Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Emas Antam Terpeleset Jatuh Jelang Akhir Pekan, Cek Rincian Harganya

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 21 November 2025 | 09:01 WIB
Emas Antam Terpeleset Jatuh Jelang Akhir Pekan, Cek Rincian Harganya
Pegawai menata kepingan emas yang dijual di Kantor Pegadaian Cabang di Kota Bengkulu, Bengkulu, Rabu (9/4/2025). [ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/tom]
  • Harga emas Antam 1 gram pada Jumat, 21 November 2025 adalah Rp 2.348.000, turun Rp 16.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga buyback emas Antam per gram juga mengalami penurunan sebesar Rp 16.000 dibandingkan harga hari Kamis.
  • Emas dunia stabil di dekat USD 4.080 per ons karena data NFP AS kuat menekan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 21 November 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.348.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas antam itu merosot Rp 16.000 dibandingkan hari Kamis, 20 November 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.209.000 per gram.

Harga buyback itu ikutan turun Rp 16.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.

ilustrasi harga emas antam turun hari ini. (Antara)
ilustrasi harga emas antam turun hari ini. (Antara)

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.224.000
  • Emas 1 Gram Rp 2.348.000
  • Emas 2 gram Rp 4.636.000
  • Emas 3 gram Rp 6.929.000
  • Emas 5 gram Rp 11.515.000
  • Emas 10 gram Rp 22.975.000
  • Emas 25 gram Rp 57.312.000
  • Emas 50 gram Rp 145.545.000
  • Emas 100 gram Rp 229.602.000
  • Emas 250 gram Rp 572.265.000
  • Emas 500 gram Rp 1.144.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.288.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Stabil

Harga emas dunia bergerak stabil pada awal sesi Asia, Jumat, dan bertahan di dekat level USD 4.080 per ons. Mengutip FXStreet, pergerakan logam mulia ini tampak terbatas setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan kembali menekan peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Laporan terbaru menunjukkan sektor tenaga kerja AS masih cukup solid. Nonfarm Payrolls (NFP) naik 119.000 lapangan kerja pada September, berbalik dari revisi penurunan 4.000 pada Agustus. Angka tersebut jauh di atas ekspektasi pasar yakni 50.000.

Sementara itu, tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,4 persen, naik tipis dari 4,3 persen pada bulan sebelumnya. Data ini dirilis terlambat akibat penutupan sementara pemerintah AS.

Kondisi tersebut membuat investor menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed bulan depan. Penguatan data tenaga kerja turut mendorong dolar AS menguat, sehingga menekan harga komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember hanya sekitar 39 persen.

Analis juga menilai laporan tersebut semakin mengonfirmasi pandangan The Fed mengenai kondisi pasar tenaga kerja yang melambat namun tetap stabil.

"(Data) ini pada dasarnya mengonfirmasi apa yang dibahas The Fed pada bulan Oktober, pasar tenaga kerja yang melambat namun stabil. Pemangkasan suku bunga pada bulan Desember kini tampaknya semakin tidak mungkin," ujar Peter Grant, Wakil Presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, menegaskan tekanan yang dihadapi emas.

Di sisi lain, pasar kini menantikan rilis data ekonomi lainnya, yakni PMI Global S&P AS serta Indeks Sentimen Konsumen Michigan, yang akan dirilis Jumat malam waktu AS. Tanda-tanda pelemahan ekonomi bisa kembali mendorong minat terhadap emas sebagai aset safe haven.

Permintaan emas global juga masih mendapat sokongan dari aksi beli bank sentral. Bank Rakyat China (PBOC) tercatat menambah 1,2 ton emas pada September, sekaligus menandai pembelian ke-12 berturut-turut pada Oktober.

Dengan kombinasi tekanan dari dolar dan potensi dukungan dari data ekonomi global, pasar emas diperkirakan akan tetap volatile sambil menunggu arah kebijakan moneter The Fed berikutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Hari Ini Naik! Logam Mulia di Pegadaian Mulai Tarik Minat Pembeli

Harga Emas Hari Ini Naik! Logam Mulia di Pegadaian Mulai Tarik Minat Pembeli

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 07:25 WIB

Harga Emas Antam Semakin Mahal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.364.000 per Gram

Harga Emas Antam Semakin Mahal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.364.000 per Gram

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 09:28 WIB

Harga Emas UBS dan Galeri 24 Kompak Naik Signifikan Jadi Rp 2,4 Jutaan

Harga Emas UBS dan Galeri 24 Kompak Naik Signifikan Jadi Rp 2,4 Jutaan

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 08:13 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB