Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Gunung Semeru Erupsi, Gimana Nasib Jadwal Penerbangan?

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 20 November 2025 | 16:48 WIB
Gunung Semeru Erupsi, Gimana Nasib Jadwal Penerbangan?
Ilustrasi Penerbangan. [Dok GIAA].
  • AirNav Indonesia memastikan aktivitas Gunung Semeru pada Kamis (20/11/2025) belum mengganggu operasional penerbangan di sekitar Lumajang dan sekitarnya.
  • Perum LPPNPI menerbitkan ASHTAM dengan status 'Red Code' untuk menginformasikan potensi gangguan navigasi akibat sebaran abu vulkanik signifikan.
  • Meskipun terdapat sebaran abu, tren menunjukkan pergerakan abu vulkanik menjauhi bandara terdekat, dan hasil uji kertas bandara menunjukkan hasil negatif.

Suara.com - Perusahaan Umum  Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia memastikan peningkatan aktivitas Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, belum berdampak pada operasional penerbangan di wilayah sekitarnya. 

Hingga Kamis (20/11/2025), seluruh rute penerbangan dan bandara terdekat masih berjalan normal tanpa penutupan maupun pembatalan penerbangan.

"Sampai informasi ini kami terbitkan, situasinya belum pada kondisi yang memaksa untuk dilakukannya penutupan ruang udara karena ancaman awan abu vulkanik," ujar EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

"Demikian pula dengan bandara-bandara di sekitarnya. Seperti Malang, Banyuwangi, Surabaya dan Yogyakarta, semuanya masih beroperasi normal. Tidak ada bandara yang ditutup dan sejauh ini tidak ada penerbangan yang dibatalkan," sambungnya. 

Warga mengabadikan luncuran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11/2025). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU]
Warga mengabadikan luncuran awan panas Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11/2025). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU]

Meski begitu, AirNav Indonesia tetap mengintensifkan pemantauan terhadap pergerakan abu vulkanik dan potensi gangguan terhadap jalur penerbangan. Hermana menyebut, perkembangan kondisi terus diperbarui melalui penerbitan ASHTAM.

"Update terakhir adalah ASHTAM nomor VAWR6038 yang kami rilis melalui International NOTAM Office AirNav Indonesia pada 20 November 2025, pukul 02:00 UTC (09.00 WIB)," imbuh Hermana.

Berpotensi Ganggu Penerbangan

Dalam ASHTAM tersebut, Gunung Semeru berada pada status 'Red Code', menandakan aktivitas letusan yang signifikan dan berpotensi mengganggu navigasi penerbangan. 

Laporan itu mencatat adanya sebaran abu di dua level berbeda—yakni pada ketinggian hingga FL150 (±4.500 meter) yang bergerak ke tenggara dengan kecepatan 5 knot, serta abu di level lebih tinggi hingga FL450 (±13.500 meter) yang terbawa angin ke barat daya dengan kecepatan 15 knot.

Hermana menjelaskan, ASHTAM merupakan bentuk pemberitahuan khusus terkait aktivitas vulkanik yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. 

"ASHTAM kami rilis kepada seluruh stakeholders yang berkepentingan, baik di dalam maupun luar negeri. Masa berlakunya 24 jam, hingga ada pemberitahuan lebih lanjut," jelasnya.

Dokumen itu menjadi acuan kunci bagi maskapai, pilot, dan pengendali lalu lintas udara dalam menentukan mitigasi maupun penyesuaian rute.

Informasi teknis di dalamnya dihimpun dari berbagai sumber, termasuk citra satelit Himawari-8, kamera pemantau, dan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Pada pemantauan terakhir sebelum ASHTAM diterbitkan, abu pada ketinggian tinggi sulit terlihat akibat tutupan awan, namun model pergerakan menunjukkan intensitasnya dapat melemah dalam beberapa jam ke depan.

Sementara itu, abu pada level rendah masih terdeteksi bergerak ke arah tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semeru 'Batuk' Keras, Detik-detik Basarnas Kawal 187 Pendaki Turun dari Zona Bahaya

Semeru 'Batuk' Keras, Detik-detik Basarnas Kawal 187 Pendaki Turun dari Zona Bahaya

News | Kamis, 20 November 2025 | 14:01 WIB

Benarkah Gunung Semeru Adalah Paku Pulau Jawa? Inilah Sejarah dan Legendanya

Benarkah Gunung Semeru Adalah Paku Pulau Jawa? Inilah Sejarah dan Legendanya

Lifestyle | Kamis, 20 November 2025 | 12:57 WIB

Berkaca dari Erupsi Semeru, Ini Tindakan yang Wajib Dilakukan saat Gunung Api Meletus

Berkaca dari Erupsi Semeru, Ini Tindakan yang Wajib Dilakukan saat Gunung Api Meletus

Lifestyle | Kamis, 20 November 2025 | 13:15 WIB

Terkini

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 03:31 WIB

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 22:25 WIB

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 20:29 WIB

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:59 WIB

Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi

Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:55 WIB

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:30 WIB

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 16:05 WIB

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 15:20 WIB

Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal

Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 14:10 WIB