Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

KEK Mandalika Kembali Dikembangkan, Mau Bangun Marina

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 17 Desember 2025 | 19:37 WIB
KEK Mandalika Kembali Dikembangkan, Mau Bangun Marina
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, NTB. [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]
  • ITDC mengembangkan KEK Mandalika dengan inisiatif strategis termasuk pembangunan marina untuk memperkuat konektivitas regional.
  • KEK Mandalika diposisikan sebagai mesin penggerak ekonomi nasional, terbukti dari dampak MotoGP yang menyumbang Rp 4,96 triliun.
  • Hingga Kuartal IV-2025, total investasi di Mandalika mencapai Rp 5,73 triliun didukung fasilitas dan kalender event terstruktur.

Suara.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kembali memasuki fase pengembangan lanjutan. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyiapkan sejumlah inisiatif strategis, termasuk rencana pembangunan marina, untuk memperkuat konektivitas kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko sekaligus Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan pengembangan tahap berikutnya dilakukan seiring meningkatnya intensitas event dan aktivitas di kawasan tersebut.

Ia menjelaskan, ITDC tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari masuknya brand internasional, pengembangan marina untuk memperkuat konektivitas laut, pembentukan eastern premium zone, penguatan central zone sebagai tuan rumah event global, hingga komersialisasi kawasan hunian serta retail–lifestyle.

ITDC menegaskan posisi KEK Mandalika tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai sportstainment destination dan value creator bagi perekonomian nasional, dengan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai penarik utama aktivitas kawasan.

MotoGP Mandalika 2025 Siap dimulai (Instagram)
MotoGP Mandalika 2025 Siap dimulai (Instagram)

"Mandalika tidak hanya kami posisikan sebagai destinasi pariwisata, tetapi sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan. Setiap aktivasi di sirkuit dan kawasan dirancang untuk menciptakan multiplier effect yang nyata, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan perputaran ekonomi lokal, hingga penyerapan tenaga kerja," ujar Ahmad di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Ia mencontohkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan ajang internasional, khususnya MotoGP Indonesia. Event tersebut mencatat tren peningkatan jumlah penonton dari tahun ke tahun dengan total penonton mencapai 140.324 orang.

Selain itu, MotoGP Indonesia juga memberikan dampak ekonomi hingga Rp 4,96 triliun, menghasilkan media value sebesar Rp 1,33 triliun, serta menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal. Kontribusi ini menegaskan peran KEK Mandalika terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Tak hanya menjadi tuan rumah balapan kelas dunia, Pertamina Mandalika International Circuit kini mencatat lebih dari 309 aktivasi per tahun, mulai dari olahraga internasional, hiburan, budaya, hingga kegiatan komunitas. Aktivasi berkelanjutan tersebut turut mendorong pertumbuhan ekosistem usaha di kawasan Mandalika.

Saat ini, kawasan tersebut telah didukung oleh 128 homestay, 965 kamar hotel, puluhan restoran, UMKM, serta berbagai fasilitas pendukung pariwisata lainnya.

Untuk menjaga keberlanjutan dampak ekonomi, ITDC telah menyiapkan kalender event terstruktur sepanjang 2026. Sejumlah ajang seperti Mandalika Racing Series, Mandalika Festival of Speed, GT World Challenge Asia, hingga Grand Prix of Indonesia (MotoGP) akan tetap menjadi anchor event.

"Event besar menjadi anchor, namun dampak sesungguhnya tercermin dari kesinambungan aktivitas kawasan. Hal ini tercermin dari tumbuhnya UMKM, meningkatnya tingkat okupansi hotel yang kini berada di kisaran 54 persen per tahun, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap KEK Mandalika sebagai KEK pariwisata," imbuh Ahmad.

Hingga kuartal IV-2025, total investasi yang masuk ke KEK Mandalika telah mencapai Rp 5,73 triliun dengan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 11,2 persen. Capaian ini menunjukkan daya tarik KEK Mandalika sebagai destinasi investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.

KEK Mandalika yang dikelola ITDC memiliki luas 1.175 hektare dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer. Kawasan ini didukung infrastruktur strategis terintegrasi, mulai dari sirkuit bertaraf internasional, hotel, kawasan komersial, hingga konektivitas melalui bypass Bandara Internasional Lombok.

Selain itu, KEK Mandalika juga memperoleh berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal, seperti insentif pajak, pembebasan bea masuk, serta skema pemanfaatan lahan hingga 80 tahun, yang memberikan kepastian bagi investor.

ITDC berharap pengelolaan KEK Mandalika dapat menjadi best practice bagi pengembangan KEK lain di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai ikon transformasi pariwisata nasional berbasis event, investasi, dan dampak ekonomi nyata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian ESDM Berhati-hati Tangani Tambang Emas Ilegal di Mandalika

Kementerian ESDM Berhati-hati Tangani Tambang Emas Ilegal di Mandalika

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 19:46 WIB

Bahlil Tak Ambil Pusing Soal Tambang Emas di Mandalika: Proses Hukum Aja!

Bahlil Tak Ambil Pusing Soal Tambang Emas di Mandalika: Proses Hukum Aja!

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 15:34 WIB

Perkuat Sport Tourism dan Ekonomi Lokal, BRI Dukung Indonesia Mendunia Melalui MotoGP Mandalika 2025

Perkuat Sport Tourism dan Ekonomi Lokal, BRI Dukung Indonesia Mendunia Melalui MotoGP Mandalika 2025

Bisnis | Minggu, 05 Oktober 2025 | 19:12 WIB

Terkini

Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya

Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:25 WIB

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB