Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Pemerintah Bangun 2.500 Rumah Layak Huni untuk Korban Banjir Sumatera

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 16 Desember 2025 | 14:25 WIB
Pemerintah Bangun 2.500 Rumah Layak Huni untuk Korban Banjir Sumatera
Foto udara Sungai Nanggang yang meninggi di kawasan permukiman bekas terdampak banjir bandang di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Sabtu (6/12/2025). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc]
  • Menteri PKP menyampaikan 139.485 rumah rusak akibat bencana di tiga provinsi Sumatera pada 15 Desember 2025.
  • Total korban meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 1.030 jiwa per Senin (15/12/2025).
  • Pemerintah berencana membangun 2.500 rumah siap huni menggunakan sumber pendanaan di luar alokasi APBN.

Suara.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengungkapkan dampak bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera menyebabkan kerusakan ratusan ribu rumah warga.

Data tersebut disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Pria yang akrab disapa Ara ini menyebutkan total rumah terdampak tersebar di 3 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat. Kerusakan yang terjadi mencakup kategori ringan, sedang, berat, hingga rumah yang hanyut akibat bencana.

"Total, Bapak Presiden, yang ringan, sedang, rusak berat, dan hanyut, total 139.485 (rumah rusak). Data per hari Minggu, 14 Desember 2005, jam 05.00 sore," ujarnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usul bikin rumah subsidi diperkecil. (Suara.com/Novian)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usul bikin rumah subsidi diperkecil. (Suara.com/Novian)

Di Provinsi Aceh, jumlah rumah terdampak tercatat paling besar. Rinciannya, sebanyak 38.553 rumah mengalami kerusakan ringan, 22.204 rusak sedang, 35.517 rusak berat, serta 4.295 rumah dilaporkan hanyut. Total rumah rusak di Aceh mencapai 100.569 unit.

Sementara itu, di Sumatera Utara tercatat 19.936 rumah rusak ringan, 4.304 rumah rusak sedang, 4.351 rumah rusak berat, dan 1.135 rumah hanyut. Dengan demikian, total rumah terdampak di provinsi tersebut mencapai 29.766 unit.

Adapun di Sumatera Barat, jumlah rumah rusak ringan tercatat sebanyak 5.634 unit, rusak sedang 1.174 unit, rusak berat 1.577 unit, dan 765 rumah hanyut. Secara keseluruhan, terdapat 9.150 rumah terdampak di wilayah tersebut.

"Di Sumatera Barat, 5.634 rumah] yang rusak ringan, rusak sedangnya 1.174, rusak berat 1.577, hanyut 765. Total terdampak 9.150 (rumah)," kata Ara.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah berencana membangun 2.500 rumah siap huni bagi warga terdampak bencana di Sumatera. Pembangunan hunian tersebut akan dialokasikan dari sumber pendanaan di luar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Di sisi lain, dampak bencana juga tercermin dari bertambahnya jumlah korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali meningkat.

Hingga Senin (15/12/2025), total korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.030 jiwa, atau bertambah 14 orang dibandingkan hari sebelumnya. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pada Minggu (14/12/2025) jumlah korban tewas tercatat sebanyak 1.016 jiwa.

Penambahan korban tersebut berasal dari tujuh orang di Aceh, 6 orang di Sumatra Utara, dan satu orang di Sumatera Barat. BNPB bersama kementerian dan pemerintah daerah terus melakukan pendataan serta penanganan darurat di wilayah terdampak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilu di Balik Bendera Putih Warga Aceh Terdampak Bencana

Pilu di Balik Bendera Putih Warga Aceh Terdampak Bencana

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 13:52 WIB

Banjir Sumatera Luluh Lantahkan 70.000 Ha Sawah, Kapan Perbaikan Dimulai?

Banjir Sumatera Luluh Lantahkan 70.000 Ha Sawah, Kapan Perbaikan Dimulai?

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 10:57 WIB

KLH: Tambang Emas Afiliasi Astra dan 7 Perusahaan Melanggar, Jalur Hukum Ditempuh

KLH: Tambang Emas Afiliasi Astra dan 7 Perusahaan Melanggar, Jalur Hukum Ditempuh

Bisnis | Senin, 15 Desember 2025 | 15:00 WIB

Terkini

IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'

IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:42 WIB

Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya

Siap-siap! Harga BBM, LPG, hingga LNG Kompak Melejit, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:35 WIB

Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA

Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:31 WIB

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:27 WIB

11 Investasi Prancis Tersandung Regulasi, Purbaya Sat Set Luncurkan Satgas

11 Investasi Prancis Tersandung Regulasi, Purbaya Sat Set Luncurkan Satgas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:24 WIB

KUHP Baru Berlaku, Perusahaan Leasing Berbondong-bondong Atur Ulang Tata Kelola Penagihan

KUHP Baru Berlaku, Perusahaan Leasing Berbondong-bondong Atur Ulang Tata Kelola Penagihan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:20 WIB

Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI

Prajogo Pangestu Merana, Saham Andalannya BREN-TPIA Didepak dari Indeks MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:19 WIB

Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya

Pasar Karbon Global Jadi Ladang Cuan Baru dari Bisnis Energi Surya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:10 WIB

Intip Strategi PGN Berdayakan UMKM Inklusif

Intip Strategi PGN Berdayakan UMKM Inklusif

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:09 WIB

Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan

Purbaya Bongkar Jurus Baru Dongkrak Ekonomi, Kendaraan Listrik Jadi Andalan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:38 WIB