Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB
Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini
Bank Dunia atau World Bank resmi merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026. Foto Alvian-Suara.com
  • World Bank pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 jadi 4,7% akibat harga minyak dan sentimen risk-off.
  • Revisi ini turun dari proyeksi Oktober 2025 yang sebelumnya berada di angka 4,8%.
  • Ekspor komoditas dan investasi pemerintah jadi bantalan peredam guncangan ekonomi global.

Suara.com - Mimpi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8% tampaknya akan menemui batu kerikil.

Pasalnya, Bank Dunia atau World Bank resmi merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026. Dalam laporan terbaru bertajuk East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan melambat ke level 4,7%.

Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi Bank Dunia pada Oktober 2025 yang sebelumnya mematok angka 4,8%. Penurunan ini dipicu oleh dinamika global yang kian menantang bagi pasar negara berkembang.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat menjadi 4,7%, seiring tekanan dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya sentimen kehati-hatian investor (risk-off)," tulis World Bank dalam laporannya, dikutip Kamis (9/4/2026).

Laporan tersebut menggarisbawahi dua faktor utama yang menjadi "rem" bagi ekspansi ekonomi domestik. Pertama, kenaikan biaya energi dunia menambah beban fiskal dan menekan daya beli.

Kedua, investor di pasar keuangan internasional cenderung lebih berhati-hati, yang memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang ke aset yang lebih aman (safe haven).

Kendati dibayangi awan mendung, World Bank menilai Indonesia masih memiliki napas lega. Status Indonesia sebagai eksportir komoditas utama menjadi bantalan (buffer) yang kuat untuk meredam guncangan.

Pendapatan dari ekspor komoditas dinilai mampu menutup kenaikan biaya energi akibat melambungnya harga minyak. Tak hanya Indonesia, Malaysia juga diprediksi akan mendapatkan manfaat serupa dari windfall ekspor ini.

"Pendapatan dari ekspor komoditas serta berbagai inisiatif investasi yang dipimpin oleh pemerintah diperkirakan akan sebagian meredam dampak negatif tersebut," lanjut laporan tersebut.

Dengan sokongan investasi pemerintah yang tetap masif, tekanan terhadap perekonomian domestik diperkirakan tidak akan sepenuhnya melumpuhkan target pertumbuhan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila

Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila

News | Kamis, 09 April 2026 | 12:40 WIB

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun

Video | Kamis, 09 April 2026 | 12:00 WIB

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:23 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB