Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Uang Beredar M2 RI Melambat di Oktober 2025: Likuiditas Makin Ketat?

M Nurhadi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 23 November 2025 | 13:16 WIB
Uang Beredar M2 RI Melambat di Oktober 2025: Likuiditas Makin Ketat?
Ilustrasi transaksi. [Suara.com/Alfian Winanto].
  • Posisi Uang Beredar Luas (M2) Oktober 2025 mencapai Rp9.783,1 triliun, tumbuh 7,7 persen secara tahunan.
  • Pertumbuhan M2 mengalami perlambatan dibanding bulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 8,0 persen (yoy).
  • Perlambatan ini dipengaruhi penurunan pertumbuhan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Uang Beredar dalam Arti Luas (M2) pada Oktober 2025 tercatat sebesar Rp9.783,1 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,7 persen secara tahunan (year-on-year / yoy).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, menjelaskan bahwa pertumbuhan M2 ini mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, di mana M2 sempat tumbuh sebesar 8,0 persen (yoy).

“Posisi M2 pada Oktober 2025 sebesar Rp9.783,1 triliun atau tumbuh sebesar 7,7 persen year on year (yoy), namun melambat setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,0 persen yoy,” katanya dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (23/11/2025).

Perkembangan M2 pada Oktober 2025 secara internal didorong oleh pertumbuhan yang stabil dari komponen penyusunnya, yakni:

  • Uang Beredar Sempit (M1): Tumbuh sebesar 11,0 persen (yoy).
  • Uang Kuasi: Tumbuh sebesar 5,5 persen (yoy).

Ramdan Denny menambahkan bahwa perlambatan pertumbuhan M2 secara keseluruhan pada periode tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal, yaitu:

Aktiva Luar Negeri Bersih: Tumbuh sebesar 10,4 persen (yoy). Angka ini menunjukkan perlambatan jika dibandingkan pertumbuhan pada September 2025 yang mencapai 12,6 persen (yoy).

Penyaluran Kredit: Melambat tipis menjadi 6,9 persen (yoy). Pertumbuhan ini turun dari 7,2 persen (yoy) yang dicatatkan pada bulan sebelumnya.

Tagihan Bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus): Tumbuh sebesar 5,4 persen (yoy). Angka ini juga melambat dari pertumbuhan 6,5 persen (yoy) yang tercatat pada September 2025.

Komponen Uang Kartal Melambat, Surat Berharga Kontraksi 

Di sisi lain, perkembangan Uang Beredar dalam Arti Sempit (M1) juga menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan pada komponen Uang Beredar Inti (M0 adjusted). Perlambatan ini dipengaruhi oleh beberapa variabel:

  • Giro Bank Umum di BI adjusted: Tumbuh sebesar 27,1 persen (yoy).
  • Uang Kartal yang Diedarkan: Tumbuh sebesar 13,4 persen (yoy).
  • Giro Sektor Swasta di BI: Tumbuh sebesar 25,1 persen (yoy).

Sementara itu, surat berharga yang diterbitkan BI dan dimiliki oleh sektor swasta mencatatkan pertumbuhan negatif atau terkontraksi sebesar 79,9 persen (yoy).

Perlambatan pertumbuhan Uang Beredar (M2) ini mengindikasikan bahwa meskipun likuiditas di perekonomian masih bertumbuh, laju ekspansinya sedikit melunak di tengah perlambatan penyaluran kredit perbankan dan penurunan pertumbuhan net foreign asset.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aliran Modal Asing Rp 2,29 Triliun Deras Masuk ke RI pada Pekan ke-3 November, Ke Mana Saja?

Aliran Modal Asing Rp 2,29 Triliun Deras Masuk ke RI pada Pekan ke-3 November, Ke Mana Saja?

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 09:27 WIB

Cara Mudah Memutar Uang Rp 1 Juta Agar Bertambah Banyak

Cara Mudah Memutar Uang Rp 1 Juta Agar Bertambah Banyak

Bisnis | Minggu, 23 November 2025 | 09:25 WIB

Neraca Pembayaran Masih Alami Defisit 6,4 Miliar Dolar AS, Bagaimana Kondisi Cadangan Devisa?

Neraca Pembayaran Masih Alami Defisit 6,4 Miliar Dolar AS, Bagaimana Kondisi Cadangan Devisa?

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 12:31 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB