Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Menkeu Purbaya Balas Ramalan Bank Dunia

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 19 Desember 2025 | 12:04 WIB
Menkeu Purbaya Balas Ramalan Bank Dunia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Menkeu Purbaya melontarkan kritik pedas terhadap Bank Dunia (Bank Dunia) terkait proyeksi ekonomi Indonesia.
  • Purbaya meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah ramalan lembaga internasional tersebut.
  •  Purbaya menegaskan, besarnya defisit APBN bukanlah harga mati yang ditentukan oleh ramalan asing.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik pedas terhadap Bank Dunia (Bank Dunia) terkait proyeksi ekonomi Indonesia.

Purbaya meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah ramalan lembaga internasional tersebut karena rekam jejaknya yang diukur sering tidak akurat.

Sentilan ini menanggapi laporan terbaru Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025 yang memperkirakan adanya tren pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia hingga tahun 2027 yang diprediksi menyentuh angka 2.9%.

“Jadi saya suruh nanggapi Bank Dunia? Ya suka-suka dia, dia prediksi boleh, nggak prediksi juga nggak apa-apa, tapi kan selama ini juga sering meleset,” ujar Purbaya nada dengan santai namun menohok dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).

Purbaya menegaskan, besarnya defisit APBN bukanlah harga mati yang ditentukan oleh ramalan asing, melainkan hasil dari keahlian pemerintah dalam mengelola belanja dan menggenjot pendapatan.

Transformasi digital yang menjagokan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai kunci menjaga kesehatan fiskal. Salah satu jagoannya adalah implementasi Kecerdasan Buatan (AI).

“Bea Cukai sudah saya tunjukkan bahwa kita sudah menerapkan AI di lapangan dan harusnya ke depan akan terus membaik. Dari perbaikan AI saja kita bisa mendapat minimal Rp 1 triliun. Harusnya kebocoran akan berkurang secara signifikan,” tegasnya.

Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS ini menilai ramalan Bank Dunia hanya akan terjadi jika pemerintah mengambil tindakan. Namun, dengan kendali belanja yang ketat, ia optimis angka defisit akan tetap aman.

"Artinya bisa saja melebar, bisa saja enggak, tergantung kebutuhan kita. Tapi saya yakin kita akan mengendalikan di level yang masih berkesinambungan. Jadi jangan usah terlalu khawatir," imbuhnya.

Sebagai informasi, Bank Dunia memproyeksikan APBN 2025 & 2026 akan berada di angka 2.8% dan pada 2027 melebar ke angka 2.9%.

Meski meramal kenaikan, angka tersebut sebenarnya masih berada di bawah ambang batas aman yang ditetapkan Undang-Undang Keuangan Negara, yakni sebesar 3%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Klaim Investor Asing Makin Banyak Tanam Modal ke Indonesia, Ini Buktinya

Purbaya Klaim Investor Asing Makin Banyak Tanam Modal ke Indonesia, Ini Buktinya

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 10:37 WIB

Purbaya Gelar Sidang Debottlenecking Perdana Senin Depan, Selesaikan 4 Aduan Bisnis

Purbaya Gelar Sidang Debottlenecking Perdana Senin Depan, Selesaikan 4 Aduan Bisnis

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 19:32 WIB

Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI: 5,2% di 2025, 5,4% pada 2026

Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI: 5,2% di 2025, 5,4% pada 2026

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 19:17 WIB

Terkini

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:32 WIB

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:18 WIB

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:15 WIB

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:12 WIB

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:49 WIB

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:29 WIB

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:05 WIB

Karbon Kehutanan RI Resmi Dijual, Begini Mekanismenya

Karbon Kehutanan RI Resmi Dijual, Begini Mekanismenya

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 12:58 WIB

Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen

Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 12:49 WIB