- Pemerintah Indonesia sedang menegosiasikan pembebasan dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz.
- Menteri ESDM menyatakan bahwa insiden ini tidak mengganggu ketahanan energi nasional karena telah disiapkan energi alternatif.
- Dua kapal Pertamina yang tertahan adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro, dengan awak kapal dipastikan selamat.
Suara.com - Pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi dengan para pihak yang berkonflik di Teluk untuk membebaskan dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz demikian dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Diwartakan sebelumnya dua kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan di Selat Hormuz di tengah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari kemarin.
“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil di Jakarta, Rabu (4/3/2026) malam.
Pertamina pun telah memastikan keselamatan awak kapal di tengah perang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyampaikan bahwa dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz dan tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, sebab Indonesia lekas mencari alternatif energi di Amerika Serikat.
“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, insyaallah aman,” ucap Bahlil.
Pencarian alternatif berlangsung beriringan dengan upaya pemerintah membebaskan dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz.
Media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz telah “secara efektif” ditutup menyusul serangan AS-Israel.
Adapun Selat Hormuz menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia serta volume besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.
Baca Juga: 2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak Perang Iran vs AS - Israel, Stok BBM Nasional Cuma Aman 20 Hari?
Sekitar 20 persen konsumsi minyak harian global, atau sekitar 20 juta barel, melintasi koridor tersebut.
PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan pada Senin (2/3) terdapat empat kapal yang berada di area Timur Tengah, yakni kapal Gamsunoro sedang proses loading di Khor al Zubair, Irak; kapal Pertamina Pride telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi; kapal PIS Rinjani, saat ini sedang berlabuh di Khor Fakkan, UAE; serta kapal PIS Paragon yang sedang discharge berada di Oman.
Terdapat dua kapal yang masih berada di dalam area teluk yakni Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management. Keduanya juga terus dipantau real time untuk memastikan kondisi keamanan.
“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal," ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita.