Pemerintah Diminta Kompak Atasi Pertumbuhan Industri Otomotif yang Lesu

Jum'at, 05 Desember 2025 | 07:46 WIB
Pemerintah Diminta Kompak Atasi Pertumbuhan Industri Otomotif yang Lesu
Ilustrasi pabrik mobil. [Antara]
Baca 10 detik
  • Ekonom Bank Permata menyarankan pemerintah kompak menyelamatkan industri otomotif pada tahun 2026 mendatang.
  • Menteri Koordinator Perekonomian meniadakan insentif, namun Menteri Perindustrian menganggap insentif perlu untuk pemulihan industri.
  • Industri otomotif dinilai penting karena berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

Suara.com - Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, meminta pemerintah harus kompak dalam menyelamatkan industri otomotif si tahun 2026.

Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato, mengatakan tidak ada insentif untuk industri otomotif tahun depan.

Namun, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan bahwa industri otomotif perlu diselamatkan karena kondisinya sedang terpuruk. Salah satunya dengan adanya insentif di sektor otomotif.

"Jadi kita harus melihat ini aspek secara gambaran garis besar, dari kacamata yang lebih luasnya lagi, bagaimana kita mendorong industri otomotif, karena kalau kita melihat industri otomotif dalam beberapa kuartal terakhir ini, kinerjanya memang kurang begitu menggembirakan," katanya kepada Suara.com di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Menurut dia, meningkatkan pasar industri otomotif sangat penting untuk menyumbang pertumbuhan ekonomi.

Apalagi, pembelian mobil dan motor salah satu sektor yang penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di 2026.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede (kiri) di Jakarta, Jumat (5/12/2025). [Suara.com/Rina]
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede (kiri) di Jakarta, Jumat (5/12/2025). [Suara.com/Rina]

"Jadi bagaimana kita bisa mengembangkan kinerja sektor industri otomotif ini, yang memang notabene adalah sektor industri yang memiliki backward linkage dan juga forward linkage yang baik. Artinya sektor ikutannya banyak, dan juga dampaknya signifikan buat ekonominya, dan artinya kita harus, ya tentunya sinergi lagi," jelas Josua.

Dia meminta kedua seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian harus berkomunikasi dalam mengatasi solusi di industri otomotif.

Salah satunya memberikan insentif pada sektor otomotif harus diiringi dengan berbagai pertimbangan agar tidak merugikan.

Baca Juga: Purbaya Ultimatum OJK-BEI Bereskan Saham Gorengan 6 Bulan, Siap Kasih Insentif

"Tapi tentunya pemerintah perlu melihat dari sisi jauh lebih gambaran lebih luasnya lagi, bagaimana kalau misalkan, tentu pasti ada dampak evolusi, kalau kebijakan ini diterapkan, Jadi semuanya pasti harus dikomunikasikan lagi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI