Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Waduh, Banjir Sumatra dan Aceh Bisa Bikin Ekonomi Indonesia Minus 0,12 Persen

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 04 Desember 2025 | 07:54 WIB
Waduh, Banjir Sumatra dan Aceh Bisa Bikin Ekonomi Indonesia Minus 0,12 Persen
Foto udara kerusakan rumah warga pasca diterjang banjir bandang di Desa Kota Lintang, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz]
  • Bencana di Sumatera Utara, Barat, dan Aceh berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia sekitar 0,08–0,12 persen.
  • Dampak bencana ini membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi Kuartal IV 2025 sebesar 5,08 persen berpotensi mengalami penyusutan.
  • Bencana sebelumnya seperti Palu 2018 menimbulkan kerugian negara sekitar Rp15 triliun hingga Rp22 triliun.

Suara.com - Dampak bencana alam yang terjadi di Indonesia baru-baru ini bisa memberikan tekanan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti yang terjadi di Sumatera Utara, Barat dan Aceh.

Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan, bencana yang terjadi berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,08-0,12 persen.

Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 yang diperkirakan Perseroan akan tumbuh di level 5,08 persen, berpotensi menyusut.

"Dan kalau kita lihat dampak banjir di Sumatera yang terhadap PDB itu, kalau one-off event-nya ini sendiri itu berkisar antara minus 0,08 sampai dengan 0,12 percentage point," katanya dalam paparannya secara virtual dikutip, Rabu (4/12/2025).

Menurut dia, kalau tadi kita lihat ekspektasi di 5,1 persen pertumbuhan ekonomi, memang ada downside risk-nya.

Dia pun mengungkapkan, hitungan dampak bencana di tiga provinsi juga akan terus bergulir karena bencana baru saja terjadi.

Ilustrasi perekonomian yang sedang sulit (Pexels/Nicola Barts)
Ilustrasi perekonomian yang sedang sulit (Pexels/Nicola Barts)

Apalagi, hal ini bisa memberikan tekanan pertumbuhan ekonomi di akhir tahun.

"Memang perhitungannya adalah baru terjadi di pertengahan atau di awal bulan Desember ini. Dan kalau dilihat dari, ini kalkulasinya tentu saja rolling terus ya, karena kan memang kejadiannya baru dan tentunya memang estimasi dari dampak terhadap ekonominya," jelas Andry.

Dia mengungkapkan, jika melihat dari kejadian sebelumnya seperti bencana-bencana dari gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Selatan pada 2018 lalu.

Adapun, kerugian negara yang harus ditanggung negara adalah sekitar Rp15 triliun-Rp22 triliun.

Kemudian, dampak gempa Lombok di tahun yang sama diperkirakan mencapai Rp5 triliun-Rp7,7 triliun.

Lalu Aceh yang mengalami gempa dan tsunami di 2014 cukup merugikan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Tentu saja ini datanya terus berguler dan terus berkembang ya," katanya.

Dia menambahkan, jika pemerintah harus cepat memberikan bantuannya ke beberapa daerah maka potensial kenaikan harga bisa bahan pokok bias diatasi.

Namun, penurunan pertumbuhan ekonomi masih tetap terkontraksi.

"Tapi kalau kita lihat kepada pertumbuhan ekonomi nasional, ini akan bisa berdampak.Paling tidak kemudian di akhir tahun ini ya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Bank Mandiri Ungkap Rahasia Ekonomi RI Tetap Kuat

Ekonom Bank Mandiri Ungkap Rahasia Ekonomi RI Tetap Kuat

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 17:34 WIB

PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Pernah Ditutup Gus Dur, Disorot Imbas Banjir Sumatera

PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Pernah Ditutup Gus Dur, Disorot Imbas Banjir Sumatera

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 16:37 WIB

Bahlil Minta SPBU di Aceh, Sumut, Sumbar Beroperasi 24 Jam

Bahlil Minta SPBU di Aceh, Sumut, Sumbar Beroperasi 24 Jam

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 13:39 WIB

Masyarakat di Aceh, Sumut, Sumbar Tak Perlu Tunjukkan Barcode Saat Beli BBM Subsidi

Masyarakat di Aceh, Sumut, Sumbar Tak Perlu Tunjukkan Barcode Saat Beli BBM Subsidi

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 13:22 WIB

Garuda Indonesia Group Angkut Bantuan Logistik Lebih dari 20 Ton ke Wilayah Terdampak Banjir

Garuda Indonesia Group Angkut Bantuan Logistik Lebih dari 20 Ton ke Wilayah Terdampak Banjir

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 13:07 WIB

Anggota DPRD Padangpariaman Viral, Kunker ke Jogja saat Rakyat Terdampak Banjir

Anggota DPRD Padangpariaman Viral, Kunker ke Jogja saat Rakyat Terdampak Banjir

Tekno | Rabu, 03 Desember 2025 | 12:27 WIB

Terkini

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute SentaniKota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute SentaniKota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB