Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Kadin Minta Menkeu Purbaya Beri Insentif Industri Furnitur

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:17 WIB
Kadin Minta Menkeu Purbaya Beri Insentif Industri Furnitur
Menkeu Purbaya [Suara.com/Rochmat]
  • Kadin Indonesia meminta Menteri Keuangan insentif fiskal dan deregulasi krusial untuk memacu industrialisasi furnitur.
  • Kontribusi ekspor furnitur Indonesia sangat kecil US$2,5 miliar dari potensi pasar global senilai US$300 miliar.
  • Kadin juga mendesak diversifikasi pasar ekspor dan peningkatan kualitas SDM industri elektronik melalui kolaborasi LPDP.

Suara.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pemberian insentif fiskal serta langkah deregulasi yang dianggap krusial bagi para pelaku usaha furnitur.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa diskusi dengan Menkeu mencakup berbagai skema pendanaan serta strategi mendalam untuk memacu proses industrialisasi di tanah air.

Tujuannya jelas, yakni menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global.

Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah adanya ketimpangan yang cukup lebar antara potensi pasar dunia dengan realisasi ekspor Indonesia.

Anindya memaparkan data terkait potensi pasar furnitur global saat ini diperkirakan mencapai nilai US$ 300 miliar.

Namun, kontribusi Indonesia baru berada di kisaran US$ 2,5 miliar. Angka ini dinilai masih sangat minim mengingat kekayaan sumber daya alam dan kreativitas perajin di tanah air.

Indonesia dinilai belum mampu memaksimalkan pasar dunia yang sangat terbuka luas. Oleh karena itu, dibutuhkan terobosan kebijakan yang mampu memangkas hambatan birokrasi dan memberikan kemudahan operasional bagi para eksportir.

“Kami tadi mendiskusikan kira-kira deregulasi atau insentif apa yang bisa dilakukan, mulai dari pendanaan sampai juga fokus bagaimana industrialisasinya,” ujar Anindya.

Selain volume ekspor yang masih rendah, para pengusaha yang tergabung dalam Kadin juga menyoroti masalah konsentrasi pasar.

Saat ini, ekspor furnitur Indonesia masih sangat bergantung pada satu kawasan tertentu. Data menunjukkan bahwa sekitar 60 persen dari total ekspor furnitur nasional dikirim menuju Amerika Serikat.

Kondisi ini dianggap cukup berisiko bagi ketahanan industri nasional jika terjadi fluktuasi ekonomi atau perubahan kebijakan dagang di negara tujuan utama tersebut.

Diversifikasi pasar ke wilayah baru seperti Uni Eropa, Timur Tengah, dan negara-negara Asia lainnya menjadi agenda mendesak yang membutuhkan dukungan diplomatik dan insentif pemasaran dari pemerintah.

Tidak hanya terpaku pada sektor furnitur, Kadin juga membawa isu strategis mengenai sektor elektronik, khususnya industri semikonduktor.

Anindya menekankan pentingnya hilirisasi mineral sebagai fondasi industri teknologi masa depan. Namun, ia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang masih belum mencukupi standar industri teknologi tinggi.

Sebagai solusi, Kadin mengusulkan adanya kolaborasi antara dunia usaha dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral di Medsos, Purbaya Bantah Bantuan Bencana Sumatra dari Luar Negeri Kena Pajak

Viral di Medsos, Purbaya Bantah Bantuan Bencana Sumatra dari Luar Negeri Kena Pajak

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 17:08 WIB

Usai Ancam Bekukan Bea Cukai, Purbaya: Sekarang Lebih Aktif Razia, Hampir Sulit Disogok

Usai Ancam Bekukan Bea Cukai, Purbaya: Sekarang Lebih Aktif Razia, Hampir Sulit Disogok

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 15:11 WIB

Purbaya Klaim Coretax Siap Pakai, 60 Ribu Orang Sukses Login Bersamaan

Purbaya Klaim Coretax Siap Pakai, 60 Ribu Orang Sukses Login Bersamaan

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 14:49 WIB

Terkini

Baru Satu Sesi IHSG, Saham BBRI Sudah Diborong Investor Hingga Rp259 Miliar

Baru Satu Sesi IHSG, Saham BBRI Sudah Diborong Investor Hingga Rp259 Miliar

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:32 WIB

Apa Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa? Ini Perbandingan Sumber Dana, Besaran, dan Penerimanya

Apa Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa? Ini Perbandingan Sumber Dana, Besaran, dan Penerimanya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:26 WIB

Faktor Pendorong Saham BBRI Meroket Hari Ini, 3 Analis Berikan Target Harga

Faktor Pendorong Saham BBRI Meroket Hari Ini, 3 Analis Berikan Target Harga

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:24 WIB

Agus Gumiwang dan Purbaya Bahas Insentif Motor dan Mobil Listrik, Ini Dampaknya

Agus Gumiwang dan Purbaya Bahas Insentif Motor dan Mobil Listrik, Ini Dampaknya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:13 WIB

Jangan Diabaikan! Ini Alasan Karyawan Harus Punya BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

Jangan Diabaikan! Ini Alasan Karyawan Harus Punya BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:10 WIB

Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%

Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:03 WIB

Produksi Migas Capai 956 MBOEPD, Kinerja Pertamina Hulu Energi di Awal 2026 Tetap Terjaga

Produksi Migas Capai 956 MBOEPD, Kinerja Pertamina Hulu Energi di Awal 2026 Tetap Terjaga

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:58 WIB

Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun

Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:43 WIB

Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan

Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:31 WIB

Dorong Pemberdayaan Perempuan, Pegadaian Dukung Kartini Race 2026: Tonggak Baru Motorsport Indonesia

Dorong Pemberdayaan Perempuan, Pegadaian Dukung Kartini Race 2026: Tonggak Baru Motorsport Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:21 WIB