Kenaikan Gaji Pekerja RI Bakal Melambat 5,8 Persen Tahun 2026

Selasa, 23 Desember 2025 | 15:52 WIB
Kenaikan Gaji Pekerja RI Bakal Melambat 5,8 Persen Tahun 2026
Ilustrasi Gaji (Freepik)
Baca 10 detik
  • Gaji 2026 diprediksi naik 5,8 persen, melambat dibanding 2025 namun 100 persen emiten tetap naikkan upah.
  • Sektor kimia paling loyal (naik 6,2 persen), sementara industri otomotif diprediksi paling rendah.
  • Ekspansi karyawan melambat; perusahaan fokus pada efisiensi dan peningkatan skill talenta.

Suara.com - Hasil riset terbaru dari Mercer, perusahaan konsultan global bisnis Marsh McLennan (NYSE: MMC), memprediksi rata-rata kenaikan gaji di Indonesia pada tahun 2026 akan berada di angka 5,8 persen.

Angka ini menunjukkan sedikit perlambatan jika dibandingkan dengan perkiraan kenaikan tahun 2025 yang sebesar 6,3 persen.

Meskipun persentasenya menyusut, kabar baiknya adalah 100 persen perusahaan yang disurvei tetap berkomitmen memberikan kenaikan gaji pada tahun 2026. Laporan Total Remuneration Survey (TRS) 2025 ini menganalisis data dari 588 perusahaan di Indonesia dengan cakupan lebih dari 7.000 jabatan.

Riset Mercer mengungkapkan perbedaan mencolok antar sektor industri dalam memandang anggaran kompensasi tahun depan dimana industri kimia menjadi yang paling optimis dengan proyeksi kenaikan gaji mencapai 6,2 persen, menandakan investasi talenta yang kuat, sementara industri otomotif lebih moderat dengan perkiraan kenaikan hanya 4,9 persen, terendah dibandingkan sektor lainnya.

Yosef Budiman, Associate Director & Career Products Leader Mercer Indonesia, menyebutkan bahwa faktor utama penentu kenaikan gaji tetap berpusat pada kinerja individu, rentang gaji, dan kesehatan finansial perusahaan.

Di balik komitmen kenaikan gaji, survei ini juga menangkap sinyal efisiensi. Rencana ekspansi tenaga kerja melambat; hanya 20 persen perusahaan yang berencana menambah karyawan pada 2026, turun dari angka 25 persen di tahun sebelumnya.

Selain itu, pembayaran bonus tahun 2025 diperkirakan meleset dari target, yakni di angka 16,6 persen (di bawah ekspektasi awal 17,5 persen). Tantangan lain muncul dari meningkatnya angka pengunduran diri non-sukarela (PHK/kontrak tidak diperpanjang), terutama di sektor teknologi tinggi dan pertambangan.

Presiden Direktur Mercer Indonesia, Isdar Marwan, menegaskan bahwa perusahaan kini harus lebih strategis mengelola ambisi pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Pemimpin HR dan bisnis perlu memprioritaskan produktivitas melalui peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling), memperkuat kapabilitas digital, serta berinvestasi pada kesehatan karyawan,” jelas Isdar. Fokus pada budaya digital dan kompensasi yang adil akan menjadi pembeda bagi perusahaan dalam menjaga talenta terbaik di tengah pasar yang semakin kompetitif.

Baca Juga: MIND ID Kirim 3 Truk Obat-obatan ke Aceh dan Sumatera untuk Jaga Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI