Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Industri Pulp & Kertas RI Tembus Ekspor USD 8 Miliar, Kemenperin Bilang Begini

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 26 Desember 2025 | 13:21 WIB
Industri Pulp & Kertas RI Tembus Ekspor USD 8 Miliar, Kemenperin Bilang Begini
Ilustrasi. Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menyebut sektor industri agro masih menjadi tulang punggung industri pengolahan nonmigas (IPNM). Foto ist.
baca 10 detik
  • Ekspor pulp-kertas tembus USD 8,09 miliar; RI peringkat 6 produsen kertas dunia.
  • Sektor pulp-kertas serap 1,5 juta pekerja dan sumbang 3,68% PDB nonmigas.
  • Kemenperin susun roadmap dekarbonisasi demi target Net Zero Emission industri 2050.

Suara.com - Industri pulp dan kertas nasional terus mengukuhkan posisinya sebagai motor utama ekonomi Indonesia. Sebagai bagian dari sektor agro yang menyumbang 51,74 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada Triwulan III 2025, sektor ini kini berada di garis depan transformasi menuju industri rendah emisi.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menyebut sektor industri agro masih menjadi tulang punggung industri pengolahan nonmigas (IPNM). Data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenperin menunjukkan, pada Triwulan III 2025 industri agro menyumbang 51,74 persen terhadap PDB IPNM.

Kontribusi tersebut didominasi industri makanan dan minuman sebesar 41,06 persen. Selanjutnya industri pengolahan tembakau berkontribusi 3,98 persen, industri kertas dan barang dari kertas 3,68 persen, industri kayu 1,99 persen, serta industri furnitur 1,02 persen.

Kinerja sektor manufaktur juga tercermin dari indikator kepercayaan. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) November 2025 tercatat di level 53,45, sementara Purchasing Managers Index (PMI) berada di angka 53,3. Kedua indikator tersebut sama-sama berada di zona ekspansif.

Sebagai bagian dari industri agro, sektor pulp dan kertas dinilai memiliki posisi strategis dalam perdagangan internasional.

Sepanjang 2024, nilai ekspor pulp dan kertas Indonesia mencapai USD 8,09 miliar dengan volume 11,98 juta ton. Pada periode yang sama, nilai impor tercatat sebesar USD 3,42 miliar.

Hingga pertengahan 2025, tercatat terdapat 113 perusahaan pulp dan kertas di Indonesia. Total kapasitas produksi mencapai 11,43 juta ton pulp dan 21,31 juta ton kertas, dengan kontribusi sektor ini sebesar 3,68 persen terhadap PDB nonmigas.

Secara global, Indonesia menempati peringkat ke-7 sebagai produsen pulp dunia dan peringkat ke-6 produsen kertas terbesar dunia. Kapasitas industri yang terus berkembang menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama di pasar internasional.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

baca juga

"Industri ini menyerap lebih dari 288 ribu tenaga kerja langsung dan sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung," ungkap Putu dalam keterangannya, Jumat (26/12/2025).

Meski mencatatkan kinerja positif, industri pulp dan kertas menghadapi tantangan serius terkait pengurangan emisi. Sektor industri menyumbang sekitar 34 persen emisi nasional, sementara kontribusi industri pulp dan kertas mencapai 15,55 persen dari total emisi sektor industri.

Pemerintah menargetkan Net Zero Emission (NZE) sektor industri pada 2050, sejalan dengan target NZE nasional 2060 atau lebih cepat. Untuk mendukung target tersebut, Kemenperin tengah menyusun roadmap dekarbonisasi industri pulp dan kertas nasional.

Roadmap tersebut mencakup peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, penguatan bauran energi bersih, pengelolaan limbah terintegrasi, hingga adopsi teknologi maju seperti CCS/CCUS dan pemanfaatan biomassa berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kertas daur ulang (KDU) sebagai bahan baku. Skema ini dinilai mampu menghemat energi hingga 60 persen dibandingkan produksi pulp dari bahan baku primer.

“Ekonomi sirkular tidak hanya menurunkan emisi dan limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, serta membuka peluang green jobs di berbagai daerah,” ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tembus Ratusan Triliun! Industri Olahraga Siap Jadi Raksasa Baru Ekonomi Indonesia

Tembus Ratusan Triliun! Industri Olahraga Siap Jadi Raksasa Baru Ekonomi Indonesia

Sport | Rabu, 24 Desember 2025 | 19:34 WIB

Purbaya Kaji Geo Dipa Pasok Gas ke Kawasan Industri, Harga Lebih Murah dari Pertamina

Purbaya Kaji Geo Dipa Pasok Gas ke Kawasan Industri, Harga Lebih Murah dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 15:40 WIB

Purbaya Siapkan Rp 2 Triliun dari LPEI untuk Pembiayaan Ekspor Industri Tekstil dan Furnitur

Purbaya Siapkan Rp 2 Triliun dari LPEI untuk Pembiayaan Ekspor Industri Tekstil dan Furnitur

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 13:12 WIB

Terkini

IHSG Berbalik Meroket ke Level 6.400 Pagi Ini, Saham COIN Naik

IHSG Berbalik Meroket ke Level 6.400 Pagi Ini, Saham COIN Naik

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Masyarakat Doyan Emas Dijadikan Aset, Kredit Konsumsi Perbankan Terus Tumbuh

Masyarakat Doyan Emas Dijadikan Aset, Kredit Konsumsi Perbankan Terus Tumbuh

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Pemulihan Jaringan Listrik Pascagempa NTT

Pemulihan Jaringan Listrik Pascagempa NTT

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Empat Ahli Disiapkan Febrie Adriansyah dalam Sidang Praperadilan Hari Ini

Empat Ahli Disiapkan Febrie Adriansyah dalam Sidang Praperadilan Hari Ini

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:59 WIB

Riset Ungkap Tekanan Finansial Warga RI, 38% Pendapatan Bulanan Habis buat Kebutuhan Keluarga

Riset Ungkap Tekanan Finansial Warga RI, 38% Pendapatan Bulanan Habis buat Kebutuhan Keluarga

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:58 WIB

IHSG Berpotensi Rebound, Saham Farmasi Meroket Imbas Temuan Terapi Kanker Termutakhir

IHSG Berpotensi Rebound, Saham Farmasi Meroket Imbas Temuan Terapi Kanker Termutakhir

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:56 WIB

Kepala SPPG di Jember Mabuk dan Berantem dengan Relawannya Sendiri

Kepala SPPG di Jember Mabuk dan Berantem dengan Relawannya Sendiri

Jatim | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Festival Motor Lintas Genre Throttle Land 2026 Siap Manjakan Pecinta Roda Dua Jakarta

Festival Motor Lintas Genre Throttle Land 2026 Siap Manjakan Pecinta Roda Dua Jakarta

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba

Dokter dan Nakes Viral Komentar Nirempati, FKKMK UGM Sebut Pembekalan Etika Bermedsos Sejak Maba

Jogja | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri

Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri

Malang | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:47 WIB

×