- IHSG rawan turun, support terdekat diproyeksi di level 5.899.
- Analis nilai tren IHSG masih bearish meski ada peluang rebound.
- ADRO, EXCL, KLBF, hingga PGEO jadi saham pilihan analis.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa (26/5/2026), setelah sehari sebelumnya berhasil ditutup menguat ke level 6.206.
Tekanan pasar dinilai masih membayangi pergerakan indeks, meski sejumlah analis melihat peluang rebound terbatas dalam jangka pendek. Pelaku pasar pun diminta mencermati area support penting yang berpotensi menjadi penentu arah IHSG hari ini.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dan berpotensi menguji area support terdekat di level 5.899.
“Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguji area support 5.899,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Menurut dia, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support 5.996 dan 5.899, dengan area resistance berada di level 6.318 hingga 6.459.
Di tengah potensi pelemahan tersebut, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati investor, yakni ADRO, ELSA, EXCL, dan INDY.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan rebound terbatas pada perdagangan hari ini.
“IHSG berpotensi menguat ke area 6.279-6.323, namun tren utama masih bearish dengan resistance kuat di level 6.587,” ujar Ivan.
Ivan memproyeksikan IHSG bergerak dengan support di level 5.911, 5.673, dan 5.439. Sedangkan area resistance diperkirakan berada di level 6.459, 6.587, 6.787, hingga 7.001.
Ia juga merekomendasikan dua saham pilihan yang layak diperhatikan investor, yakni KLBF dan PGEO.
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (25/5/2026), IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke posisi 6.206. Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan volume mencapai 25,64 juta saham dan nilai transaksi sebesar Rp16,93 triliun.
Sebanyak 498 saham ditutup menguat, sementara 243 saham melemah dan 218 saham stagnan. Adapun saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain GRIA, LAJU, TALF, RONY, dan BBHI.