Triliunan Rupiah Menguap Gegara Bitcoin Anjlok, Ini Fakta-fakta yang Wajib Diketahui

M Nurhadi

Selasa, 18 November 2025 | 18:09 WIB
Triliunan Rupiah Menguap Gegara Bitcoin Anjlok, Ini Fakta-fakta yang Wajib Diketahui
Ilustrasi BTC
baca 10 detik
  • Perdagangan aset kripto pada awal November kedua mengalami tekanan berat.
  • Bitcoin (BTC) terkoreksi 14,63% dalam sebulan, sementara altcoin seperti Solana (SOL) terpukul lebih dalam.
  • Koreksi pasar ini dipicu kekhawatiran siklus halving historis dan gelombang likuidasi pada posisi leverage.

Suara.com - Perdagangan aset kripto pada awal pekan kedua bulan November dibuka dengan tekanan yang sangat berat.

Gelombang merah menyapu hampir seluruh aset berkapitalisasi pasar besar di jajaran sepuluh teratas (Top 10), mencerminkan perubahan drastis sentimen investor global yang kini beralih ke mode penghindaran risiko atau risk-off.

Ketidakpastian pasar membuat para pedagang memilih untuk menarik modal dari aset berisiko tinggi.

Berdasarkan pemantauan data pasar terkini, Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto utama diperdagangkan pada level US$91.480,55. Angka ini menunjukkan koreksi yang cukup dalam sebesar 14,63 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Penurunan harga ini berdampak langsung pada kapitalisasi pasar Bitcoin yang kini menyusut menjadi sekitar US$1,83 triliun, menghapus sebagian besar keuntungan dan momentum bullish yang sempat terbentuk sejak awal tahun.

Tekanan jual tidak hanya melanda Bitcoin, tetapi justru menghantam pasar altcoin dengan dampak yang lebih signifikan. Ethereum (ETH), sebagai aset kripto terbesar kedua, tidak luput dari koreksi.

ETH tercatat melemah 3,06 persen secara harian dan anjlok hingga 15,34 persen dalam sepekan, menyeret harganya ke level US$3.033,82.

Kondisi yang lebih memprihatinkan terlihat pada jajaran altcoin lainnya. Solana (SOL) menjadi salah satu aset yang paling terpukul dalam aksi jual kali ini.

Harganya merosot tajam sebesar 5,40 persen dalam 24 jam terakhir dan mencatatkan penurunan mingguan mencapai 21,45 persen, menempatkan harganya di posisi US$131,52.

baca juga

Nasib serupa dialami oleh XRP, yang mencatatkan pelemahan signifikan sebesar 3,81 persen secara harian dan 15,15 persen secara mingguan, kini diperdagangkan di level US$2,15.

Aset-aset populer lainnya juga terseret arus bearish, di mana Dogecoin (DOGE) merosot 4,39 persen dan Cardano (ADA) amblas 4,93 persen.

Derasnya aksi jual pada altcoin ini menandakan kepanikan investor yang mencoba melikuidasi portofolio berisiko tinggi mereka.

Di sisi lain, dua stablecoin terbesar, Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), bergerak relatif stabil. Meskipun pergerakan harganya terlihat datar, terdapat volatilitas kecil yang mengindikasikan adanya penurunan likuiditas di pasar.

Hal ini menandakan bahwa investor memilih untuk memarkir dana mereka dalam bentuk aset stabil (cash) sembari menanti sinyal pasar yang lebih jelas.

Tekanan yang terjadi saat ini menambah daftar panjang kekhawatiran pasar menyusul pelemahan Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir.

Data pasar menunjukkan fakta yang mengejutkan: nilai pasar Bitcoin telah tergerus lebih dari US$600 miliar atau setara dengan sekitar Rp 10.032 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.720) sejak mencapai puncaknya di atas level US$126.000 pada bulan Oktober lalu.

Ironisnya, koreksi tajam ini terjadi di tengah fundamental eksternal yang sebenarnya terlihat menguat.

Dukungan dari institusi keuangan Wall Street terus meningkat, arus masuk dana ke ETF Bitcoin masih mengalir deras, dan pemerintahan baru di bawah Donald Trump menunjukkan sikap yang sangat pro terhadap industri kripto.

Namun, realitas di pasar berkata lain; harga tetap rontok meski didukung sentimen positif tersebut.

Analis pasar menilai ada dua faktor utama yang memperburuk sentimen saat ini. Pertama adalah kekhawatiran investor terhadap pola historis siklus halving empat tahunan Bitcoin.

Jika dilihat secara historis, halving terakhir terjadi pada April 2024, dan puncak harga tercapai pada Oktober 2025. Pola ini memicu ketakutan bahwa setelah kenaikan besar tersebut, pasar akan memasuki fase koreksi dalam (bear market).

Faktor kedua adalah gelombang likuidasi pada posisi leverage. Peningkatan ketegangan perdagangan global telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar derivatif kripto.

Hal ini menciptakan efek domino berupa margin call dan penjualan paksa (forced selling), yang menjelaskan mengapa penurunan harga berlangsung begitu cepat dan mengapa altcoin mengalami koreksi yang jauh lebih dalam dibandingkan Bitcoin.

Minimnya penopang beli di pasar membuat harga aset kripto sangat rentan terhadap volatilitas ekstrem.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Caviar Rilis iPhone 17 Pro Bitcoin Edition Berlapis Emas, Harga Tembus Rp 1,1 Miliar

Caviar Rilis iPhone 17 Pro Bitcoin Edition Berlapis Emas, Harga Tembus Rp 1,1 Miliar

Tekno | Selasa, 18 November 2025 | 17:39 WIB

Pasar Kripto Goyang, Bitcoin Anjlok 30 Persen di Bawah USD90.000

Pasar Kripto Goyang, Bitcoin Anjlok 30 Persen di Bawah USD90.000

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 14:01 WIB

Harga Bitcoin Tertekan Menuju Level Kritis, Bearish atau Peluang Akumulasi Penguatan?

Harga Bitcoin Tertekan Menuju Level Kritis, Bearish atau Peluang Akumulasi Penguatan?

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 17:53 WIB

Terkini

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:38 WIB

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:29 WIB

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 21:26 WIB

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:18 WIB

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:17 WIB

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 21:07 WIB

Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus

Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 21:02 WIB

4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi

4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 20:59 WIB

×