Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Kenaikan Gaji Pekerja RI Bakal Melambat 5,8 Persen Tahun 2026

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 23 Desember 2025 | 15:52 WIB
Kenaikan Gaji Pekerja RI Bakal Melambat 5,8 Persen Tahun 2026
Ilustrasi Gaji (Freepik)
  • Gaji 2026 diprediksi naik 5,8 persen, melambat dibanding 2025 namun 100 persen emiten tetap naikkan upah.
  • Sektor kimia paling loyal (naik 6,2 persen), sementara industri otomotif diprediksi paling rendah.
  • Ekspansi karyawan melambat; perusahaan fokus pada efisiensi dan peningkatan skill talenta.

Suara.com - Hasil riset terbaru dari Mercer, perusahaan konsultan global bisnis Marsh McLennan (NYSE: MMC), memprediksi rata-rata kenaikan gaji di Indonesia pada tahun 2026 akan berada di angka 5,8 persen.

Angka ini menunjukkan sedikit perlambatan jika dibandingkan dengan perkiraan kenaikan tahun 2025 yang sebesar 6,3 persen.

Meskipun persentasenya menyusut, kabar baiknya adalah 100 persen perusahaan yang disurvei tetap berkomitmen memberikan kenaikan gaji pada tahun 2026. Laporan Total Remuneration Survey (TRS) 2025 ini menganalisis data dari 588 perusahaan di Indonesia dengan cakupan lebih dari 7.000 jabatan.

Riset Mercer mengungkapkan perbedaan mencolok antar sektor industri dalam memandang anggaran kompensasi tahun depan dimana industri kimia menjadi yang paling optimis dengan proyeksi kenaikan gaji mencapai 6,2 persen, menandakan investasi talenta yang kuat, sementara industri otomotif lebih moderat dengan perkiraan kenaikan hanya 4,9 persen, terendah dibandingkan sektor lainnya.

Yosef Budiman, Associate Director & Career Products Leader Mercer Indonesia, menyebutkan bahwa faktor utama penentu kenaikan gaji tetap berpusat pada kinerja individu, rentang gaji, dan kesehatan finansial perusahaan.

Di balik komitmen kenaikan gaji, survei ini juga menangkap sinyal efisiensi. Rencana ekspansi tenaga kerja melambat; hanya 20 persen perusahaan yang berencana menambah karyawan pada 2026, turun dari angka 25 persen di tahun sebelumnya.

Selain itu, pembayaran bonus tahun 2025 diperkirakan meleset dari target, yakni di angka 16,6 persen (di bawah ekspektasi awal 17,5 persen). Tantangan lain muncul dari meningkatnya angka pengunduran diri non-sukarela (PHK/kontrak tidak diperpanjang), terutama di sektor teknologi tinggi dan pertambangan.

Presiden Direktur Mercer Indonesia, Isdar Marwan, menegaskan bahwa perusahaan kini harus lebih strategis mengelola ambisi pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Pemimpin HR dan bisnis perlu memprioritaskan produktivitas melalui peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling), memperkuat kapabilitas digital, serta berinvestasi pada kesehatan karyawan,” jelas Isdar. Fokus pada budaya digital dan kompensasi yang adil akan menjadi pembeda bagi perusahaan dalam menjaga talenta terbaik di tengah pasar yang semakin kompetitif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MIND ID Kirim 3 Truk Obat-obatan ke Aceh dan Sumatera untuk Jaga Kesehatan Warga Terdampak Banjir

MIND ID Kirim 3 Truk Obat-obatan ke Aceh dan Sumatera untuk Jaga Kesehatan Warga Terdampak Banjir

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:32 WIB

2 Profesi Ini Paling Banyak Jadi Korban Penipuan di Industri Keuangan

2 Profesi Ini Paling Banyak Jadi Korban Penipuan di Industri Keuangan

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 09:16 WIB

Catatan Akhir Tahun: Industri Rokok Kian Terang-Terangan Melobi Pemerintah

Catatan Akhir Tahun: Industri Rokok Kian Terang-Terangan Melobi Pemerintah

News | Senin, 22 Desember 2025 | 16:52 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB