Fakta-fakta RPP Demutualisasi BEI yang Disiapkan Kemenkeu

M Nurhadi

Jum'at, 21 November 2025 | 20:51 WIB
Fakta-fakta RPP Demutualisasi BEI yang Disiapkan Kemenkeu
Bursa Efek indonesia atau Indonesia Stock Exchange [BEI]

Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah memfinalisasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang bertujuan merombak struktur kelembagaan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perombakan strategis ini dikenal sebagai demutualisasi bursa efek, yaitu mengubah status BEI dari bursa yang hanya dimiliki oleh anggota bursa (mutual) menjadi perseroan yang kepemilikannya dapat dipegang oleh pihak yang lebih luas.

Kebijakan demutualisasi ini merupakan bagian integral dari implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), yang secara prinsip akan memisahkan keanggotaan dan kepemilikan bursa.

Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu, Masyita Crystallin, menjelaskan langkah ini sangat penting untuk masa depan pasar modal Indonesia.

“Ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi potensi benturan kepentingan, memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, dan mendorong daya saing global pasar modal Indonesia,” ujar Masyita dalam keterangan resminya, Jumat (21/11/2025).

Masyita menyoroti bahwa demutualisasi bukanlah konsep baru di pasar keuangan global. BEI saat ini termasuk sedikit bursa utama di dunia yang masih mempertahankan struktur mutual.

Bursa-bursa besar lain, seperti Singapura, Malaysia, dan India, telah bertransformasi lebih dulu.

Transformasi struktural ini dianggap penting untuk menjadikan tata kelola bursa lebih profesional, lincah, dan responsif terhadap dinamika serta inovasi pasar global.

Secara spesifik, struktur demutualisasi diharapkan dapat mendorong berbagai inovasi produk, antara lain:

baca juga
  1. Pengembangan instrumen derivatif.
  2. Exchange-Traded Fund (ETF).
  3. Instrumen pembiayaan infrastruktur dan transisi energi.

Selain itu, demutualisasi diproyeksikan dapat memperdalam dan meningkatkan likuiditas pasar modal.

“Melalui demutualisasi, kami ingin memastikan bahwa kebijakan tata kelola BEI sejalan dengan praktik terbaik internasional, sekaligus tetap menjaga kepentingan publik dan integritas pasar,” jelas Masyita.

Penguatan Ekosistem: Free Float dan Dana Pensiun

Masyita menekankan bahwa kebijakan demutualisasi harus didukung oleh penguatan ekosistem pasar modal, baik dari sisi penawaran (supply side) maupun sisi permintaan (demand side).

  • Dari Sisi Penawaran: Salah satu tantangan adalah rendahnya free float (saham yang beredar di publik) yang menghambat perdagangan aktif. Peningkatan free float menjadi kebijakan penting yang harus berjalan beriringan dengan demutualisasi untuk mengoptimalkan kedalaman dan likuiditas pasar.
  • Dari Sisi Permintaan: Partisipasi investor domestik, baik institusional maupun ritel, perlu terus didorong. Kemenkeu secara khusus menyiapkan kebijakan pendukung bagi investor institusional domestik, terutama lembaga pengelola dana pensiun (sui generis). Kebijakan pendukung ini mencakup mekanisme cut loss.

“Kebijakan cut loss ini nanti akan diarahkan untuk memberikan kepastian bagi pengelola dana pensiun dalam berinvestasi di pasar modal, sehingga mereka dapat berperan lebih aktif dan bertindak sebagai anchor investors yang mendorong pendalaman pasar modal,” terang Masyita.

Strategi pengembangan pasar modal Indonesia ini disusun dengan melakukan benchmark terhadap keberhasilan India. Di India, kombinasi reformasi yang mencakup penguatan tata kelola, Systematic Investment Plan (SIP), peningkatan kualitas emiten, dan teknologi, dinilai telah mengakselerasi pasar modal mereka.

Sebagai hasilnya, kapitalisasi pasar modal India melonjak dari 72,86% PDB pada tahun 2014 menjadi 133,5% PDB pada tahun 2024.

Penyusunan RPP terkait demutualisasi bursa efek dilakukan secara bertahap, melibatkan kajian teknis mendalam dan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulator, self-regulatory organization (SRO) seperti BEI, pelaku industri, dan lembaga legislatif.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham AS Jeblok, Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 7 Bulan!

Saham AS Jeblok, Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 7 Bulan!

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 17:50 WIB

IHSG Lesu Imbas Sentimen Global, Apa Saja Saham yang Top Gainers Hari Ini

IHSG Lesu Imbas Sentimen Global, Apa Saja Saham yang Top Gainers Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 17:06 WIB

Apa Benar Emiten Properti DADA Berkantor Dekat Warung Kelontong? Manajemen Beri Pembelaan

Apa Benar Emiten Properti DADA Berkantor Dekat Warung Kelontong? Manajemen Beri Pembelaan

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 14:10 WIB

Terkini

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×