Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Industri Pulp & Kertas RI Tembus Ekspor USD 8 Miliar, Kemenperin Bilang Begini

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 26 Desember 2025 | 13:21 WIB
Industri Pulp & Kertas RI Tembus Ekspor USD 8 Miliar, Kemenperin Bilang Begini
Ilustrasi. Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menyebut sektor industri agro masih menjadi tulang punggung industri pengolahan nonmigas (IPNM). Foto ist.
  • Ekspor pulp-kertas tembus USD 8,09 miliar; RI peringkat 6 produsen kertas dunia.
  • Sektor pulp-kertas serap 1,5 juta pekerja dan sumbang 3,68% PDB nonmigas.
  • Kemenperin susun roadmap dekarbonisasi demi target Net Zero Emission industri 2050.

Suara.com - Industri pulp dan kertas nasional terus mengukuhkan posisinya sebagai motor utama ekonomi Indonesia. Sebagai bagian dari sektor agro yang menyumbang 51,74 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada Triwulan III 2025, sektor ini kini berada di garis depan transformasi menuju industri rendah emisi.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menyebut sektor industri agro masih menjadi tulang punggung industri pengolahan nonmigas (IPNM). Data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenperin menunjukkan, pada Triwulan III 2025 industri agro menyumbang 51,74 persen terhadap PDB IPNM.

Kontribusi tersebut didominasi industri makanan dan minuman sebesar 41,06 persen. Selanjutnya industri pengolahan tembakau berkontribusi 3,98 persen, industri kertas dan barang dari kertas 3,68 persen, industri kayu 1,99 persen, serta industri furnitur 1,02 persen.

Kinerja sektor manufaktur juga tercermin dari indikator kepercayaan. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) November 2025 tercatat di level 53,45, sementara Purchasing Managers Index (PMI) berada di angka 53,3. Kedua indikator tersebut sama-sama berada di zona ekspansif.

Sebagai bagian dari industri agro, sektor pulp dan kertas dinilai memiliki posisi strategis dalam perdagangan internasional.

Sepanjang 2024, nilai ekspor pulp dan kertas Indonesia mencapai USD 8,09 miliar dengan volume 11,98 juta ton. Pada periode yang sama, nilai impor tercatat sebesar USD 3,42 miliar.

Hingga pertengahan 2025, tercatat terdapat 113 perusahaan pulp dan kertas di Indonesia. Total kapasitas produksi mencapai 11,43 juta ton pulp dan 21,31 juta ton kertas, dengan kontribusi sektor ini sebesar 3,68 persen terhadap PDB nonmigas.

Secara global, Indonesia menempati peringkat ke-7 sebagai produsen pulp dunia dan peringkat ke-6 produsen kertas terbesar dunia. Kapasitas industri yang terus berkembang menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama di pasar internasional.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

"Industri ini menyerap lebih dari 288 ribu tenaga kerja langsung dan sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung," ungkap Putu dalam keterangannya, Jumat (26/12/2025).

Meski mencatatkan kinerja positif, industri pulp dan kertas menghadapi tantangan serius terkait pengurangan emisi. Sektor industri menyumbang sekitar 34 persen emisi nasional, sementara kontribusi industri pulp dan kertas mencapai 15,55 persen dari total emisi sektor industri.

Pemerintah menargetkan Net Zero Emission (NZE) sektor industri pada 2050, sejalan dengan target NZE nasional 2060 atau lebih cepat. Untuk mendukung target tersebut, Kemenperin tengah menyusun roadmap dekarbonisasi industri pulp dan kertas nasional.

Roadmap tersebut mencakup peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, penguatan bauran energi bersih, pengelolaan limbah terintegrasi, hingga adopsi teknologi maju seperti CCS/CCUS dan pemanfaatan biomassa berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kertas daur ulang (KDU) sebagai bahan baku. Skema ini dinilai mampu menghemat energi hingga 60 persen dibandingkan produksi pulp dari bahan baku primer.

“Ekonomi sirkular tidak hanya menurunkan emisi dan limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, serta membuka peluang green jobs di berbagai daerah,” ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tembus Ratusan Triliun! Industri Olahraga Siap Jadi Raksasa Baru Ekonomi Indonesia

Tembus Ratusan Triliun! Industri Olahraga Siap Jadi Raksasa Baru Ekonomi Indonesia

Sport | Rabu, 24 Desember 2025 | 19:34 WIB

Purbaya Kaji Geo Dipa Pasok Gas ke Kawasan Industri, Harga Lebih Murah dari Pertamina

Purbaya Kaji Geo Dipa Pasok Gas ke Kawasan Industri, Harga Lebih Murah dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 15:40 WIB

Purbaya Siapkan Rp 2 Triliun dari LPEI untuk Pembiayaan Ekspor Industri Tekstil dan Furnitur

Purbaya Siapkan Rp 2 Triliun dari LPEI untuk Pembiayaan Ekspor Industri Tekstil dan Furnitur

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 13:12 WIB

Terkini

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB