Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Target Harga DEWA, Sahamnya Masih Bisa Menguat Drastis Tahun 2026?

M Nurhadi

Kamis, 18 Desember 2025 | 15:46 WIB
Target Harga DEWA, Sahamnya Masih Bisa Menguat Drastis Tahun 2026?
Darma Henwa (DEWA)
baca 10 detik
  • Mandiri Sekuritas merevisi naik proyeksi kinerja keuangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) karena prospek produksi.
  • Lembaga tersebut memproyeksikan kenaikan laba bersih DEWA 10,1% hingga 11,7% pada 2026–2027.
  • Prospek DEWA diperkuat oleh ekspektasi hasil sumber daya mineral perdana Gayo Mineral.

Suara.com - Prospek PT Darma Henwa Tbk (DEWA), diprediksi akan semakin cemerlang dalam beberapa tahun ke depan.

Optimisme ini muncul seiring dengan proyeksi produksi yang lebih kokoh serta ekspansi kontrak kerja yang diproyeksikan mulai berakselerasi signifikan pada tahun 2026.

Merespons potensi tersebut, Mandiri Sekuritas secara resmi melakukan revisi naik terhadap proyeksi kinerja keuangan perseroan, baik dari sisi pendapatan (topline) maupun laba bersih (bottomline).

Langkah ini memberikan sinyal positif bagi para investor yang membidik sektor energi dan jasa tambang dalam portofolio jangka menengah mereka.

Dalam riset harian terbarunya, Mandiri Sekuritas memproyeksikan adanya kenaikan laba bersih DEWA untuk periode tahun 2026 hingga 2027 dengan rentang kenaikan antara 10,1% hingga 11,7%.

Pertumbuhan laba yang cukup agresif ini menjadi landasan utama bagi sekuritas tersebut untuk menaikkan target harga saham DEWA.

Mandiri Sekuritas kini menetapkan target harga baru untuk saham DEWA di level Rp700 per saham, dengan mempertahankan rekomendasi Beli. Sebagai perbandingan, pada penutupan perdagangan sebelumnya, saham DEWA berada di level Rp560.

Sementara itu, pada pantauan pasar hari Kamis (18/12/2025), harga saham DEWA bergerak di kisaran Rp530, mengalami pelemahan tipis jika dibandingkan dengan harga saat pembukaan pasar.

Kondisi fluktuasi jangka pendek ini dinilai masih dalam batas wajar di tengah sentimen pasar secara umum.

baca juga

Penguatan fundamental Darma Henwa di masa depan diyakini bersumber dari ekspektasi volume produksi yang lebih tinggi.

Mandiri Sekuritas menyoroti bahwa pertumbuhan kontrak kerja baru akan mulai memberikan kontribusi nyata terhadap laporan keuangan perseroan mulai tahun 2026 mendatang.

"Prospek produksi yang lebih kuat, didukung oleh pertumbuhan kontrak mulai tahun 2026F dan seterusnya, mendorong asumsi pendapatan DEWA yang lebih tinggi," tulis Mandiri Sekuritas dalam laporannya bertajuk Investor Digest.

Kontrak-kontrak baru ini dipandang sebagai pilar utama yang akan memperkuat kinerja operasional di lapangan, sekaligus memberikan kepastian arus kas (cash flow) yang lebih stabil bagi perusahaan dalam jangka menengah.

Selain dari sisi operasional jasa tambang, terdapat sentimen tambahan yang berpotensi memicu lonjakan valuasi saham DEWA. Hal ini berkaitan dengan rencana pengumuman sumber daya perdana (maiden resource) dari Gayo Mineral.

Katalis dari sektor mineral ini dinilai mampu memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap aset perseroan. Jika hasil pengumuman sumber daya tersebut sesuai atau melampaui ekspektasi pasar, maka ruang kenaikan (upside) bagi harga saham DEWA diperkirakan akan semakin lebar.

Secara keseluruhan, kombinasi antara peningkatan volume produksi, ekspansi kontrak strategis, dan potensi dari sektor mineral menjadikan Darma Henwa sebagai salah satu emiten yang menarik untuk dicermati.

Dengan target harga Rp700, terdapat selisih harga yang cukup menjanjikan dibandingkan harga pasar saat ini bagi investor yang mengutamakan pertumbuhan fundamental.

Desclaimer: Redaksi tidak menyarankan pembelian aset, termasuk saham. Investor tetap disarankan untuk memantau realisasi kontrak kerja di sepanjang tahun 2026 dan fluktuasi harga komoditas global yang tetap menjadi faktor eksternal penentu kinerja sektor jasa pertambangan di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelangsungan Usaha Tidak Jelas, Saham Toba Pulp Lestari (INRU) Digembok BEI Usai Titah Prabowo

Kelangsungan Usaha Tidak Jelas, Saham Toba Pulp Lestari (INRU) Digembok BEI Usai Titah Prabowo

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 11:40 WIB

IHSG Berbalik Perkasa di Kamis Pagi ke Level 8.700

IHSG Berbalik Perkasa di Kamis Pagi ke Level 8.700

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 09:17 WIB

Pakar Ingatkan Risiko Harga Emas, Saham, hingga Kripto Anjlok Tahun Depan!

Pakar Ingatkan Risiko Harga Emas, Saham, hingga Kripto Anjlok Tahun Depan!

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 22:13 WIB

Terkini

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:24 WIB

Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI

Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:08 WIB

Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal

Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:06 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:41 WIB

BSI Implementasikan Green Zakat, Sampah Anorganik Bisa Jadi Tabungan Emas

BSI Implementasikan Green Zakat, Sampah Anorganik Bisa Jadi Tabungan Emas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:38 WIB

Dua Pembangkit Alami Gangguan Jadi Biang Kerok Listrik di Jawa Padam Bergilir

Dua Pembangkit Alami Gangguan Jadi Biang Kerok Listrik di Jawa Padam Bergilir

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:25 WIB

BRI KKB Hadirkan Promo Pembiayaan Mobil Listrik, Bunga Mulai 3% Flat hingga 31 Agustus 2026

BRI KKB Hadirkan Promo Pembiayaan Mobil Listrik, Bunga Mulai 3% Flat hingga 31 Agustus 2026

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:17 WIB

Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya

Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:16 WIB

Punya Nahkoda Baru, Eks Direksi Telkom Budi Setyawan Jadi Bos Pelni

Punya Nahkoda Baru, Eks Direksi Telkom Budi Setyawan Jadi Bos Pelni

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:11 WIB

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:41 WIB