Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Keponakan Luhut Sebut RI Bakal Dibanjiri Investor Asing pada 2026, China Mendominasi

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 20 November 2025 | 10:08 WIB
Keponakan Luhut Sebut RI Bakal Dibanjiri Investor Asing pada 2026, China Mendominasi
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir. Foto: Fadil-Suara.com
  • Danantara berfokus bawa lebih banyak investor asing di 2026.

  • Tujuannya ciptakan momentum dan kepercayaan investasi di RI.

  • Proyek Waste-to-Energy menarik 200+ perusahaan, buktikan minat global.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersiap menjadi magnet utama bagi modal asing pada tahun 2026.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, secara tegas menyatakan bahwa fokus utama lembaga tersebut adalah menciptakan confidence (kepercayaan) dan membawa lebih banyak investasi dari luar negeri demi mendukung program prioritas pemerintah.

Pandu, yang juga dikenal sebagai keponakan dari mantan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut masuknya modal asing adalah kunci untuk menciptakan momentum investasi yang kuat di Indonesia.

"2026 fokus kita di Danantara memang mendukung program pemerintah. Dan juga yang paling penting lagi menciptakan confidence. Jadi memang kita harus bisa membawa investment-investment dari luar negeri ini penting untuk bisa menciptakan confidence itu dan juga momentum investment ke dalam Indonesia," kata Pandu Sjahrir disela-sela acara Business Forum yang digelar di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Pandu Sjahrir menunjukkan bukti konkret betapa tingginya minat asing terhadap proyek-proyek strategis di bawah pengelolaan Danantara, terutama di sektor energi baru dan terbarukan (EBT).

Ia mencontohkan, proyek Waste-to-Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi, yang menjadi salah satu primadona. Dari total 33 proyek yang direncanakan, Danantara memulai dengan delapan proyek tahap pertama. Antusiasme investor luar biasa dimana ada 200 perusahaan yang menyatakan ketertarikan.

Kini, Danantara telah memilih 24 perusahaan yang akan memasuki tahap final bidding untuk proyek WtE gelombang pertama.

"Jadi kalau lihat seperti contoh Waste-to-Energy, kita kan ada 33 proyek yang announce kita mulai dulu dengan 8 proyek, itu pun ada 200 perusahaan yang tertarik sekarang sudah kita sudah pilih 24 perusahaan yang sudah kita publish yang akan masuk final bidding," kata Pandu.

Pandu menambahkan bahwa tahap kedua proyek WtE akan segera diumumkan. Tingginya minat ini menjadi sinyal positif bahwa pasar global menaruh kepercayaan besar pada stabilitas dan prospek bisnis jangka panjang di Indonesia, terutama yang dikelola oleh lembaga sekelas Danantara.

Sebelumnya, Managing Director Investment Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan, 24 perusahaan tahap final berasal dari asing. Hal ini memang disengaja untuk mencari pemain yang sudah pengamalan berkecimpung di proyek sampah jadi listrik ini.

"Dari Jepang, dari China, dari Eropa. Kenapa? Karena memang di batch 1 ini kita mau buat tender-nya cukup cepat. Karena itu kita cari pemain yang memang sudah berpengalaman. Kebetulan, karena memang di Indonesia kan belum ada yang incineration," ujarnya.

Stefanus menyebut, 24 perusahaan itu akan fokus menggarap proyek waste-to-energy di tujuh kota, yaitu Bali, Yogyakarta, Bogor, Tangerang, Kota Semarang, Bekasi, dan Medan.

Akan tetapi, dia menjelaskan, perusahaan asing tidak berdiri sendiri menggarap proyek tersebut, karena akan diwajibkan menggandeng perusahaan lokal.

"Mereka kita akan minta untuk mencari partner lokal juga, untuk membentuk konsorsium," katanya.

Adapun daftar 24 perusahaan asing yang akan menggarap proyek waste-to-energy:

  1. China Everbright Environment Group Limited (China)
  2. PT MCC Technology Indonesia (MCC) (China)
  3. China National Environmental Protection Group Co., Ltd (CECEP) (China)
  4. GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. (China)
  5. Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd (China)
  6. Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd (China)
  7. SUS Indonesia Holding Limited (China)
  8. Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd (China)
  9. CEVIA Enviro Inc. (China)
  10. China Conch Venture Holding Limited (China)
  11. China TianYing Inc (China)
  12. PT Jinjiang Environment Indonesia (China)
  13. Wangneng Environment Co., Ltd (China)
  14. Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd (China)
  15. Beijing China Sciences Runyu Environmental Technology Co.,Ltd. (CSET) (China)
  16. Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd (China)
  17. Grandblue Environment Co., Ltd (China)
  18. Beijing GeoEnviron Engineering & Technology, Inc (China)
  19. Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd (China)
  20. QiaoYin City Management Co., Ltd (China)
  21. Kanadevia Corporation (Jepang)
  22. Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering (Jepang)
  23. ITOCHU Corporation (Jepang)
  24. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Prancis)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Perubahan Rencana, Daftar Lengkap Penggunaan Dana Rp 23,67 Triliun Garuda Indonesia

Ada Perubahan Rencana, Daftar Lengkap Penggunaan Dana Rp 23,67 Triliun Garuda Indonesia

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 09:38 WIB

Bos Danantara Geleng-geleng, Dari Ribuan BUMN Hanya 8 yang Setor Dividen Jumbo

Bos Danantara Geleng-geleng, Dari Ribuan BUMN Hanya 8 yang Setor Dividen Jumbo

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 09:06 WIB

Sinopsis Burning Night, Drama China Terbaru Wang Yu Wen di Youku

Sinopsis Burning Night, Drama China Terbaru Wang Yu Wen di Youku

Your Say | Rabu, 19 November 2025 | 18:15 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB