Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Harga Emas Antam Semakin Mahal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.364.000 per Gram

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 20 November 2025 | 09:28 WIB
Harga Emas Antam Semakin Mahal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.364.000 per Gram
2.364.000 per gram
  • Harga emas Antam per 20 November 2025 untuk ukuran satu gram mencapai Rp 2.364.000, naik Rp 21.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga beli kembali (buyback) emas Antam pada hari Kamis tersebut juga mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 21.000 per gram.
  • Harga emas dunia menyentuh USD 4.110 akibat sentimen ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat menjelang rilis data Nonfarm Payrolls.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 20 November 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.364.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas antam itu lagi-lagi naik Rp 21.000 dibandingkan hari Rabu, 19 November 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.225.000 per gram.

Harga buyback itu kembali melonjak Rp 21.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.

Ilustrasi etalase emas batangan yang diproduksi PT Antam terus bergerak naik. [ANTARA/ Suriani Mappong]
Ilustrasi etalase emas batangan yang diproduksi PT Antam terus bergerak naik. [ANTARA/ Suriani Mappong]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.232.000
  • Emas 1 Gram Rp 2.364.000
  • Emas 2 gram Rp 4.668.000
  • Emas 3 gram Rp 6.977.000
  • Emas 5 gram Rp 11.595.000
  • Emas 10 gram Rp 23.135.000
  • Emas 25 gram Rp 57.712.000
  • Emas 50 gram Rp 115.345.000
  • Emas 100 gram Rp 230.612.000
  • Emas 250 gram Rp 576.265.000
  • Emas 500 gram Rp 1.151.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.304.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Terus Merangkak Naik

Harga emas dunia kembali bergerak positif pada awal perdagangan Kamis (waktu Asia). Mengutip FXStreet, harga emas dunia menarik minat pembeli hingga menyentuh kisaran USD 4.110 di tengah meningkatnya sentimen kehati-hatian dan ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat.

Penguatan ini terjadi menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk bulan September yang akan dipublikasikan Kamis malam. Para pelaku pasar menempatkan perhatian besar pada data tersebut karena berpotensi memberikan sinyal baru terkait arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Menurut laporan FXStreet, meningkatnya ketidakpastian ekonomi, termasuk penundaan laporan ketenagakerjaan utama akibat penutupan pemerintah AS baru-baru ini, membuat Fed semakin sulit menilai kondisi pasar tenaga kerja. Situasi itu pada akhirnya mendorong permintaan aset aman seperti emas.

“Laporan ketenagakerjaan bulan September yang tertunda dapat memberikan wawasan tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS dan memberikan lebih banyak petunjuk tentang arah suku bunga AS,” tulis FXStreet.

Jika data NFP keluar lebih lemah dari perkiraan, peluang penurunan suku bunga pada Desember dapat meningkat, sehingga memberi dorongan tambahan bagi harga emas. Suku bunga yang lebih rendah membuat biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih rendah.

Namun sebaliknya, meredanya ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga Fed bulan depan dapat memicu tekanan jual pada emas. Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 28–29 Oktober menunjukkan pejabat Fed masih terbelah dan berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga ke depan.

Meski komite memutuskan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, keputusan itu tidak bulat. Sebagian anggota bahkan menolak penurunan lanjutan pada pertemuan Desember. Kini pasar memperkirakan probabilitas penurunan suku bunga bulan depan tinggal sekitar 30 persen, turun dari 60 persen pekan lalu, berdasarkan perangkat CME FedWatch.

Dengan tingginya ketidakpastian, pasar diperkirakan akan bergerak dinamis hingga rilis data tenaga kerja AS keluar. Harga emas pun masih berpotensi volatile dalam beberapa sesi ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas UBS dan Galeri 24 Kompak Naik Signifikan Jadi Rp 2,4 Jutaan

Harga Emas UBS dan Galeri 24 Kompak Naik Signifikan Jadi Rp 2,4 Jutaan

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 08:13 WIB

Emas Antam Tiba-tiba Meroket, Harganya Dibanderol Rp 2.343.000 per Gram

Emas Antam Tiba-tiba Meroket, Harganya Dibanderol Rp 2.343.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 09:25 WIB

Harga Emas Galeri 24 Pegadaian dan UBS Kompak Turun Hari Ini, Kecuali Antam

Harga Emas Galeri 24 Pegadaian dan UBS Kompak Turun Hari Ini, Kecuali Antam

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 08:16 WIB

Terkini

Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur

Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:24 WIB

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:02 WIB

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:00 WIB

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:52 WIB

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:39 WIB

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:38 WIB

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:06 WIB

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:36 WIB