Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Purbaya Heran BTN Minta Tambah Dana SAL Padahal Penyerapan Minim: Aneh Juga Dia

Dicky Prastya | Suara.com

Jum'at, 21 November 2025 | 13:17 WIB
Purbaya Heran BTN Minta Tambah Dana SAL Padahal Penyerapan Minim: Aneh Juga Dia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai mengadakan konferensi pers APBN Kita di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (20/11/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Menkeu Purbaya heran BTN minta tambahan dana SAL padahal baru serap 41 persen dari Rp 25 triliun yang sudah diberikan.
  • Pemerintah tambah Rp 76 triliun ke bank lain karena penurunan base money, tapi BTN belum dapat karena belum kirim surat.
  • Purbaya akan pertimbangkan tambahan dana untuk BTN jika surat permintaan resmi sudah diterima.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan permintaan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN yang meminta tambahan penempatan dana SAL dari pemerintah.

Diketahui Menkeu Purbaya sudah menggelontorkan kas pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke Himpunan Bank Negara (Himbara) pada 12 September 2025. Bank Mandiri mendapatkan Rp 55 triliun, BRI Rp 55 triliun, BNI Rp 55 triliun, BTN Rp 25 triliun, dan BSI Rp 10 triliun.

Purbaya mengungkapkan kalau dari dana tersebut, Bank Mandiri dan BRI sudah menyerap 100 persen. Lalu BNI 68 persen, BTN 41 persen, dan BSI 99 persen.

"Kalau di record kita, dari Rp 55 triliun pertama, penyerapannya di Mandiri 100 persen sudah disalurkan, BRI 100 persen, BNI 68 persen, BTN baru 41 persen. Kenapa dia minta lagi ya? Aneh juga dia," ungkap Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Bendahara Negara lalu mengatakan kalau pertumbuhan base money per Oktober 2025 mulai menurun 7,7 persen dibanding akhir September yang mencapai 13,3 persen.

Berangkat dari sana, Purbaya memutuskan untuk menambah anggaran ke sejumlah bank dengan total Rp 76 triliun. Rincinya Rp 25 triliun ke Bank Mandiri, Rp 25 triliun ke BRI, Rp 25 triliun ke BNI, dan Rp 1 triliun ke Bank Jakarta.

"Yang BTN belum kita salurkan kenapa, karena suratnya belum sampai. Jadi baru akan mau kelihatannya," lanjut Purbaya.

Kendati begitu Purbaya bakal mempertimbangkan untuk menambah penempatan dana SAL ke BTN apabila mereka sudah melayangkan surat.

"Tapi kalau sampai ke kita, kita lihat, kita assess, kita pertimbangkan untuk tambah," jelasnya.

Sebelumnya diwartakan Dirut BTN Nixon LP Napitupulu mengaku sudah mengirim surat ke pemerintah untuk meminta tambahan penempatan dana pemerintah atau SAL antara Rp5 triliun sampai Rp10 triliun.

Permintaan ini disampaikan setelah Kementerian Keuangan menyalurkan SAL jilid 2 ke beberapa bank Himbara dan Bank DKI. Adapun BTN mendapat jatah saat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyalurkan SAL jilid 1 dengan jumlah Rp 25 triliun.

Nixon mengeklaim duit pemerintah itu sudah hampir sepenuhnya terserap, sejak pertama kali diberikan pada awal September lalu.

“Kami lagi mengajukan surat. Tapi belum tahu disetujui atau tidak. Namanya usaha kan boleh saja. Kita ingin minta tambahan antara Rp5 triliun-Rp10 triliun jika mungkin,” kata Nixon usai agenda RUPSLB di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Nixon lebih lanjut mengatakan dana pemerintah jilid 1 yang ditempatkan di BTN sebesar Rp25 triliun akan sepenuhnya terserap pada November 2025. Per awal bulan ini, sekitar Rp24,7 triliun telah disalurkan sebagai kredit.

Ia mengatakan bahwa tambahan penempatan saldo anggaran lebih (SAL) diharapkan bisa mendukung kredit sektor perumahan yang masih ekspansi pada November hingga Desember tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Bank BUMN Rontok Serempak, Investor Cuek usai Menkeu Purbaya Suntik Rp76 T

Saham Bank BUMN Rontok Serempak, Investor Cuek usai Menkeu Purbaya Suntik Rp76 T

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 12:41 WIB

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,04% Q3 2025, Belanja Pemerintah Ikut Ngegas

Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,04% Q3 2025, Belanja Pemerintah Ikut Ngegas

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 12:03 WIB

Alasan Menkeu Purbaya Ngotot Gali Pajak dari Ekspor Emas

Alasan Menkeu Purbaya Ngotot Gali Pajak dari Ekspor Emas

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 09:15 WIB

Kisi-Kisi Pelatih Timnas Indonesia Akhirnya Dibocorkan Sumardji

Kisi-Kisi Pelatih Timnas Indonesia Akhirnya Dibocorkan Sumardji

Bola | Kamis, 20 November 2025 | 21:17 WIB

Bos Djarum Victor Hartono Terseret Kasus Dugaan Korupsi Tax Amnesty, Purbaya: Bukan Zaman Sekarang!

Bos Djarum Victor Hartono Terseret Kasus Dugaan Korupsi Tax Amnesty, Purbaya: Bukan Zaman Sekarang!

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 20:24 WIB

Soal Kenaikan Gaji ASN di 2026, Kemenkeu: Belum Ada Keputusan Apapun!

Soal Kenaikan Gaji ASN di 2026, Kemenkeu: Belum Ada Keputusan Apapun!

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 19:45 WIB

Terkini

IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346

IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 09:14 WIB

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran

Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:40 WIB

Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara

Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:32 WIB

Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket

Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:21 WIB

UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape

UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:11 WIB

Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbuk

Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbuk

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:02 WIB

BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?

BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB

Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis

Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:54 WIB

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB