Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB
Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini
Bank Dunia atau World Bank resmi merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026. Foto Alvian-Suara.com
baca 10 detik
  • World Bank pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 jadi 4,7% akibat harga minyak dan sentimen risk-off.
  • Revisi ini turun dari proyeksi Oktober 2025 yang sebelumnya berada di angka 4,8%.
  • Ekspor komoditas dan investasi pemerintah jadi bantalan peredam guncangan ekonomi global.

Suara.com - Mimpi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8% tampaknya akan menemui batu kerikil.

Pasalnya, Bank Dunia atau World Bank resmi merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026. Dalam laporan terbaru bertajuk East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan melambat ke level 4,7%.

Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi Bank Dunia pada Oktober 2025 yang sebelumnya mematok angka 4,8%. Penurunan ini dipicu oleh dinamika global yang kian menantang bagi pasar negara berkembang.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat menjadi 4,7%, seiring tekanan dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya sentimen kehati-hatian investor (risk-off)," tulis World Bank dalam laporannya, dikutip Kamis (9/4/2026).

Laporan tersebut menggarisbawahi dua faktor utama yang menjadi "rem" bagi ekspansi ekonomi domestik. Pertama, kenaikan biaya energi dunia menambah beban fiskal dan menekan daya beli.

Kedua, investor di pasar keuangan internasional cenderung lebih berhati-hati, yang memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang ke aset yang lebih aman (safe haven).

Kendati dibayangi awan mendung, World Bank menilai Indonesia masih memiliki napas lega. Status Indonesia sebagai eksportir komoditas utama menjadi bantalan (buffer) yang kuat untuk meredam guncangan.

Pendapatan dari ekspor komoditas dinilai mampu menutup kenaikan biaya energi akibat melambungnya harga minyak. Tak hanya Indonesia, Malaysia juga diprediksi akan mendapatkan manfaat serupa dari windfall ekspor ini.

"Pendapatan dari ekspor komoditas serta berbagai inisiatif investasi yang dipimpin oleh pemerintah diperkirakan akan sebagian meredam dampak negatif tersebut," lanjut laporan tersebut.

baca juga

Dengan sokongan investasi pemerintah yang tetap masif, tekanan terhadap perekonomian domestik diperkirakan tidak akan sepenuhnya melumpuhkan target pertumbuhan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila

Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila

News | Kamis, 09 April 2026 | 12:40 WIB

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun

Video | Kamis, 09 April 2026 | 12:00 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:23 WIB

Terkini

Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!

Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!

Surakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Uji 15 Calon Dewas RRI, Novita Hardini Soroti Nasib Honorer di Tengah Efisiensi Anggaran

Uji 15 Calon Dewas RRI, Novita Hardini Soroti Nasib Honorer di Tengah Efisiensi Anggaran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Petite Histoire Indonesia Jilid 3: Menyusuri Kisah yang Luput dari Sejarah

Petite Histoire Indonesia Jilid 3: Menyusuri Kisah yang Luput dari Sejarah

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:45 WIB

25 Shade Lipstik Viva Cosmetics Lengkap untuk Berbagai Look Makeup

25 Shade Lipstik Viva Cosmetics Lengkap untuk Berbagai Look Makeup

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren, DPR Ultimatum Kemenag: Cabut Izin yang Lalai Lindungi Santri!

Kekerasan Seksual di Pesantren, DPR Ultimatum Kemenag: Cabut Izin yang Lalai Lindungi Santri!

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Pertumbuhan Data Center di Indonesia Bawa Persoalan Baru, Apa Dampaknya Pada Energi dan Air?

Pertumbuhan Data Center di Indonesia Bawa Persoalan Baru, Apa Dampaknya Pada Energi dan Air?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Dunia Boleh Terburu-buru, sedangkan Aku Hanya Ingin Membaca Pelan-Pelan

Dunia Boleh Terburu-buru, sedangkan Aku Hanya Ingin Membaca Pelan-Pelan

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Revitalisasi Kawasan Kumuh Tanah Abang Tanpa Gusur, Pramono Mau Andalkan AI

Revitalisasi Kawasan Kumuh Tanah Abang Tanpa Gusur, Pramono Mau Andalkan AI

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Soal Peluang Pemakzulan Gibran, MPR: Bolanya Belum di Kami

Soal Peluang Pemakzulan Gibran, MPR: Bolanya Belum di Kami

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:36 WIB

10 Shade Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Sawo Matang Undertone Hangat

10 Shade Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Sawo Matang Undertone Hangat

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:36 WIB

×