Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.850.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.561,329
LQ45 749,027
Srikehati 347,294
JII 525,953
USD/IDR 17.184

Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 03 Desember 2025 | 14:02 WIB
Menperin Beberkan Industri Indonesia Masih Kuat, Ini Buktinya
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa penugasan untuk menambah 30 gerbong atau rangkaian kereta ini akan mengoptimalkan peran industri dalam negeri, khususnya dalam rantai pasok komponen. Foto Fadil-Suara.com
  • PMI Manufaktur Indonesia November 2025 mencapai 53,3, menunjukkan ekspansi kuat didorong permintaan domestik.
  • Kenaikan pesanan baru domestik mendorong peningkatan output dan stok barang jadi oleh produsen.
  • Menteri Perindustrian menyatakan permintaan domestik menjadi jangkar pertumbuhan di tengah perlambatan ekspor.

Suara.com - Aktivitas manufaktur Indonesia mencatat penguatan menjelang akhir 2025. Laporan S&P Global menunjukkan indeks manufaktur atau Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur pada November tercatat 53,3, naik dari 51,2 pada bulan sebelumnya.

Angka ini menjadi level tertinggi sejak Februari, menandakan kondisi operasional industri berada dalam fase ekspansi yang semakin solid.

Kenaikan PMI tersebut menggambarkan meningkatnya permintaan dalam negeri, yang dinilai menjadi pendorong utama pergerakan industri dalam beberapa bulan terakhir. 

ilustrasi buruh pabrik (freepik/usertrmk)
ilustrasi buruh pabrik (freepik/usertrmk)

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebut survei PMI bukan rujukan kebijakan utama, namun tetap memberikan gambaran penting mengenai dinamika pelaku usaha. 

"Meskipun hasil survey PMI bukan dasar kami dalam menentukan kebijakan. Kita tetap mengacu pada IKI, karena indikator tersebut merekam dinamika subsektor, mengaitkan data dengan struktur industri, dan memetakan sentimen pelaku usaha dengan lebih presisi," ujar Agus di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Untuk diketahui, S&P Global mencatat peningkatan PMI terutama didorong oleh lonjakan pesanan baru yang mencapai titik tertinggi dalam 27 bulan terakhir.

Sebagian besar responden menyebut kenaikan jumlah pelanggan domestik sebagai faktor utama, sementara permintaan ekspor justru tercatat menyusut lebih tajam dibanding bulan sebelumnya.

Perkembangan tersebut mendorong produsen meningkatkan kembali output setelah periode stagnasi yang berlangsung beberapa bulan. Peningkatan produksi turut diikuti bertambahnya stok barang jadi sebagai langkah antisipasi terhadap permintaan lanjutan dari pasar domestik.

Di sisi tenaga kerja, perusahaan melaporkan adanya akumulasi pekerjaan yang signifikan, tertinggi dalam lebih dari empat tahun terakhir. Kondisi ini membuat sebagian industri menambah jumlah pekerja meskipun kecepatannya tidak setinggi bulan sebelumnya. 

Aktivitas pembelian bahan baku juga meningkat seiring upaya menjaga kesiapan rantai pasok.

Agus menilai tren ini menunjukkan pergeseran kekuatan permintaan yang kembali bertumpu pada pasar domestik. 

"Di tengah perlambatan beberapa pasar ekspor utama, permintaan domestik kembali menjadi jangkar pertumbuhan. Industri kita bergerak adaptif, melakukan penyesuaian kapasitas agar tetap menjaga momentum," imbuh Agus.

Agus menyatakan akan terus memperkuat struktur industri melalui peningkatan efisiensi proses, integrasi rantai pasok berbasis bahan baku lokal, serta penyediaan tenaga kerja terampil. 

Berbagai inisiatif diarahkan pada peningkatan kompetensi, inovasi proses, dan transformasi menuju manufaktur hijau agar daya saing industri terjaga secara berkelanjutan.

Dalam laporan yang sama, PMI manufaktur Asia Tenggara naik dari 52,7 pada Oktober menjadi 53,0 pada November 2025. Indonesia berada di zona ekspansif bersama Thailand (56,8), Vietnam (53,8), Myanmar (51,4), dan Malaysia (50,1), sementara Filipina berada pada zona kontraksi (47,4). 

Di luar kawasan, beberapa negara besar juga mencatat ekspansi seperti India (59,2), Amerika Serikat (52,5), Australia (51,6), dan China (50,6).

Kemenperin akan terus memantau perkembangan berbagai indikator industri sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan. 

“Kami yakin sektor manufaktur tetap menjadi andalan perekonomian nasional. Prioritas kami menjaga iklim usaha yang sehat, mendorong nilai tambah, dan mengawal transformasi industri yang berkelanjutan,” pungkas Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur

Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 20:59 WIB

Pegadaian Torehkan Sejarah, Menjadi Juara Dunia PMO Global Awards 2025

Pegadaian Torehkan Sejarah, Menjadi Juara Dunia PMO Global Awards 2025

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 18:12 WIB

Nilai Tambah Industri Pengolahan RI Peringkat 1 ASEAN Kalahkan Thailand

Nilai Tambah Industri Pengolahan RI Peringkat 1 ASEAN Kalahkan Thailand

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 08:20 WIB

Terkini

Cek Rekening, Emiten SIDO Mulai Bayar Dividen Hari Ini

Cek Rekening, Emiten SIDO Mulai Bayar Dividen Hari Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 15:19 WIB

IHSG Masih 'Dibekukan' MSCI: Apa Kabar Empat Proposal Reformasi BEI?

IHSG Masih 'Dibekukan' MSCI: Apa Kabar Empat Proposal Reformasi BEI?

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 14:51 WIB

Thailand Akan Bangun Terusan Darat Pesaing Selat Malaka, Belajar dari Selat Hormuz

Thailand Akan Bangun Terusan Darat Pesaing Selat Malaka, Belajar dari Selat Hormuz

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 14:30 WIB

Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi

Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 14:19 WIB

Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif

Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 13:43 WIB

Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan untuk Kesetaraan Gender

Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan untuk Kesetaraan Gender

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:47 WIB

Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini

Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:40 WIB

Raja Jalan Tol Gugat Hary Tanoe Rp119 T, Emiten CMNP Berkirim Surat ke KY

Raja Jalan Tol Gugat Hary Tanoe Rp119 T, Emiten CMNP Berkirim Surat ke KY

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:31 WIB

PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?

PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:07 WIB

MKI dan CIGRE Bahas Teknologi HVDC untuk Interkoneksi Listrik Hijau

MKI dan CIGRE Bahas Teknologi HVDC untuk Interkoneksi Listrik Hijau

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 11:37 WIB