602 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mata uang garuda menguat, 0,16 persen dari penutupan sebelumnya Rp 16.629 per dolar AS. Sedangkan Kurs Jisdor BI menempatkan rupiah berada di level Rp16.645.

Penguatan nilai tukar rupiah ini terjadi berbarengan dengan menguatnya mata uang negara lain di Asia. Misalnya rupee India yang menguat 0,11 persen, won Korea Selatan yang menghijau 0,06 persen, ringgit Malaysia naik 0,07 persen, yen Jepang menguat 0,18 persen dan dolar Singapura menguat 0,09 persen.

Selain itu, baht Thailand juga menguat 0,02 persen, dolar Hongkong menguat 0,02 persen dan yuan China juga perkasa 0,07 persen pada petang ini.

Namun beberapa mata uang Asia lainnya bergerak ke arah berlawanan. Contohnya peso Filipina terkoreksi 0,04 persen dan dolar Taiwan terdepresiasi 0,03 persen.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah menguat disebabkan faktor internal dan eksternal.

Di eksternal disebabkan oleh Presiden Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan minggu depan. Hal ini memicu harapan akan mencairnya hubungan perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia.

"Para pedagang juga bersikap hati-hati menjelang penundaan rilis indeks harga konsumen (IHK) AS untuk bulan September, sebuah indikator kunci untuk prospek kebijakan Federal Reserve," katanya.

Sedangkan di internal, Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2025 tumbuh lebih tinggi turut membuat rupiah perkasa.

Baca Juga: Satu Tahun Kinerja Prabowo - Gibran, Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS

Dalam laporan BI disebutkan pertumbuhan M2 pada September 2025 sebesar 8,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Agustus 2025 sebesar 7,6 persen (yoy) sehingga tercatat Rp9.771,3 triliun.

"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,7 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,2 persen (yoy). Kemudian perkembangan M2 pada September 2025 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat ," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI