Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Konsumsi Rumah Tangga Lesu, Ekonomi Indonesia Diramal Tertekan di 2026

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 05 Desember 2025 | 10:12 WIB
Konsumsi Rumah Tangga Lesu, Ekonomi Indonesia Diramal Tertekan di 2026
Ilustrasi pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Permata Institute memproyeksikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga melambat menjadi 4,89 persen pada Kuartal III tahun ini.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi melambat 5,1-5,2 persen, di bawah target pemerintah dan BI 2026.
  • Gejolak ekonomi global dan penurunan harga komoditas menekan prospek ekonomi Indonesia tahun 2026.

Suara.com - Permata Institute for Economic Research 2026 Economic Outlook, melaporkan laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih melambat.

Adapun, pada kuartal ketiga tahun ini berada di angka 4,89 persen secara tahunan. 

Angka ini cukup rendah dibandingkan  pada kuartal ketiga tahun lalu yang tercatat 4,91 persen.

"Konsumsinya mengalami kelemahan dan ini tentunya bukan masalah 1-2 tahun saja tapi ini masalah 20 tahun terakhir ini, yang mungkin harus dijawab dengan bagaimana reformasi struktural dan juga bagaimana penciptaan lapangan pekerjaan," ujar Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede pada agenda PIER Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Kata dia, dengan rendahnya konsumsi rumah tangga membuat ekonomi Indonesia terus terkontraksi.  

Apalagi, pertumbuhan  ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh lebih lambat pada tahun 2026.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede (kiri) di Jakarta, Jumat (5/12/2025). [Suara.com/Rina]
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede (kiri) di Jakarta, Jumat (5/12/2025). [Suara.com/Rina]

" Laju ekonomi hanya mencapai 5,1 persen hingga 5,2 persen di bawah target pemerintah dalam APBN 2026 yang menetapkan patokan 5,4 persen serta proyeksi Bank Indonesia sebesar 5,33 persen," bebernya.

Josua menilai peluang pertumbuhan lebih tinggi dari kisaran 5,1 persen hingga 5,2 persen tetap terbuka apabila pemerintah dapat mengeksekusi program prioritas secara optimal. 

Program seperti makan bergizi gratis, pembangunan tiga juta rumah, serta Korporasi Merah Putih diyakini dapat mendorong konsumsi dan investasi bila berjalan efektif.

" Kita perlu ekspansi fiskal yang terukur untuk menjaga stabilitas, sembari tetap memaksimalkan program prioritas tersebut," ujarnya.

Dia pun juga mengungkapkan bahwa di tingkat global, harga energi terus turun sepanjang 2025. 

Apalagi, gejolak ekonomi global yang belum mereda juga masih menekan prospek ekonomi di Indonesia.

"Pada 2026, pertumbuhan ekonomi global akan melemah terutama akibat perlambatan ekonomi Tiongkok di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS)," katanya.

Dia pun memperkirakan, ada pemangkasan lanjutan suku bunga acuan The Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen pada Desember 2025. 

Hal ini disusul penurunan tambahan sebesar 25 bps menjadi 3,50 persen pada 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kantong 'Mepet' Usai Lebaran, Konsumsi Rumah Tangga RI Loyo di Kuartal II-2024

Kantong 'Mepet' Usai Lebaran, Konsumsi Rumah Tangga RI Loyo di Kuartal II-2024

Bisnis | Senin, 05 Agustus 2024 | 15:44 WIB

Motor Utama Penggerak Ekonomi RI Kehabisan Bensin

Motor Utama Penggerak Ekonomi RI Kehabisan Bensin

Bisnis | Senin, 03 Juni 2024 | 13:24 WIB

Wamenkeu: Buka Aplikasi Grab Saja Sudah Mampu Tingkatkan Konsumsi Rumah Tangga

Wamenkeu: Buka Aplikasi Grab Saja Sudah Mampu Tingkatkan Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Jum'at, 17 Mei 2024 | 16:33 WIB

Soal Pertumbuhan Ekonomi RI, Jokowi Bilang Yang Lain Masuk Jurang, Kita Terbang

Soal Pertumbuhan Ekonomi RI, Jokowi Bilang Yang Lain Masuk Jurang, Kita Terbang

Bisnis | Selasa, 07 Mei 2024 | 15:20 WIB

Mampukah Pemilu Dongkrak Daya Beli Masyarakat RI yang Saat Ini Lesu?

Mampukah Pemilu Dongkrak Daya Beli Masyarakat RI yang Saat Ini Lesu?

Bisnis | Rabu, 06 Desember 2023 | 15:06 WIB

Konsumsi Rumah Tangga Dorong Realisasi Ekonomi Indonesia Lebih Tinggi

Konsumsi Rumah Tangga Dorong Realisasi Ekonomi Indonesia Lebih Tinggi

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 14:25 WIB

Terkini

IESR Bongkar Dampak dari Kebijakan Bebas Pajak Kendaraan Listrik Dihapus

IESR Bongkar Dampak dari Kebijakan Bebas Pajak Kendaraan Listrik Dihapus

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:46 WIB

Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW

Dihantam Tarif AS, ESDM Justru Percepat Ambisi Energi Surya 100 GW

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:40 WIB

Viral Narasi Dana Nasabah Himbara Dipakai untuk Program MBG, OJK dan LPS: Hoaks!

Viral Narasi Dana Nasabah Himbara Dipakai untuk Program MBG, OJK dan LPS: Hoaks!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:39 WIB

Menaker Akan Wajibkan Perusahaan Ikut Gaji Peserta Program Magang Nasional

Menaker Akan Wajibkan Perusahaan Ikut Gaji Peserta Program Magang Nasional

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:31 WIB

Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional

Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:13 WIB

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Tudingan Duit Bank Dipakai untuk Biayai Program Prioritas Pemerintah Terlalu Tendensius

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:09 WIB

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 18:07 WIB

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Waskita Beton Precast (WSBP) Kantongi Pendapatan Rp395 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:56 WIB

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

SMBC Indonesia Catat Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun di Q1-2026

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:51 WIB

Alasan IHSG Ambruk 3% dan 701 Saham Merah Hari Ini

Alasan IHSG Ambruk 3% dan 701 Saham Merah Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:26 WIB