Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Saham GTSI Meroket Berturut-turut, Apa Penyebabnya?

M Nurhadi

Rabu, 03 Desember 2025 | 12:46 WIB
Harga Saham GTSI Meroket Berturut-turut, Apa Penyebabnya?
PT GTS Internasional Tbk
baca 10 detik
  • Saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI) mengalami lonjakan signifikan pada Selasa (2/12/2025) dan Rabu (3/12/2025).
  • Kinerja keuangan GTSI menunjukkan peningkatan laba bersih 35,86% menjadi US$3,75 juta dan pendapatan naik 11,32% menjadi US$17 juta.
  • GTSI berencana ekspansi dengan proyek regasifikasi US$175 juta dan penambahan armada LNG senilai sekitar Rp1,2 triliun.

Suara.com - Saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menjadi sorotan di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mencatatkan lonjakan harga yang diduga tidak hanya sentimen pasar, tetapi juga oleh perbaikan fundamental perusahaan serta optimisme terhadap rencana ekspansi strategis di sektor logistik gas.

Saham GTSI ditutup menguat 6,15% ke level Rp190 pada akhir sesi pertama perdagangan Selasa (2/12/2025). Kenaikan ini melanjutkan rally kuat dari hari sebelumnya, yang mana saham sudah ditutup melonjak 28,78% ke level Rp179.

Secara kumulatif, dalam dua hari perdagangan, saham GTSI telah mencatat kenaikan sekitar 35,71%.

Aktivitas perdagangan saham GTSI terpantau sangat tinggi. Tercatat sebanyak 1,5 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp296,4 miliar.

Volume transaksi yang besar ini menempatkan GTSI sebagai salah satu saham dengan aktivitas terpadat pada sesi perdagangan tersebut.

Sementara, saat artikel ini ditulis, harga saham GTSI berada di angka 193. Naik lebih dari 11% jika dibandingkan pembukaan pasar sesi 1 pada Rabu (3/12/2025),.

Kinerja keuangan GTSI menunjukkan tren yang sangat positif, memperkuat alasan di balik rally harga:

Pertumbuhan Laba Bersih: Laba bersih perusahaan tercatat sebesar US$3,75 juta, melonjak 35,86% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini turut mendongkrak laba per saham dasar menjadi US$0,00024, naik dari US$0,00017.

Peningkatan Pendapatan: Pendapatan perusahaan mencapai US$17 juta, meningkat 11,32%. Meskipun beban pokok pendapatan meningkat, laba kotor berhasil naik menjadi US$5,77 juta.

baca juga

Selain itu, struktur keuangan GTSI didukung oleh peningkatan pendapatan keuangan sebesar US$920,65 ribu dan kontribusi laba dari entitas asosiasi yang berubah dari kondisi negatif menjadi positif, yakni di angka US$728,99 ribu.

Optimisme pasar juga didorong oleh rencana ambisius GTSI dalam pengembangan bisnis, yang fokus pada penguatan rantai pasok gas dan armada logistik:

Proyek Regasifikasi: Perusahaan tengah menjalankan proyek regasifikasi senilai US$175 juta yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026.

Penambahan Armada LNG: GTSI telah menjadwalkan kedatangan kapal Liquefied Natural Gas (LNG) baru dengan estimasi nilai transaksi mencapai Rp1,2 triliun.

Penambahan armada ini akan memperkuat kapasitas logistik gas perusahaan, dengan rencana penambahan armada lanjutan yang telah diagendakan pada tahun 2025 dan 2026.

Rencana pembiayaan yang dialokasikan untuk mempercepat ekspansi armada ini dianggap sebagai langkah strategis yang akan menjamin pertumbuhan pendapatan GTSI di masa depan, menjadikannya prospek menarik bagi investor jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Betah di Level 8.600 pada Rabu Pagi, Cermati Saham-saham Ini

IHSG Masih Betah di Level 8.600 pada Rabu Pagi, Cermati Saham-saham Ini

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 09:18 WIB

Pemegang Saham Pengendali Dicaplok Perusahaan Korea, KISI AM Umumkan Perubahan Nama

Pemegang Saham Pengendali Dicaplok Perusahaan Korea, KISI AM Umumkan Perubahan Nama

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 08:50 WIB

Poin-poin Utama Kasus Dana Nasabah Mirae Asset Rp71 Miliar 'Hilang'

Poin-poin Utama Kasus Dana Nasabah Mirae Asset Rp71 Miliar 'Hilang'

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 21:09 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×