Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Mulai Malam Ini Pemerintah Resmi Kasih Diskon Tiket Kereta hingga Pesawat Besar-besaran

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 20 November 2025 | 20:01 WIB
Mulai Malam Ini Pemerintah Resmi Kasih Diskon Tiket Kereta hingga Pesawat Besar-besaran
Ilustrasi tiket pesawat. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Pemerintah Diskon Besar Tiket Transportasi Udara, Kereta, Laut mulai malam ini.
  • Diskon tiket 2025/2026 dorong mobilitas 7,7 juta penumpang, picu ekonomi.
  • PPN pesawat diskon, KAI/PELNI 30%/20%, dan libur sekolah serentak dukung peak season Nataru.

Suara.com - Pemerintah secara resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi akhir tahun dengan fokus pada Program Diskon Tiket Transportasi besar-besaran selama periode Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Program ini ditujukan untuk memantik gairah pertumbuhan ekonomi nasional dengan mendorong mobilitas dan daya beli masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah arahan langsung Presiden untuk menjadikan layanan transportasi lebih terjangkau.

“Mobilitas masyarakat merupakan komponen yang sangat penting dan berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga perlu dioptimalkan selama masa libur Nataru 2025/2026 ini,” ujar Menko Airlangga, Kamis (20/11/2025).

Dasar hukum pelaksanaan diskon ini telah diterbitkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri/Kepala Badan pada 28 Oktober 2025. SKB ini menugaskan BUMN Sektor Transportasi untuk memberikan potongan harga tiket secara serentak mulai Jumat, 21 November 2025, pukul 00.01 WIB.

Secara keseluruhan, program ini menargetkan total mobilitas hingga lebih dari 6 Juta penumpang di seluruh moda transportasi, menjadikannya stimulus mobilitas terbesar jelang akhir tahun.

Untuk mengoptimalkan diskon transportasi ini, Kemenko Perekonomian telah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Kemendikdasmen.

Sektor Pendidikan: Mayoritas provinsi telah menetapkan libur semester ganjil antara 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, waktu yang sangat sinkron dengan periode diskon tiket.

Sektor Pariwisata: Sebanyak 42 Calender Events, mulai dari Festival Pesona Minangkabau, JogjaROCKarta Festival, hingga GWK Bali Countdown 2026, telah dipetakan di tiga destinasi utama (Jakarta, Yogyakarta, Bali) untuk menarik kunjungan wisatawan domestik.

baca juga

Menko Airlangga Hartarto berharap, dengan kepastian diskon dan jadwal libur sekolah yang jelas, masyarakat dapat merencanakan liburan keluarga lebih awal.

"Dengan demikian masyarakat diharapkan sudah bisa mulai melakukan pemesanan tiket kereta api, kapal laut, dan angkutan penyeberangan sesuai dengan rencana liburannya," pungkas Airlangga.

Program Diskon Tiket Transportasi pada Libur Nataru 2025/2026 ini mempunyai besaran dan target jumlah penumpang yang berbeda untuk setiap moda transportasi yang akan digunakan masyarakat:

1) Diskon Tiket Kereta Api (PT KAI)

Diskon tiket sebesar 30% dari harga tiket untuk perjalanan kereta ekonomi komersil (156 KA Reguler dan 26 KA Tambahan).

Diskon akan diberikan kepada 1.509.080 penumpang.

Pembelian tiket dilakukan melalui seluruh channel resmi penjualan tiket PT KAI.

2) Diskon Tarif Dasar Angkutan Laut (PT PELNI)

Diskon tiket angkutan laut sebesar 20% dari tarif dasar (setara 16%-18% dari total harga tiket) bagi penumpang kapal kelas ekonomi.

Diskon akan diberikan kepada 405.881 penumpang.

Pembelian tiket dilakukan melalui seluruh channel resmi penjualan tiket PT PELNI.

3) Diskon Tarif Angkutan Penyeberangan (PT ASDP Indonesia Ferry)

Diskon tiket angkutan penyeberangan berupa 100% tarif jasa kepelabuhanan (setara diskon riil rata-rata 19% dari tarif terpadu) yang berlaku pada 8 lintasan pada 16 pelabuhan.

Diskon akan diberikan kepada 227.560 penumpang dan 491.776 kendaraan atau setara dengan 2,34 juta penumpang.

Pembelian tiket dilakukan melakukan aplikasi Ferizy.

4) Diskon Tiket Pesawat Udara

Diskon tiket pesawat berkisar 13%-14% dari harga tiket, yang merupakan akumulasi dari berbagai komponen penurunan biaya.

Diskon akan diberikan kepada sekitar 3,59 juta penumpang.

Selain itu, juga ditetapkan kebijakan perpanjangan jam operasi bandar udara, untuk memperkuat kelancaran mobilitas selama masa liburan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Negara Dibikin Pusing Soal Ekspansi Layanan QRIS

Banyak Negara Dibikin Pusing Soal Ekspansi Layanan QRIS

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 19:44 WIB

Menko Airlangga Buka Peluang Swasta Bisa Ikut Impor BBM dan LPG dari AS

Menko Airlangga Buka Peluang Swasta Bisa Ikut Impor BBM dan LPG dari AS

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 19:35 WIB

Menko Airlangga: Ekonomi Digital Indonesia Bakal Melejit 6 Kali Lipat, Tembus Rp9.000 Triliun!

Menko Airlangga: Ekonomi Digital Indonesia Bakal Melejit 6 Kali Lipat, Tembus Rp9.000 Triliun!

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 18:54 WIB

Terkini

Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit

Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:42 WIB

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:41 WIB

Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%

Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:08 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:33 WIB

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:20 WIB

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:15 WIB

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:13 WIB

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:44 WIB

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:37 WIB

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:40 WIB

×