Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Pemerintah Bidik Gig Economy Jadi Mesin Ketiga Pendorong Ekonomi Nasional

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 18 Desember 2025 | 14:48 WIB
Pemerintah Bidik Gig Economy Jadi Mesin Ketiga Pendorong Ekonomi Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia memposisikan gig economy sebagai "mesin ketiga" pertumbuhan ekonomi nasional, di samping sektor tradisional dan kesejahteraan.
  • Gig economy diharapkan mencapai pertumbuhan dua digit dan menjadi solusi penyerapan tenaga kerja muda mulai tahun 2025.
  • Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meluncurkan program pelatihan ini di Jakarta.

Suara.com - Pemerintah Indonesia secara resmi mulai memposisikan gig economy sebagai salah satu pilar krusial untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sektor ini diproyeksikan menjadi "mesin ketiga" yang akan bekerja berdampingan dengan sektor ekonomi konvensional serta program ekonomi kesejahteraan yang selama ini menjadi tumpuan utama negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa selama ini struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada industri tradisional seperti perdagangan, manufaktur, dan pariwisata sebagai mesin pertama.

Sementara itu, mesin kedua digerakkan melalui belanja sosial dan bantuan ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat lapisan bawah.

“Pertumbuhan ekonomi kita itu ada engine konvensional, sektor industri, sektor perdagangan, pariwisata dan yang lain. Kemudian engine kedua terkait dengan bantuan sosial ekonomi kesejahteraan,” jelas Airlangga dalam acara peluncuran Program Pelatihan Gig Economy di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Airlangga menekankan bahwa untuk mencapai target ambisius pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen, Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan model lama.

Sektor digital, khususnya gig economy, dipandang memiliki potensi pertumbuhan dua digit (double digit) yang konsisten jika dikelola dalam ekosistem yang tepat.

Menurutnya, efektivitas digitalisasi adalah kunci. “Digitalisasi ini growth-nya double digit. Kalau tidak double digit, berarti ada yang salah,” tegasnya.

Selain sebagai pendorong angka pertumbuhan, gig economy juga menjadi solusi strategis dalam menyerap tenaga kerja muda.

baca juga

Mulai tahun 2025, pemerintah berencana mengarahkan para pemuda yang telah menyelesaikan program magang di berbagai korporasi untuk masuk ke dalam ekosistem kerja fleksibel ini.

Hal ini diharapkan dapat memberikan alternatif jalur karier yang menjanjikan di luar sektor formal konvensional.

Di sisi lain, Airlangga memaparkan bahwa mesin kedua (ekonomi kesejahteraan) juga terus diperkuat. Fokus utamanya adalah menjaga daya beli kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, terutama pada kategori desil satu hingga desil empat.

“Biasanya bansos itu di 18 juta, sekarang bisa sampai 35 juta (penerima),” tambah Airlangga. Penambahan ini dimaksudkan untuk memberikan bantalan ekonomi yang kuat bagi masyarakat saat pemerintah sedang memacu mesin pertumbuhan baru.

Dalam konteks kebijakan baru ini, gig economy didefinisikan sebagai model kerja berbasis proyek atau tugas jangka pendek yang difasilitasi oleh platform digital.

Skema ini menawarkan fleksibilitas tinggi bagi individu tanpa harus terikat kontrak permanen, di mana penghasilan ditentukan oleh volume dan nilai proyek yang diselesaikan.

Ekosistem ini mencakup cakupan profesi yang luas dan modern, di antaranya:

Pekerja kreatif dan desainer konten.
Pengembang aplikasi dan perangkat lunak.
Analis data dan ahli statistik.
Pelaku ekonomi berbasis Kecerdasan Buatan (AI).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Airlangga Puja-puji AI, Bisa Buka Lapangan Kerja

Menko Airlangga Puja-puji AI, Bisa Buka Lapangan Kerja

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 14:27 WIB

Airlangga Siapkan KUR Rp10 Triliun Biayai Proyek Gig Economy

Airlangga Siapkan KUR Rp10 Triliun Biayai Proyek Gig Economy

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 14:19 WIB

Pemerintah Jamin UMP Tak Bakal Turun Meski Ekonomi Daerah Loyo

Pemerintah Jamin UMP Tak Bakal Turun Meski Ekonomi Daerah Loyo

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 19:43 WIB

Terkini

OJK Respons Kritik MSCI, Pasar Modal RI Dinilai Tetap Kompetitif

OJK Respons Kritik MSCI, Pasar Modal RI Dinilai Tetap Kompetitif

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:26 WIB

Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih, Kejati Tegaskan Bank Bersih dari Aliran Dana Ilegal

Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih, Kejati Tegaskan Bank Bersih dari Aliran Dana Ilegal

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:03 WIB

BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman

BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:45 WIB

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:46 WIB

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:36 WIB

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

GAPKI: Jika Danantara Pegang Ekspor Sawit, Kewajiban Minyakita Bisa Dialihkan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:14 WIB

Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik

Inflasi Pangan Mengintai? Harga Beras dan Cabai Rawit Kembali Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:00 WIB

Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru

Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:42 WIB

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:27 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB