Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Saham BRMS: Analisis Teknikal dan Aksi Borong Asing

M Nurhadi

Selasa, 02 Desember 2025 | 14:16 WIB
Saham BRMS: Analisis Teknikal dan Aksi Borong Asing
Ilustrasi perdagangan saham hari ini [Ist/Antara]
baca 10 detik
  • Saham BRMS menguat 3,03% pada penutupan sesi I Selasa, 2 Desember 2025, mencapai Rp 1.020 per saham.
  • Analis CGS International merekomendasikan "speculative buy" dengan target jangka pendek Rp 1.030 dan support 970.
  • Investor asing menunjukkan minat besar dengan mencatatkan *net foreign buy* volume tertinggi kedua pada jeda siang.

Suara.com - Pergerakan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) kembali menjadi sorotan utama di bursa saham domestik.

Saham perusahaan tambang mineral ini diprediksi akan melanjutkan penguatan dalam waktu dekat seiring sinyal positif dari analisis teknikal dan derasnya aliran dana investor asing.

Optimisme ini muncul setelah BRMS menunjukkan kinerja impresif pada perdagangan sesi I hari Selasa, 2 Desember 2025.

Pada penutupan sesi I, saham Bumi Resources Minerals (BRMS) berhasil membukukan kenaikan signifikan sebesar 3,03% dan bertengger di harga Rp 1.020 per saham.

Kinerja yang solid ini menunjukkan minat beli yang kuat dari pelaku pasar, sekaligus mempertegas tren positif yang tengah dialami saham pertambangan tersebut.

Sementara, saat artikel ini ditulis, harga saham BRMS ada di kisaran 1.015. 

Penguatan BRMS ini didukung penuh oleh pandangan positif dari sejumlah analis pasar modal. Salah satunya adalah CGS International Sekuritas Indonesia, yang secara spesifik mengeluarkan proyeksi yang cukup ambisius mengenai target harga BRMS dalam jangka pendek.

CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksi harga saham Bumi Resources Minerals (BRMS) bisa naik ke level Rp 1.030 per saham. Angka ini merefleksikan keyakinan analis terhadap momentum kenaikan yang sedang dibangun oleh BRMS.

Dalam risetnya, CGS International juga memberikan panduan perdagangan yang jelas bagi investor dan trader. Mereka merekomendasikan strategi "speculative buy" atau beli spekulatif, dengan menetapkan level-level penting sebagai acuan. Level support atau batas bawah ditetapkan di angka 970.

baca juga

“BRMS spec buy dengan support 970, cutloss jika break di bawah 950, jika tidak break di bawah 970, potensi naik ke 1.010-1.030 short term,” tulisnya dalam riset.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa selama harga tidak menembus batas kritis di bawah 970, potensi kenaikan harga menuju rentang 1.010 hingga 1.030 dalam jangka pendek masih sangat terbuka.

Investor yang mengikuti rekomendasi ini perlu disiplin dalam menerapkan batas cutloss (jual rugi) di 950 untuk membatasi risiko kerugian.

Faktor lain yang menjadi motor penggerak signifikan di balik penguatan BRMS adalah aksi borong masif oleh investor asing.

Data transaksi terkini menunjukkan bahwa BRMS menjadi salah satu saham favorit investor global pada jeda siang hari ini.

Menurut informasi dari data Stockbit, saham BRMS menempati posisi kedua yang paling banyak diserbu asing pada jeda siang ini, dengan mencatatkan net foreign buy dari segi volume paling banyak.

Lonjakan pembelian ini mengirimkan sinyal kuat bahwa institusi dan investor asing melihat adanya nilai dan prospek keuntungan yang besar di saham BRMS.

Secara volume, saham BRMS mencatat beli bersih asing sebanyak 117.443.900 saham. Angka yang fantastis ini menunjukkan likuiditas yang tinggi dan minat yang tak terbendung dari investor luar negeri. Dengan harga saham BRMS saat ini yang parkir di level Rp 1.020, aksi beli bersih ini secara efektif memberikan dorongan fundamental yang kokoh bagi pergerakan harga selanjutnya.

Aksi beli bersih (net foreign buy) yang signifikan ini kerap kali diinterpretasikan sebagai indikator smart money masuk ke pasar, yang mana dapat menjadi pemicu kenaikan harga yang berkelanjutan. Ketika investor asing berbondong-bondong masuk, ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap prospek jangka panjang perusahaan dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Hingga saat ini (per September 2025), pemegang saham terbesar PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) adalah Emirates Tarian Global Ventures Spc dengan kepemilikan mencapai 25,1% saham. Dominasi institusi asing ini menjadi salah satu penopang stabilitas dan kredibilitas perusahaan di mata investor global.

Selain Emirates Tarian Global Ventures Spc, terdapat pemegang saham institusional besar lainnya yang berperan penting, termasuk Sugiman Halim, CGS International, dan PT Bumi Resources Tbk.

Emirates Tarian Global Ventures Spc: 25,1%
Sugiman Halim: 7,45%
CGS International: 5,07%
PT Bumi Resources Tbk: 2,87% (sebagai pengendali)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Kuat Menghijau di Selasa Pagi, Simak Saham-saham Ini

IHSG Masih Kuat Menghijau di Selasa Pagi, Simak Saham-saham Ini

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 09:18 WIB

CBDK Mendadak Diborong: Harga Saham Naik Drastis, Apa Penyebabnya?

CBDK Mendadak Diborong: Harga Saham Naik Drastis, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 19:40 WIB

Inflasi Hingga Data PMI Kerek IHSG Menghijau Hari ini, Tapi Saham Sektor Properti Anjlok

Inflasi Hingga Data PMI Kerek IHSG Menghijau Hari ini, Tapi Saham Sektor Properti Anjlok

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 16:44 WIB

Terkini

Fakta atau Mitos? Kupas Tuntas Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih ke Kendaraan Listrik

Fakta atau Mitos? Kupas Tuntas Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih ke Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:18 WIB

Tak Hanya Pemerintah, Industri RS Butuh Pendanaan Perbankan

Tak Hanya Pemerintah, Industri RS Butuh Pendanaan Perbankan

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:16 WIB

4 Gaya OOTD High-Street Experimental ala Hongjoong ATEEZ, Biar Nyentrik!

4 Gaya OOTD High-Street Experimental ala Hongjoong ATEEZ, Biar Nyentrik!

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:15 WIB

5 Lip Cream Warna Coklat Oranye yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Harga Rp20 Ribuan

5 Lip Cream Warna Coklat Oranye yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Harga Rp20 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:14 WIB

Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN

Tak Punya SPPG, Sudaryono Minta Publik Laporkan Oknum Ngaku Kerabat Kepala BGN

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:08 WIB

5 Merek Parfum Lokal Paling Populer di Indonesia 2026, Laris Manis Dibeli Lewat Shopee

5 Merek Parfum Lokal Paling Populer di Indonesia 2026, Laris Manis Dibeli Lewat Shopee

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:08 WIB

Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK

Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK

Riau | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:06 WIB

Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat

Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:03 WIB

11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

×