Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Awas! Lebih dari 3.000 Bus Tak Layak Jalan di Momen Libur Nataru

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 20 November 2025 | 14:22 WIB
Awas! Lebih dari 3.000 Bus Tak Layak Jalan di Momen Libur Nataru
Ilustrasi pemeriksaan atau Rampcheck Bus pariwisata. [Dokumentasi Kemenhub].
  • Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat melaksanakan rampcheck bus menjelang Nataru 2025/2026 untuk menjamin standar keselamatan transportasi penumpang.
  • Hingga 19 November 2025, telah diperiksa 24.790 bus, melebihi target awal 15.000, dengan fokus pemeriksaan di terminal dan area wisata.
  • Sebanyak 17.165 bus dinyatakan laik operasi, sementara ratusan lainnya dikenai sanksi administratif maupun teknis hingga pencabutan izin operasional.

Suara.com - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mulai melakukan pemeriksaan kelaikan bus atau rampcheck terhadap bus-bus menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. 

Tujuannya, untuk memastikan seluruh angkutan penumpang memenuhi standar keselamatan sebelum memasuki periode puncak perjalanan akhir tahun.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengungkapkan pemeriksaan tahun ini jauh melampaui target. Pada tahun ini, Kemenhub menargetkan 15.000 kendaraan dilakukan rampcheck.

Daftar Harga Tiket Bus AKAP Jakarta-Jogja Jelang Mudik Lebaran 2025 (agramasgroup.com)
Daftar Harga Tiket Bus AKAP Jakarta-Jogja Jelang Mudik Lebaran 2025 (agramasgroup.com)

"Hingga tanggal 19 November kemarin pukul 2 siang, sudah diperiksa sebanyak 24.790 armada bus. Artinya ini sudah melebihi target yang ditetapkan," ujar Aan dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).

Menurut Aan, inspeksi akan terus dilakukan secara intensif hingga 2 Januari 2026 Pemeriksaan ini melibatkan seluruh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang disiagakan sejak 7 November lalu.

Dari total kendaraan yang telah diperiksa, sebanyak 17.165 unit atau 69,24 persen dinyatakan layak beroperasi. Sementara 4.250 unit atau 17,14 persen diberikan peringatan karena ditemukan pelanggaran teknis penunjang.

Selain itu, terdapat 791 unit atau 3,19 persen yang ditilang dan dilarang beroperasi karena melanggar aturan administrasi. 

Bahkan, 2.584 unit atau 10,42 persen dicabut izin operasionalnya akibat pelanggaran teknis utama yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

Adapun jenis kendaraan yang diperiksa didominasi oleh bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 10.793 unit atau 82 persen. Selain itu, ada 1.163 unit bus AKAP (9 persen), 717 bus pariwisata (5 persen), dan 485 unit kendaraan lainnya (4 persen).

"Pemeriksaan kendaraan bus ini kita fokuskan di empat titik yaitu di Terminal Tipe A, Pool - Pool Bus, lokasi rawan kecelakaan menuju lokasi wisata dan lokasi - lokasi wisata," terangnya.

Ia menegaskan, rampcheck merupakan langkah preventif penting untuk mendeteksi potensi kerusakan armada sebelum digunakan masyarakat dalam jumlah besar.

Pemeriksaan menyeluruh ini, lanjut Aan, diharapkan mampu menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas selama periode libur panjang.

Lebih lanjut, Aan mengimbau pemilik perusahaan otobus (PO) untuk mengutamakan keamanan armada mulai dari kelayakan teknis, kondisi pengemudi, hingga kelengkapan administrasi kendaraan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Hotel Cari Peruntungan di Liburan Akhir Tahun

BUMN Hotel Cari Peruntungan di Liburan Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 09:04 WIB

Suara Penumpang Menentukan: Ajang Perdana Penghargaan untuk Operator Bus Tanah Air

Suara Penumpang Menentukan: Ajang Perdana Penghargaan untuk Operator Bus Tanah Air

Bisnis | Sabtu, 15 November 2025 | 17:15 WIB

Pertamina Bentuk Satgas Nataru Demi Pastikan Ketersediaan dan Pelayanan BBM

Pertamina Bentuk Satgas Nataru Demi Pastikan Ketersediaan dan Pelayanan BBM

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 12:08 WIB

Terkini

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:24 WIB

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:16 WIB

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:04 WIB

Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia

Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00 WIB

Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun

Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:54 WIB

Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026

Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:50 WIB

Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja

Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:45 WIB