Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Viral BBM Bobibos, Kementerian ESDM Jelaskan Langkah Agar Bisa Dijual Bebas

Liberty Jemadu | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 21 November 2025 | 14:43 WIB
Viral BBM Bobibos, Kementerian ESDM Jelaskan Langkah Agar Bisa Dijual Bebas
Bobibos yang diklaim sebagai BBM jenis baru, butuh pengujian yang memakan waktu paling kurang 8 bulan, agar bisa dijual bebas. (Pexels)
  • Produk BBM baru bernama Bobibos, bahan bakar nabati RON 98, belum bisa dipasarkan secara massal kepada publik.
  • Kementerian ESDM menjelaskan prosedur pemasaran BBM baru memerlukan waktu sekitar delapan bulan untuk berbagai pengujian.
  • Pengujian meliputi spesifikasi, kompatibilitas mesin, penyimpanan, kinerja kendaraan, dan uji ketahanan sebelum sertifikasi.

Suara.com - Indonesia dihebohkan dengan produk BBM baru bernama Bobibos, yang diklaim sebagai bahan bakar nabati yang berasal dari tanaman. Produk ini juga diklaim memiliki memiliki kadar Research Octane Number (RON) 98 dan diyakini ramah lingkungan.

Meski demikian, Bobibos belum bisa dipasarkan secara massal. Lantas bagaimana prosedur yang harus dilalui produk BBM baru untuk bisa dipasarkan ke masyarakat?

Juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia memberikan penjelasan secara umum, bagaimana produk BBM baru bisa dipasarkan ke masyarakat.

Lewat akun Instagram miliknya @dwi_anggia, dia menyebut setidaknya terdapat sejumlah prosedur yang harus dilalui dan memakan waktu selama 8 bulan untuk produk BBM baru siap didistribusikan ke masyarakat.

Pertama, uji fisika untuk menentukan spesifikasinya. Dalam proses itu, produk BBM baru akan diuji masuk dalam jenis BBM seperti apa. Setelahnya dilakukan uji kompatibilitas untuk memastikan produk BBM baru tidak mengakibatkan kerusakan pada mesin.

"Ada juga uji penyimpanan, homogenitas, dan juga stabilitas si BBM itu biasanya tiga bulan diuji karakteristiknya," kata Dwi dikutip Suara.com pada Jumat (21/11/2025).

Tak hanya itu, dilakukan uji uji kinerja untuk mengetahui performanya dibandingkan dengan produk BBM yang sudah ada.

"Dan ini dicobain buat semua kendaraan, roda empat sampai roda dua. Dan biasanya dilakukan di daerah yang populasinya agak tinggi," kata Dwi.

Selain itu, masih ada uji ketahanan yang dilakukan selama 1000 jam di laboratorium. Tujuannya untuk melihat apakah karakteristik produk BBM baru berubah atau tidak.

"Terus juga uji jalan 50.000 Km. Minimal itu setengah dari warranty-nya yaitu 10.000 Km. Jadi panjang, prosesnya butuh waktu kurang lebih 8 bulan," kata Dwi.

Setelah melalui sejumlah prosedur itu, produk BBM baru akan dipresentasikan untuk mendapatkan sertifikasi dari Dirjen Migas Kementerian ESDM. Dwi menegaskan sejumlah proses yang harus dilalui bertujuan untuk melindungi masyarakat sebagai konsumen.

"Nah, setelah disertifikasi Dirjen Migas, baruh deh itu bisa urus izin niaganya. Itu tujuannya untuk melindungi konsumen," kata Dwi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: Kelebihan Bobibos Lawan BBM Mahal hingga 3 Mobil Kijang Rp20 Jutaan

Terpopuler: Kelebihan Bobibos Lawan BBM Mahal hingga 3 Mobil Kijang Rp20 Jutaan

Otomotif | Jum'at, 21 November 2025 | 06:45 WIB

Butuh Waktu 8 Bulan, Bagaimana Proses Pengujian BBM Bobibos?

Butuh Waktu 8 Bulan, Bagaimana Proses Pengujian BBM Bobibos?

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 14:03 WIB

5 Kelebihan Bobibos untuk Lawan Harga BBM Mahal bagi Seluruh Pemilik Kendaraan

5 Kelebihan Bobibos untuk Lawan Harga BBM Mahal bagi Seluruh Pemilik Kendaraan

Otomotif | Kamis, 20 November 2025 | 11:22 WIB

Perlukah BBM Bobibos Lakukan Pengujian Sebelum Dijual, Begini Kata Pakar

Perlukah BBM Bobibos Lakukan Pengujian Sebelum Dijual, Begini Kata Pakar

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 18:19 WIB

Terpopuler: Bobibos Bikin Heboh, Mobil Presiden Diisi Bensin Oplosan

Terpopuler: Bobibos Bikin Heboh, Mobil Presiden Diisi Bensin Oplosan

Otomotif | Rabu, 19 November 2025 | 07:00 WIB

Terkini

PHE Masih Jadi Raja Migas RI, Tapi Produksi Alamiah Terancam Turun Tajam

PHE Masih Jadi Raja Migas RI, Tapi Produksi Alamiah Terancam Turun Tajam

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:14 WIB

Arab Saudi Buka Lagi Keran Udang RI, Mendag: Ini Kabar Baik!

Arab Saudi Buka Lagi Keran Udang RI, Mendag: Ini Kabar Baik!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:08 WIB

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Hampir Semua Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia Diisi Orang Asing

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Perang AS-Iran Bikin Pertamina Kehilangan 100.000 Barel Minyak

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:58 WIB

Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo

Pemerintah Resmikan Insentif Pajak ke Penulis 1,5 Persen, Tepati Janji Kampanye Prabowo

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 14:29 WIB

Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya

Bursa Efek Indonesia Buka Opsi Artis dan Influencer Bisa IPO Bisnis, Ini Syaratnya

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:50 WIB

Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas

Investor Jangan Sampai Jadi 'Kurban' Panic Selling Saat Dunia Memanas

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:43 WIB

WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%

WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:29 WIB

Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I

Asing Masih Gemar Lakukan Aksi Jual, IHSG Merosot ke Level 6.149 di Sesi I

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 13:02 WIB

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Emiten Haji Isam Bereaksi Soal DSI, Beri Dampak Bisnis?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:29 WIB