Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Danantara Mau Ubah Skema Kompensasi Subsidi, Biar BUMN Nggak Melarat

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 04 Desember 2025 | 16:26 WIB
Danantara Mau Ubah Skema Kompensasi Subsidi, Biar BUMN Nggak Melarat
CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roelani. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengusulkan perubahan skema kompensasi subsidi BUMN di Jakarta pada Kamis (4/12/2025).
  • Perubahan skema dari cost plus menjadi mark-to-market telah diterapkan pada subsidi pupuk guna meningkatkan efisiensi pembayaran.
  • Pemerintah menyalurkan berbagai subsidi strategis seperti energi, pupuk, transportasi, kesehatan, pendidikan, dan perumahan untuk masyarakat.

Suara.com - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, mengusulkan adanya perubahan skema kompensasi subsidi terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal ini dilakukan agar kinerja BUMN lebih efisiensi dan subsidi lebih tepat sasaran.

"Ya, untuk lebih menyempurnakan. Ya, juga agar subsidi dan kompensasi itu lebih adil, lebih tepat sasaran," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Sebenarnya, bilang Rosan, pengubahan skema kompensasi subsidi BUMN ini telah dilakukan di sektor pupuk.

Tumpukan Pupuk Subsidi di Gudang Pupuk Kujang. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Tumpukan Pupuk Subsidi di Gudang Pupuk Kujang. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Ia menerangkan, dulunya pembayaran kompensasi pupuk subsidi menggunakan skema cost plus, di mana harganya dinaikan atau mark up. Namun, kini diubah menjadi mark-to-market atau harga pasar, di mana pembayaran kompensasi dibayarkan sesuai harga pasar.

"Sehingga ini memberikan inisiatif kita untuk lebih efisien. Karena kalau dulu kan tidak efisien saja tetap mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan cost kami plus berapa persen," ucapnya.

Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi ini menegaskan, pengubahan skema kompensasi ini tidak mengurangi pemberian subsidi kepada masyarakat.

"Itu kita coba lakukan sehingga tidak mengurangi hak-hak dari masyarakat yang berhak dan membutuhkan. Tapi di saat bersamaan kompensasi juga bisa ikut turun dan lebih efisien," ucapnya.

Rosan menambahkan, saat ini alur pembayaran kompensasi subsidi juga mulai lebih baik dari sebelumnya.

"Kerja sama dengan Kementerian Keuangan juga sangat-sangat baik. Karena pembayaran juga dari kompensasi dan subsidi itu sekarang sudah lebih sangat baik," bebernya.

Apa Saja Subsidi yang Diberikan Pemerintah

Pemerintah Indonesia terus menyalurkan berbagai jenis subsidi sebagai bagian dari kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Subsidi tersebut mencakup banyak sektor strategis.

Di bidang energi, pemerintah memberikan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kilogram, serta listrik bagi pelanggan rumah tangga kecil dan usaha mikro. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan lonjakan inflasi.

Tak hanya itu, sektor pertanian juga mendapatkan perhatian melalui subsidi pupuk untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dengan biaya yang lebih terjangkau.

Di sektor transportasi, pemerintah menanggung sebagian biaya operasional melalui subsidi angkutan umum, termasuk kereta komuter dan kapal perintis, agar tarif tetap terjangkau bagi masyarakat luas.

Sementara itu, subsidi kesehatan dan pendidikan hadir dalam bentuk bantuan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta kelas mandiri tertentu, serta program seperti KIP yang membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan.

Pemerintah juga menggelontorkan subsidi perumahan melalui skema FLPP untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Danantara Terus Rayu Menkeu Purbaya Bantu Bayar Utang Kereta Cepat

Bos Danantara Terus Rayu Menkeu Purbaya Bantu Bayar Utang Kereta Cepat

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 08:49 WIB

Rumah BUMN Telkom Dorong Digitalisasi UMKM Pekalongan Naik Kelas dengan Teknologi AI

Rumah BUMN Telkom Dorong Digitalisasi UMKM Pekalongan Naik Kelas dengan Teknologi AI

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 11:30 WIB

Viral BSU Cair Rp 600.000 Dibayar Sekaligus Tahun 2025, Cek Faktanya

Viral BSU Cair Rp 600.000 Dibayar Sekaligus Tahun 2025, Cek Faktanya

Bisnis | Selasa, 02 Desember 2025 | 18:05 WIB

Terkini

Pasar Panik Gegara Rebalancing, IHSG Ambles 1,81% di Sesi I

Pasar Panik Gegara Rebalancing, IHSG Ambles 1,81% di Sesi I

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:37 WIB

Tarif Listrik Mei 2026 Naik? Cek Tarif Terbaru untuk 13 Golongan

Tarif Listrik Mei 2026 Naik? Cek Tarif Terbaru untuk 13 Golongan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:23 WIB

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:23 WIB

Saham BBRI 'Lagi Diskon', Harganya Diproyeksi Bisa Segini

Saham BBRI 'Lagi Diskon', Harganya Diproyeksi Bisa Segini

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:45 WIB

Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?

Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:26 WIB

Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam

Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:21 WIB

Harga Barang Elektronik Naik Tajam, Penjualan Pedagang Turun 50 Persen

Harga Barang Elektronik Naik Tajam, Penjualan Pedagang Turun 50 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:19 WIB

Pelemahan Rupiah Bikin Emas Meroket, Harga Antam Hingga UBS Kompak Meroket!

Pelemahan Rupiah Bikin Emas Meroket, Harga Antam Hingga UBS Kompak Meroket!

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:17 WIB

Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen

Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:01 WIB

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:30 WIB