Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Kemenperin Umumkan Jurus Baru Agar Industri RI Bisa Bersaing Global

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:48 WIB
Kemenperin Umumkan Jurus Baru Agar Industri RI Bisa Bersaing Global
Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok: Kemenperin)
  • Kemenperin fokus mengoptimalkan layanan teknis dan standardisasi mutu untuk membangun daya saing manufaktur nasional menuju standar global.
  • Menteri Perindustrian menekankan transformasi industri mencakup mutu, ekosistem, dan kemampuan memenuhi standar internasional yang relevan.
  • BBIHPMM memperkenalkan lima inovasi layanan teknis baru guna mendukung pemenuhan standar produk, SDM, serta kewajiban lingkungan.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana memperkuat pondasi industri nasional melalui optimalisasi layanan teknis yang berorientasi pada standar global.

Penguatan standardisasi, mutu, dan jasa industri menjadi fokus utama untuk membangun daya saing manufaktur di tengah kompetisi regional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan kebutuhan transformasi menyeluruh di sektor industri. 

"Transformasi industri tidak hanya berbicara mengenai kapasitas produksi, tetapi juga kepastian mutu, penguatan ekosistem, serta kemampuan industri memenuhi standar global," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (12/12/2025).

Sejumlah pekerja menyelesaikan produksi panel surya atau modul surya di pabrik produksi PT LEN Industri, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/6/2015). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/ed/aa.
Sejumlah pekerja menyelesaikan produksi panel surya atau modul surya di pabrik produksi PT LEN Industri, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/6/2015). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/ed/aa.

Agus menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Temu Pelanggan dan Mitra Strategis (Tanda Mata) 2025 oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBIHPMM). 

Ia menilai forum tersebut memperlihatkan komitmen pemerintah dalam mempercepat penguatan layanan teknis industri.

"Khususnya melalui inovasi layanan teknis yang semakin relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Inovasi dan digitalisasi layanan, transparansi tata kelola, serta peningkatan kapasitas teknologi akan terus menjadi fokus kami," katanya.

Perekonomian Sulawesi Selatan turut menjadi perhatian pemerintah dalam konteks pengembangan wilayah industri. Data BPS mencatat pertumbuhan ekonomi 4,94 persen pada triwulan II/2025 dengan kontribusi terbesar dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Nilai tambah ekonomi daerah tersebut tercatat sebesar Rp188,48 triliun.

Kemenperin menetapkan enam Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) di Sulawesi Selatan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015–2035. Penetapan ini dimaksudkan untuk mendorong pemerataan pembangunan industri dan memperkuat pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia.

Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2035, pemerintah menargetkan Indonesia menuju status Negara Industri Tangguh. Struktur industri yang kuat, kemampuan bersaing secara global, dan penerapan inovasi teknologi menjadi ciri dari agenda strategis tersebut. 

Peran Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) semakin vital untuk mendukung penguatan layanan teknis lintas sektor.

Kepala BSKJI Emmy Suryandari menyampaikan langkah penguatan kolaborasi dan peningkatan kapasitas layanan terus berjalan. Ia menilai potensi sektor perkebunan, mineral logam, dan maritim di Sulawesi Selatan membuka peluang besar bagi sinergi antarindustri. 

"Kami optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat, industri nasional akan tumbuh lebih mandiri, kompetitif, dan mampu bersaing di pasar global," ungkapnya.

Emmy menuturkan kegiatan Tanda Mata BBIHPMM 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem layanan industri. Acara yang dihadiri 200 peserta dari pelaku industri, pemerintah, akademisi, asosiasi profesi, dan media itu menegaskan posisi BBIHPMM sebagai pusat inovasi layanan teknis di kawasan tengah dan timur Indonesia.

MBBIHPMM memperkenalkan lima inovasi layanan teknis baru: Layanan Pemeriksa Halal (LPH) Utama, Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (LSSM), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta Lembaga Validasi Verifikasi Gas Rumah Kaca (LVV GRK). Inovasi ini disiapkan sebagai solusi terpadu untuk pemenuhan standar keamanan produk, peningkatan mutu, kompetensi SDM, serta kewajiban lingkungan.

Plt Kepala BBIHPMM Muhammad Taufiq menjelaskan Tanda Mata 2025 menjadi bentuk apresiasi lembaga terhadap pelanggan dan mitra strategis selama 23 tahun perjalanan balai tersebut. 

"Dengan semangat One Stop Solution for Industry, kami terus memperluas kapasitas dan kapabilitas layanan agar relevan dan kompetitif di tengah dinamika industri global," ungkapnya.

BBIHPMM hingga kini telah melayani 182 pelanggan dari 141 perusahaan di enam provinsi di Sulawesi. Kerja sama balai juga mencakup 19 pemerintah daerah, 16 perguruan tinggi, tiga rumah sakit, serta sejumlah kementerian dan lembaga nonkementerian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KB Bank dan Intiland Sepakati Pembiayaan Rp250 Miliar untuk Kawasan Industri

KB Bank dan Intiland Sepakati Pembiayaan Rp250 Miliar untuk Kawasan Industri

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 15:18 WIB

Akhir Tahun jadi Berkah Buat Industri Logistik

Akhir Tahun jadi Berkah Buat Industri Logistik

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 23:07 WIB

OJK: Kecurangan di Industri Keuangan Semakin Canggih

OJK: Kecurangan di Industri Keuangan Semakin Canggih

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 12:02 WIB

Terkini

Rp9,1 Triliun Duit Masyarakat Hilang Akibat Ditipu Lewat Scam Digital

Rp9,1 Triliun Duit Masyarakat Hilang Akibat Ditipu Lewat Scam Digital

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:15 WIB

Indri Wahyuni Juri LCC MPR  Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo

Indri Wahyuni Juri LCC MPR Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:58 WIB

Harga Minyak Brent dan WTI Bergerak Tipis, Damai ASIran Kembali Gagal

Harga Minyak Brent dan WTI Bergerak Tipis, Damai ASIran Kembali Gagal

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:52 WIB

Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS

Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:43 WIB

Emas Antam Tiba-tiba Lompat Tinggi, Harga Tembus Rp 2.859.000/Gram

Emas Antam Tiba-tiba Lompat Tinggi, Harga Tembus Rp 2.859.000/Gram

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:21 WIB

BEI Ungkap Risiko Saham Indonesia Keluar dari MSCI, Investor Diminta Siap Hadapi Pil Pahit

BEI Ungkap Risiko Saham Indonesia Keluar dari MSCI, Investor Diminta Siap Hadapi Pil Pahit

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:19 WIB

Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.946

Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Dibuka Menghijau ke Level 6.946

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:14 WIB

Saham-saham Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing Jelang Pengumuman MSCI

Saham-saham Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing Jelang Pengumuman MSCI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:08 WIB

Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun

Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:49 WIB

Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani

Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:43 WIB